16 Agustus 2016
UNESCO-UNITWIN Adakan Program Pelatihan TIK dan Kepemimpinan untuk Mendukung Pemberdayaan Perempuan
Lippo Village, 15 Agustus 2016, UNESCO-UNITWIN menggandeng Sookmyung Women’s University, Korea, dan Universitas Pelita Harapan, mengadakan pelatihan TIK dan Kepemimpinan dalam upaya pemberdayaan perempuan

Foto Bersama Seluruh Partisipan Dalam Acara UNESCO-UNITWIN Training Program

 

Lippo Village, 15 Agustus 2016, UNESCO-UNITWIN menggandeng Sookmyung Women’s University, Korea,  dan Universitas Pelita Harapan, mengadakan pelatihan TIK dan Kepemimpinan dalam upaya  pemberdayaan perempuan.

 

UNESCO-UNITWIN menggandeng Sookmyung Women’s University, Korea, dan Universitas Pelita Harapan, mengadakan pelatihan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan Kepemimpinan dalam upaya  pemberdayaan perempuan. Pemilihan tema pemberdayaan perempuan ini dilatarbelakangi kondisi keterbelakangan kaum perempuan dalam pemanfaatan TIK pada masyarakat di negara-negara berkembang.  

 

Perlu diakui bahwa isu kesetaraan gender terkait pemanfaatan TIK telah menjadi isu yang cukup hangat terutama pada negara negara berkembang termasuk di Indonesia. Sering kali akses pemanfaatan TIK masih sangat terbatas bagi kaum perempuan. Padahal jika dimanfaatkan dengan tepat, TIK akan memberikan banyak manfaat bagi pemberdayaan perempuan terutama pada bidang sosial dan ekonomi.

 

Berangkat dari kondisi tersebut, UNESCO-UNITWIN mengangkat dua topik besar,  TIK dan Kepemimpinan, dalam pelatihan yang berlangsung selama empat hari, dari tanggal 15-19 Agustus 2016, di kampus Business School UPH. Para peserta sebanyak 80 mahasiswa, dari Sookmyung University dan UPH. Sebanyak  7 orang dosen dari Sookmyung Women’s University dan UPH, juga turut ambil bagian sebagai pengamat dan pembicara dalam training ini termasuk  Dr. Myonghee Kim dari  Sookmyung University, Mr. Jacob Donald Tan dan  John Purba dari Business School UPH.

 

Acara ini juga menghadirkan pembicara tamu untuk menambah wawasan dan inspirasi kepada para peserta, diantaranya Martha Simanjuntak, Founder of Indonesian Women IT Awareness (IWITA),  H.E. Atalia Kamil, Istri Wali Kota Bandung,  dan Dr. Ella Yulaelawati, perwakilan dari Directorate Ministry of' Education and Culture.

 

Dr. Myonghee Kim,  perwakilan dari Sookmyung Women’s University, Korea, sangat menghargai kerjasama UPH untuk menyelenggarakan pelatihan ini, mengingat isu kesetaraan gender masih menjadi salah satu faktor penghambat dalam pemberdayaan kaum perempuan, khususnya di negara-negara Asia. 

Dr. Myonghee Kim

 

“Kaum perempuan harus memiliki kemampuan TIK dan kepemimpinan  yang dapat diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari untuk meningkatkan pemberdayaannya di dunia kerja maupun dalam masyarakat. Pelatihan TIK dan kepemimpinan adalah cara terbaik untuk dapat mempromosikan kesetaraan gender antara kaum perempuan dan pria, karena sekarang bidang-bidang tersebutlah yang paling cepat berkembang baik di Korea maupun di Indonesia”.

 

Dalam pelatihan kali ini, peserta tidak hanya mendapatkan pengajaran konten dari dosen saja, namum mereka juga akan berlatih mempraktekkan keahlian komputer dengan memprogram Website, belajar memanfaatkan IoT (Internet of Things) dengan baik dan  latihan kepemimpinan yang mencakup kemampuan komunikasi, kreatifitas, dan kerjasama.

 

Melalui program ini Sookmyung University dan UPH berharap untuk dapat memasukan isu  pemberdayaan kaum perempuan dalam pendidikan serta  mendorong kaum perempuan untuk  mengambil bagian dalam setiap aspek kehidupan sebagai bentuk kesetaraan gender.

 

Untuk kedepannya baik pihak Sookmyung Women’s University maupun UPH berharap untuk dapat melanjutkan kerjasama ini dan membentuk pusat kajian perempuan untuk menghasilkan pemimpin wanita  yang berkualitas.

 

“Saya melihat bahwa UPH memiliki sumber daya manusia yang sangat spesial dan pontensial untuk dapat bertumbuh menjadi pemimpin-pemimpin yang mampu memberikan dampak yang baik bagi pemberdayaan wanita secara umum. Saya berharap Sookmyung Women’s University dan UPH dapat bekerjasama lagi bersama dengan universitas-universitas lain dalam melihat dan mengembangakan potensi-potensi lain menjadi isu ditengah masyarakat,” jelas Dr. Myonghee Kim. (hc)

Suasana Dalam Pembukaan UNESCO-UNITWIN Training Program

 

 

UPH Media Relations