04 September 2017
UPH Hadirkan Duta Besar Thailand pada Talkshow ‘How to Handle Political Security Cases with Democratic Perspectives’
Universitas Pelita Harapan (UPH) bersama Sekolah Staf dan Pimpinan Kementrian Luar Negri (Sesparlu) menghadirkan Duta Besar Thailand, Phasporn Sangasubana pada seminar bertajuk ‘How to Handle Political Security Cases with Democratic Perspectives’ di ruan
IMG_1549_edit.jpg
Peserta Seminar Saat Mendengarkan Penjelasan dari Prof. Aleksius Jemadu

 

Universitas Pelita Harapan (UPH)  bersama Sekolah Staf dan Pimpinan Kementrian Luar Negri (Sesparlu) menghadirkan Duta Besar Thailand, Phasporn Sangasubana pada seminar bertajuk ‘How to Handle Political Security Cases with Democratic Perspectives’ di ruang serbaguna MYC, UPH Karawaci, Kamis, 31 Agustus 2017.

 

Talkshow ini merupakan kerjasama antara Sesparlu dengan program studi Hubungan Internasional (HI) UPH untuk mendesiminasikan salah satu pilar ASEAN yaitu ASEAN political security community, yaitu perwujudan kedamaian semua negara pada suatu kawasan dalam lingkungan yang harmonis dan demokratis.

 

 

Hadir pada talkshow ini narasumber dari perwakilan ASEAN yaitu Phasporn Sangasubana dan Prof. Aleksius Jemadu, Dekan FISIP UPH, untuk menyampaikan pembahasan dari perspektif akademis.

 

Menurut Aleksius talkshow ini penting bagi mahasiswa UPH khususnya dari program International Relation karena selain South East Asian telah menjadi fokus dan interest of students, talkshow ini memberikan gambaran mengenai perkembangan di Asia Tenggara, serta pengetahuan bagaimana penyelesaian konflik-konflik yang ada di Asia Tenggara secara damai. Dia berharap para pendengar khususnya para mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan yang didapat dari kerjasama yang baik antara UPH dan kementrian luar negri.

 

“Penting bagi kalian sebagai calon pemimpin untuk tahu mengenai ASEAN sebagai platform foreign policy Indonesia pada forum regional. Memperkuat wawasan bargaining Indonesia di negara-negara besar. Mengetahui hubungan Indonesia dengan negara-negara lainnya dalam konteks ASEAN”, ujar Aleksius.

 

Senada dengan Aleksius, Phasporn juga menyatakan bahwa dia berharap para peserta dapat meningkatkan kesadaran mengenai ASEAN, dan apa saja yang ingin ASEAN capai dalam 10 tahun mendatang.

 

 

“Di samping itu, acara ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan mengenai ASEAN pada para generasi muda, sehingga dapat melanjutkan apa yang menjadi visi misi dari ASEAN,” kata Phasporn Sangasubana.

 

Oddo Manuhutu, director Sesparlu yang juga hadir menambahkan bahwa pentingnya talkshow ini untuk mendesiminasikan mengenai ASEAN, serta apa yang sudah dilakukan kementrian luar negri untuk memberikan wawasan tentang isu isu yang menjadi perhatian daripada ASEAN.

 

 

“Saya berharap para pendengar semakin tertarik terhadap isu-isu ASEAN serta lebih tertarik untuk berkontribusi dan memperkuat ASEAN,” tambahnya.

 

Talkshow ini berlangsung selama kurang lebih 1,5 jam dengan diakhiri sesi tanya jawab seusai pemaparan. Baik Oddo dan Alekius menyatakan bahwa mereka cukup puas dengan talkshow yang sudah berlangsung tersebut sebab menurut mereka para peserta antusias, terbukti dengan banyaknya pertanyaan dari sebagian besar mahasiswa HI UPH yang cukup kritis. (tm) 

 
 IMG_1558_edit.jpg  IMG_1540_edit.jpg
Phasporn Sangasubana bersama Prof. Aleksius Jemadu sebagai Pembicara Talkshow ‘How to Handle Political Security Cases with Democratic Perspectives’  (ki-ka) Odo Manuhutu dan Prof. Aleksius Jemadu serta Phasporn Sangasubana (tengah) Berfoto Bersama Para Dosen HI UPH