02 Februari 2018
STPPH Asah Keterampilan Mahasiswa Melalui Program Magang di Industri Hospitality Dalam dan Luar Negeri
Memasuki tahun ketiga atau semester 6 perkuliahan mahasiswa Manajemen Perhotelan, Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) diwajibkan untuk mengikuti program training selama 6 bulan sejak dari bulan Juli sampai Desember 2017
IMG_7640_VaniaKeziaSandraStefano.jpg
(ki-ka) Vania, Kezia, dan Stefano Berfoto bersama Sandra Maleachi, dosen Manajemen Perhotelan UPH
 

Memasuki tahun ketiga atau semester 6 perkuliahan mahasiswa Manajemen Perhotelan, Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) diwajibkan untuk mengikuti program training selama 6 bulan sejak dari bulan Juli sampai Desember 2017. Untuk menjamin standar mutu program magang untuk mahasiswanya, STPPH telah bermitra dengan sejumlah industri hospitality yang memiliki kualifikasi papan atas baik di dalam dan luar negeri. Tujuan dari training ini sendiri selain untuk memperlengkapi mahasiswa dengan apa yang sudah didapat selama kuliah, juga untuk mengimplementasikan ilmu dan keterampilan dalam  bidang pekerjaan yang sesuai dengan bidang perkuliahan.

 

 

Di perhotelan UPH sendiri ada beberapa major di antaranya front office, F&B service, housekeeping, bakery & patisserie production, dan hot kitchen production.

 

 

Praktek Kerja Lapangan (PKL) atau On the Job Training merupakan bagian penting dari pendidikan mahasiswa vokasi terutama di program studi manajemen perhotelan. PKL membantu mahasiswa untuk mempersiapkan diri sebelum terjun ke industri pariwisata yang sesungguhnya. STPPH bekerja sama dengan banyak hotel-hotel bintang 5 di seluruh Indonesia dan luar negeri, seperti Singapura, Thailand, dan Uni Emirat Arab (Dubai). Program PKL diadakan sekali setahun selama 6 bulan, yaitu tiap bulan Juni - Desember dengan peserta mencapai lebih dari 200 orang di tiap periodenya.

 

Selama melaksanakan program PKL, mahasiswa menjadi tanggung jawab hotel atau perusahaan yang melatih mereka. Namun, tidak berarti STPPH melepaskan mereka begitu saja. Dosen STPPH akan melaksanakan program monitoring PKL dimana mereka mengunjungi mahasiswa di tempat PKL mereka, dan memastikan bahwa mahasiswa menerima ilmu yang sesuai dengan departemen dimana mereka melakukan PKL.

 

Yang membanggakan, tidak jarang mahasiswa PKL STPPH membawa pulang prestasi ‘Best Trainee’ dari hotel tempat mereka magang. ini merupakan sebuah prestasi yang berharga, karena mereka terpilih diantara para trainee –tidak jarang jumlahnya ratusan- yang berasal dari berbagai institusi pendidikan pariwisata terkemuka dalam dan luar negeri.

 

 

Menurut Sandra Maleachi, S.Pd.M.A., dosen STPPH, umumnya mahasiswa STPPH yang mengambil program PKL mendapatkan tawaran bekerja dari tempat mereka trainee, dengan penawaran dan benefit yang menarik. Namun ia selalu mengingatkan para mahasiswa untuk kembali dan menyelesaikan studi.

 

“Meski ada beberapa mahasiswa yang memutuskan untuk bekerja, namun lebih banyak mahasiswa kami yang kembali dan menyelesaikan studi.  Kami selalu menanamkan pentingnya bekal akademik sebelum terjun ke dunia profesional,” ungkap Sandra.

 

 

Pengakuan pelaku industri pariwisata atas prestasi mahasiswa STPPH tidak hanya datang dari dalam negeri, tetapi juga dari hotel berbintang 5 di luar negeri.  Contohnya yang diperoleh  Kezia Christine, Manajemen Perhotelan 2015, yang mengikuti program PKL serta mendapat award Best Trainee di Waldorf Astoria Dubai. Kezia mendapat penghargaan tersebut berkat hasil room up-sellingnya yang memberi kenaikan revenue pada company sebesar 60juta.

