03 November 2016
Food Explore 9 Angkat 18 Karya Inovasi Pangan Sehat
Kegiatan tahunan Teknologi Pangan UPH yaitu Food Explore, kembali diadakan untuk kesembilan kalinya. Sebanyak 18 karya pangan sehat yang dipamerkan pada Food Explore yang berlangsung pada tanggal 2-4 November 2016
Pengunjung Mengantri untuk Mencicipi Uniknya Produk Inovasi Pangan di Rumah Inovasi pada Food Explore 9
 

Kegiatan tahunan Teknologi Pangan UPH yaitu Food Explore, kembali diadakan untuk kesembilan kalinya. Sebanyak 18 karya pangan sehat yang dipamerkan pada Food Explore yang berlangsung pada tanggal 2-4 November 2016. Tema yang diangkat kali ini ‘Jaminan Mutu Pangan’, bertujuan untuk memotivasi generasi muda berkreasi menghasilkan produk pangan melalui proses yang benar dan aman sehingga mutu dari produk yang dihasilkan terjamin. Fooed Explore 9 ini juga ditujukan bagi para pelaku UMKM agar mereka sadar dan peduli mutu dari produk pangan yang dihasilkan.

Ke-18 karya inovasi pangan mahasiswa Teknologi Pangan UPH dipamerkan di Rumah Inovasi Food Explore 9. Karya yang dibuat mahasiswa ini merupakan aplikasi dari materi yang sudah didapatkan dikelas dikombinasikan dengan informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Umumnya karya yang dipamerkan hasil dari mahasiswa semester 5 ke atas. Diawali dengan membuat proposal inovasi pangan, untuk direview oleh dosen. Apabila lolos, dapat diproses lebih lanjut. Karya yang dibuat bisa merupakan karya individu atau kelompok.

“Karya yang dipamerkan tentunya harus memenuhi kualitas pangan baik. Termasuk dalam hal cara produksi, kebersihan dan sanitasi, kualitas bahan baku, serta sesuai standar dan regulasi. Sesuai tema Food Explore 9, maka bahan pangan yang digunakan diutamakan produk lokal,” jelas Ferdian Hendrawan, Ketua Food Explore 9.

Salah satu inovasi pangan yang dipamerkan dalam Food Explore 9 diberi nama Jaipong, karya Gabriella Prameswari dan Stella Meiska. Jaipong merupakan taburan makanan yang terbuat dari jantung pisang dan daun pohpohan. Taburan makanan ini bergizi tinggi karena mengandung mineral, kalsium, protein, dan serat. Karya inovasi lainnya yang menarik adalah Sumol karya Gary Winata. Sumol merupakan cimol yang berbahan dasar tepung sukun. Kandungan gizi dalam sumol lebih tinggi dibandingkan cimol pada umumnya, karena sukun mengandung dietary fiber, kalsium, zat besi, magnesium, fosfor dan potasium.

Masih banyak lagi inovasi makanan dan minuman yang unik yang dipamerkan di Rumah Inovasi Food Exploree 9, di antaranya: Celedri (cendol seledri), Cookies dari tepung umbi ararut dan daun katuk, Bir Pletok Jelly Drink, Graphalmon Ice Cream (ekstrak daun ungu dan mahkota dewa), Semrawut (kue semprong dari tepung jewawut merah), Jackie Nugget (terbuat dari kacang koro dan sayur nangka), Kumis (permen terbuat dari ekstrak daun kemuning) dan BAI Cookies (makanan ringan terbuat dari tepung ubi dan tepung jamur.

Selama acara berlangsung, pengunjung dapat merasakan langsung dan gratis makanan dan minuman inovasi pangan yang dipamerkan di Rumah Inovasi. Bagi yang berminat membeli, tersedia juga produk yang dikemas dan dibandrol dengan harga terjangkau. Tentunya pengunjung hanya bisa mendapatkan pangan yang unik ini di acara Food Explore 9.

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi (FaST) UPH, Prof. Dr. Manlian Ronald A. Simanjuntak, ST., MT., D.Min., menyambut baik kegiatan tahunan Food Explore ini dan berharap dapat menjadi penggerak bagi pengembangan model Teknologi Pangan nasional bahkan internasional.

Apresiasi bagi para mahasiswa dan peserta yang hadir pada acara pembukaan Food Explore 9 juga disampaikan Ir. W. Donald R. Pokatong, M.Sc., Ph.D., Ketua Program Pendidikan Teknologi Pangan.


“Saya berharap, seluruh rangkaian kegiatan Food Explore 9, mulai dari Pameran Rumah Inovasi, Kompetisi Debat Pangan untuk perguruan tinggi tingkat nasional, Kompetisi Inovasi Bersyarat bagi siswa SMA, hingga seminar tentang jaminan mutu pangan, semuanya dapat menambah wawasan, practical knowledge, keterampilan dan soft skills,” ungkap Donald. (rh)

 

 
Stand yang ada di Rumah Inovasi Food Explore 9, (ki-ka) Stand ‘Jackie Nugget dan Jaipong