16 Mei 2018
UPH Hadir di World Post-Graduate Expo 2018
'World Post Graduate Expo' (WPG) 2018 di gelar Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti sebagai puncak perayaan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional).
IMG_1228.jpg
Peresmian Pembukaan World Post Graduate Expo dengan Pemotongan Pita oleh Menteri Nasir (tengah) Didampingi Dino Patti Djalal (kanan)
 
 

'World Post Graduate Expo'  (WPG) 2018 di gelar Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti sebagai puncak perayaan Hardiknas (Hari Pendidikan Nasional).  Acara ini berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC) dari tanggal 12-13 Mei 2018 diikuti lebih dari 52 institusi pendidikan, baik dari perguruan dalam negeri maupun luar negeri seperti dari Malaysia, Eropa, Australia, Taiwan, New Zealand, Jerman, dan lainnya.

Hadir dalam pembukaan pameran Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir bersama Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti yang juga sebagai Ketua Panitia Hardiknas 2018. Usai meresmikan pameran, Menristekdikti dan rombongan pejabat melakukan kunjungan ke booth setiap perguruan tinggi yang hadir.

tim_uph_booth_wgpe.jpg
Naniek N. Setijadi (kanan) bersama Tim di Booth UPH
pada Pameran WGP Expo 2018 
 

Universitas Pelita Harapan (UPH) juga turut hadir dalam pameran kelas dunia ini untuk memperkenalkan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) – Program Integrated Marketing Communication (IMC) di UPH. Hadir di booth UPH, Menteri Nasir disambut hangat oleh Prof. Aleksius Jemadu – Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPH, Naniek N. Setijadi – Associate Dean dari FISIP, dan Stella Stefany S.Sos.,M.I.Kom Dosen Program PJJ UPH. Di booth UPH ini, Menteri dijelaskan seperti apa program PJJ UPH dan bertatap muka langsung dengan mahasiswa PJJ yang berprofesi sebagai pramugari melalui aplikasi Skype.

 

 

Dalam kesempatan tersebut UPH menjelaskan pemanfaatkan teknologi digital melalui  program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) untuk berkontribusi dalam mecerdaskan bangsa dan memberikan akses yang lebih luas kepada berbagai pihak untuk dapat memperoleh pendidikan tinggi yang berkualitas tanpa dibatasi oleh jarak, waktu dan profesi.

Untuk UPH sendiri PJJ atau lebih dikenal dengan Online Learning dianggap sebagai salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan pendidikan di era digital. Melalui model belajar jenjang strata 1 (S1) dengan kurikulum dan tenaga pengajar teruji yang dilakukan dengan sistem online, tanpa perlu tatap muka. Di UPH program Online Learning ini tersedia untuk program Studi (Prodi) Integrated Marketing Communication (IMC).

 
 
 IMG_1195.jpg
Menteri Nasir dalam Pembukaan WGP Expo 2018
 

Menteri mengapresiasi UPH dalam pemanfaatan teknologi untuk mendukung pendidikan jarak jauh. Hal tersebut sejalan dengan upaya Kemenristekdikti dalam memfasilitasi pendidikan tinggi yang optimal bagi generasi muda Indonesia, sebagai mana disampaikan Menteri Nasir dalam pidatonya.

“Pendidikan tinggi optimal yaitu dengan meningkatkan akses pendidikan tinggi dan Angka Partisipasi Kasar (APK) Indonesia yang saat ini masih ada di angka 31,5%.  Artinya masih ada 68,5% generasi muda yang tidak terserap di pendidikan tinggi. Untuk itu Kemenristekdikti saat ini terus mengembangkan pendidikan jarak jauh dengan pemanfaatan teknologi, informasi, dan komunikasi yang maju di era revolusi industri 4.0. Cara kedua, harus tersedianya peluang studi melalui program beasiswa, baik di kampus dalam negeri maupun luar negeri.  Kedua, adalah memberikan peluang studi melalui program beasiswa, baik di kampus dalam negeri maupun luar negeri,” Papar Menteri Nasir. 

 

Selain hal tersebut, Menteri Nasir juga menyinggung mengenai prestasi ilmuwan Diaspora Indonesia yang sukse di luar negeri. Dimana menurut beliau para ilmuwan ini harus dapat diajak untuk berkontribusi membangun bangsa Indonesia.  Hal ini dapat dilakukan melalui kolaborasi riset, seperti yang dilakukan melalui program 'World Class Professor' (WCP).

Sejalan dengan Menteri Nasir, Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti menyatakan bahwa WCP dapat menjadi jembatan para ilmuwan untuk bekerja sama dengan dosen dalam negeri untuk hasilkan publikasi internasional. Di sisi lain, yang menjadi fokus bagi pendidikan Indonesia juga masih dibutuhkannya lulusan Doktor. Untuk menunjang kebutuhan ini, pemerintah memiliki program beasiswa Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) untuk menghasilkan dosen berkualifikasi dosen. 

Selain Menteri Nasir dan Dirjen Ghufron, pada pembukaan ini juga hadir Dino Patti Djalal, Ketua Umum Asosiasi Dosen Indonesia memberikan pesan bagi para dosen.

IMG_1052.jpg
Dino Patti Djalal Memberikan Pesan kepada Jajaran Dosen
yang Hadir dalam Pembukaan WGP Expo 2018 

“Dengan segala kemudahan akses yang ada melalui kemajuan teknologi, jangan sampai kita menjadi manja. Namun kita harus mampu memanfaatkannya untuk kemajuan pendidikan. Kita semua harus selalu lapar untuk mau mengembangkan diri, dan menjadikan kemudahan akses ini sebagai aset untuk lebih maju sebagai dosen Indonesia, menjadi pelopor pendidikan di Indonesia, bahkan mampu menjadikan Indonesia sebagai raksasa Asia,” pesan Dino kepada seluruh hadirin.

 
 

Selain sambutan dan kunjungan Menteri, pameran ini juga dimeriahkan dengan penampilan menarik seperti tarian kontemporer, lenong Betawi, paduan suara, launching aplikasi teknologi untuk Asosiasi Dosen Indonesia, dan launching  'e-learning' atau "Hybrid Learning' melalui Sistem Pembelajaran Daring (SPADA). Diharapkan publik dapat memanfaatkan semaksimal mungkin acara ini untuk mendapat informasi seputar perguruan tinggi. Acara ini juga dikatakan sebagai salah satu wujud kolaborasi sektor privat dalam memberi informasi pada publik. (mt/Siaran Pers Kemenristekdikti).

 
 IMG_1083.jpg
Parade Bendera Simbolisasi Perwakilan Tiap Negara yang Berpartisipasi di Pameran 
 IMG_1122.jpg
Penampilan Tari-tarian dan Musik Betawi Memeriahkan Pameran WGP Expo 2018
 
 
 
 
UPH Media Relations