 Kezia_Waldorf_Austria.jpeg    

“Saya bersyukur mendapat kesempatan PKL di divisi Front Office  hotel Waldorf Astoria Dubai. dan mendapatkan award Best Trainee. Prestasi ini tidak hanya membanggagakan bagi saya tetapi juga STPPH tempat saya studi. Saya boleh berbangga karena kami dari STPPH mampu bersaing dengan trainee lainnya dari berbagai negara. Disini saya menjalani PKL bersama 12 mahasiswa dari institusi pariwisata berbagai negara, seperi Thailand, Kazakhstan, Nepal, dan Rusia. Selama enam bulan PKL sangat berarti bagi saya tidak hanya untuk mengasah keterampilan, tetapi juga menambah kemampuan saya di bidang marketing. Tantang utama pertama saat memulai PKL yaitu menguasai product knowledge  dengan baik. Untungnya saya sudah terbiasa dan dibekali dengan ilmu yang sudah saya dapat di kuliah yang bisa diterapkan disini. Kunci untuk berhasil dalam PKL, harus memiliki inisiatif dan kemauan belajar banyak hal,” tandas Kezia.

 
     
     

Prestasi ‘Best Trainee’ juga diperoleh Vania Dewi dari hotel Ayana Bali tempatnya praktek selama enam bulan. Menurutnya apa yang didapat dari UPH sangat memperlengkapinya.

 IMG_7686_vania_dewi.jpg    

“Kerja di F&B service harus cepat dan efisien, apalagi saya kerja di bagian breakfast yang memiliki tingkat turnover tinggi. Harus tau step-stepnya apa saja supaya dapat menggunakan waktu secara efektif dan tidak buang-buang waktu.  Di sini juga sangat ditekankan bagaimana engage dengan tamu.  Saya bahkan mendapatkan dua kali guest comment di unifocus dan trip advisor, sebuah media review hotel yang dipakai untuk mengukur kinerja hotel. Beberapa kali tamu  mentioned nama saya dengan komen positif di sana. Untuk mendapatkannya tidak mudah, karena kita harus engage dengan tamu dan bahkan tau kesukaan mereka. Kuncinya ya inisiatif. Ini salah satu keterampilan yang saya dapat dari kuliah,” jelas Vania.

 

 

Hal serupa juga dialami oleh Stefano Cendana, yang mengikuti program training di hotel W Bali divisi F&B service.

 IMG_7647_stefano_cendana.jpg    “Hal yang paling membedakan saya dengan trainee lain adalah etos kerja. Saya perhatikan rekan trainee lainnya mereka dalam bekerja kebanyakan sangat perhitungan pada waktu, misalnya meninggalkan pekerjaan pada rekan di shift berikutnya tanpa dibereskan terlebih dulu. Kalau saya, kalau itu pekerjaan saya maka saya harus bereskan sebelum pulang. Para senior juga paling suka dengan seseorang yang memiliki etos kerja bagus dan punya inisiatif. Saya terbilang memiliki tingkat adaptasi tinggi dan komunikasi yang baik. Keterampilan ini saya dapat selama kuliah saat mengerjakan tugas-tugas, seperti penanaman etos kerja, cara pandang positif, serta bagaimana meng-handle tugas dalam waktu yang terbatas dan pressure,” tegas Stefano.

 

Mengamini hal tersebut, Sandra Maleachi, S.Pd.M.A. dapat berbangga sebab keberhasilan para mahasiwa ini tidak terlepas dari interpersonal skill yang sangat dibentuk di STPPH.

 

“Kami sangat menanamkan etos kerja para mahasiswa untuk mempunyai tingkat inisiatif tinggi. Meng-empower mahasiswa. Hal ini juga dapat dibuktikan dengan event besar berikutnya yaitu Hospitour. Kami hanya mengarahkan tidak mendikte,” jelas Sandra. (tm)
 
 Kezia_Magang.jpeg
Kezia (depan ke-empat dari kiri) Berfoto bersama Team dari Waldorf Austria Dubai
 
 
 
Stefano_saat_magang_di_hotel_W_Bali.jpeg
 
Stefano (tengah) saat Berfoto bersama tim dari W hotel Bali
 
 
UPH Media Relations