29 Maret 2017
Desain Garden Living Space Karya Mahasiswa Arsitektur UPH Raih Juara 1 ‘Urban Housing’
Perancangan rumah tinggal berjudul Garden Living Space, karya Ingvania dan Dannel, mahasiswa Arsitektur UPH 2013, terpilih sebagai juara 1 dalam kompetisi Desain Arsitektur Internasional
 
Rancangan Rumah Tinggal 'Garden Living Space' karya Ingvania dan Dannel
 
 

Perancangan rumah tinggal berjudulGarden Living Space, karya Ingvania dan Dannel, mahasiswa Arsitektur UPH 2013, terpilih sebagai juara 1 dalam kompetisi Desain Arsitektur Internasional  bertema ‘Urban Housing’ yang digelar Himpunan Mahasiswa Arsitektur UK Petra, para tanggal 1-2 Maret 2017, di Surabaya. Karya tersebut mengusung  konsep rumah sebagai taman, dan taman sebagai rumah. Setiap elemen di dalam rumah membentuk suasana dan ruang yang terjadi seperti pada sebuah taman. Konsep yang diusung dalam perancangan ini adalah desain yang mengaburkan batas antar anggota keluarga dan batas antar keluarga dengan alam. Ruang untuk beraktivitas diletakkan pada lantai 2, tanpa dibatasi dinding, sehingga setiap anggota keluarga dapat melakukan kegiatan masing-masing dan tetap memiliki interaksi satu sama lain. Di dalam maupun luar dari rumah terdapat berbagai pepohonan dan elemen-elemen desain pasif, sehingga cahaya alami dan angin dapat masuk dan melewati dalam rumah. Peletakan ruang-ruang diatur untuk mengakomodasi pergerakan kursi roda, sehingga anggota keluarga yang menggunakan kursi roda dapat dengan mudah bergerak di dalam rumah tanpa perlu bantuan orang lain.

 
 
Dalam kompetisi ini para peserta diminta untuk mendesain rumah tinggal yang mengakomodasi kekayaan alam dan kebudayaan setempat, serta secara khusus diharapkan mampu memenuhi kebutuhan setiap anggota keluarga penghuni rumah, yang memiliki kebutuhan berbeda-beda. Uniknya perancangan rumah juga diharapkan bersifat inklusif untuk anggota keluarga yang menggunakan kursi roda. Desain rumah juga harus disesuaikan dengan ukuran yang sudah ditentukan dan lokasi tempat tinggal perkotaan dengan penduduk yang cukup padat.

 Tim Juri bersama Ingvania dan Dannel 
 
Menurut Ingvania dan Dannel, kesulitan dalam menghadapi kompetisi ini adalah soal yang cukup sulit, dengan lahan yang sempit dan kebutuhan penghuni yang berkursi roda, serta berbagai permasalahan yang dapat ditemukan di dalam sebuah kota. Persoalan-persoalan tersebut perlu diselesaikan dengan tetap memikirkan sebuah desain yang unik, sehingga memberikan sebuah pemikiran yang menarik namun dengan pengertian yang mendalam mengenai kebutuhan-kebutuhan teknis.
 
 
 
Bagi Ingvania dan Dannel kompetisi ini merupakan sebuah pengalaman yang berharga dan menyenangkan. Sebagai Mahasiswa tahun terakhir, mereka juga tetap fokus untuk menyelesaikan tugas akhir. Selanjutnya mengembangkan kemampuan untuk karya-karya yang akan dihasilkan setelah lulus. Tidak berhenti sampai disitu, mereka juga terus belajar untuk berani dalam menghasilkan perancangan-perancangan bangunan yang berani dalam berkonsep, menghasilkan sebuah pemikiran-pemikiran baru dalam desain bangunan, salah satunya melalui partisipasi dalam berbagai ajang kompetisi arsitektur yang diadakan setiap tahunnya. (rh)