{"id":185641,"date":"2025-09-10T15:21:08","date_gmt":"2025-09-10T08:21:08","guid":{"rendered":"https:\/\/www.uph.edu\/?p=185641"},"modified":"2025-09-10T15:21:24","modified_gmt":"2025-09-10T08:21:24","slug":"kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/","title":{"rendered":"Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0"},"content":{"rendered":"\n<p>Menurut <a href=\"https:\/\/ayosehat.kemkes.go.id\/gagal-jantung\" target=\"_blank\" rel=\"noreferrer noopener\">Kementerian Kesehatan (Kemenkes)<\/a>, gagal jantung kini menjadi salah satu penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat, sekaligus penyumbang utama angka kesakitan dan kematian di dunia. Kondisi ini bukan hanya memangkas kualitas hidup pasien, tetapi juga memicu komplikasi serius, terutama pada kelompok usia lanjut yang rentan (frail). Di tengah tantangan tersebut, kebutuhan akan terapi yang lebih efektif semakin mendesak. Salah satu terobosan yang mendapat sorotan adalah obat golongan SGLT2 inhibitor\u2014awalnya ditujukan untuk pasien diabetes melitus tipe 2, namun kini terbukti membawa dampak besar bagi penderita gagal jantung.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Didorong oleh urgensi ini,<strong> Jesselyne Aurelia Santoso, mahasiswi Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2022<\/strong>, melakukan kajian mendalam lewat systematic review dan meta-analysis. Hasil penelitiannya mengantarkan Jesselyne meraih Juara Pertama kategori Oral Presentation pada ajang The 7th Jakarta Nephrology Meeting (JNM) 2025, yang digelar pada 8\u201310 Agustus 2025 di Auditorium Indonesian Medical Education and Research Institute FKUI (IMERI FKUI) serta JW Marriott Hotel Jakarta.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDalam kompetisi ini, saya mempresentasikan hasil <em>review <\/em>dan analisis penelitian yang berjudul \u2018<em>Impact of SGLT2 Inhibitors on Cardiovascular Outcomes Across Frailty Levels in Heart Failure\u2019. <\/em>Dalam penelitian ini, saya mengkaji penggunaan <em>SGLT2 inhibitor<\/em>, yaitu obat yang umumnya diberikan pada pasien diabetes melitus tipe 2, penyakit ginjal kronis, dan gagal jantung,\u201d jelas Jesselyne.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tingkat Kerapuhan Pasien, Jadi Fokus Penelitian<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Lebih lanjut Jesselyne menjelaskan bahwa fokus penelitian diarahkan pada pasien gagal jantung dengan berbagai tingkat kerapuhan <em>(frailty).<\/em> Selama ini, penggunaan obat tersebut pada kelompok pasien yang paling rapuh masih jarang dikaji secara mendalam.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMelalui riset ini, saya berusaha menjawab pertanyaan penting tentang seberapa aman dan bermanfaatnya SGLT2 inhibitor bagi pasien dengan tingkat kerapuhan yang berbeda,\u201d ujarnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Hasil penelitiannya menemukan bahwa pasien dengan kerapuhan paling tinggi (<em>most frail<\/em>), yang umumnya memiliki fungsi ginjal rendah, justru memperoleh manfaat terbesar.<em> <\/em><strong><em>S<\/em><\/strong><strong>GLT2 inhibitor terbukti mampu memperlambat penurunan fungsi ginjal secara signifikan<\/strong>, sehingga memberikan perlindungan lebih baik terhadap risiko kerusakan ginjal.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cArtinya, obat ini paling efektif mencegah perburukan fungsi ginjal pada kelompok most frail. Hasil studi saya menunjukkan bahwa<em> <\/em>SGLT2 inhibitor tidak hanya aman, tetapi juga bermanfaat bagi jantung, ginjal, dan metabolisme di semua tingkat kerapuhan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi landasan bagi dokter untuk lebih percaya diri memberikan obat ini kepada pasien yang membutuhkan,\u201d jelas Jesselyne.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Lebih dari Sekadar Prestasi<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Bagi Jesselyne, kemenangan ini bukan sekadar gelar juara atau penghargaan di panggung ilmiah. Kepuasan sejati justru hadir ketika ia menyelami data, menemukan pola, dan menyadari bahwa hasil risetnya berpotensi memberi harapan nyata bagi pasien. Baginya, ilmu kedokteran adalah amanah untuk melayani sesama, bukan sekadar pengetahuan yang berhenti di ruang kelas atau laboratorium.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cMenjadi dokter adalah perjalanan panjang yang tidak hanya berbicara soal kemampuan medis, tetapi juga empati, ketulusan hati, dan kerelaan untuk terus belajar demi orang lain. Saya berharap pengalaman ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman dan adik-adik seperjuangan, khususnya di lingkungan preklinik UPH. Ini bukti bahwa kita tidak perlu menunggu hingga resmi menjadi dokter untuk mulai berdampak nyata. Rasa ingin tahu, ketekunan, dan kepedulian kita hari ini bisa menjadi benih dari inovasi medis di masa depan,\u201d tuturnya.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Dukungan Dosen dan Lingkungan Kampus<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Keberhasilan Jesselyne juga tidak terlepas dari bimbingan para dosen FK UPH, yaitu <strong>Dr. dr. Theo Audi Yanto, Sp.PD, FINASIM, AIFO-K; Dr. dr. Andree Kurniawan, Sp.PD-KHOM, FINASIM<\/strong>; dan <strong>dr. Jeremia Immanuel Siregar, BMedSc, Sp.PD<\/strong>. Bagi Jesselyne para dosen pembimbingnya punya peranan penting dalam membuka dan mendorong ruang belajar baginya.&nbsp;&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>\u201cDengan mengisi libur semester melalui magang preseptor setiap hari dan mengikuti berbagai <em>event <\/em>ilmiah, Jesselyne menunjukkan dedikasi tinggi di bidang metabolik, kardiologi, dan nefrologi. Ide penelitiannya tentang penggunaan SGLT2 inhibitor pada gagal jantung usia lanjut dengan mempertimbangkan <em>frailty<\/em>, menjadi bukti ketekunan dan rasa ingin tahu ilmiah yang luar biasa. Prestasi ini menjadi kebanggaan sekaligus inspirasi bagi kita semua,\u201d ucap Dr. Theo.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Selain bimbingan dosen, pengalaman organisasi turut memperkaya langkah Jesselyne. Ia aktif di SECRET (Science, Education, Clinical Research, Evidence-Based-Medicine, and Technology), organisasi riset mahasiswa FK UPH yang menjadi wadah pertama baginya belajar menulis systematic review dan meta-analysis. Dari sinilah ia menumbuhkan keberanian untuk melangkah ke level kompetisi nasional.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Tentang JNM 2025<\/strong>&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>JNM 2025 adalah pertemuan ilmiah tahunan yang digelar oleh Divisi Nefrologi dan Hipertensi Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI bersama Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM). Tahun ini, JNM 2025 mengusung tema <em>\u201cCardiovascular-Kidney-Metabolic Syndrome in Focus: From Pathophysiology to Personalized Care.\u201d<\/em> Tema tersebut menyoroti hubungan kompleks antara jantung, ginjal, dan sistem metabolik, sekaligus membuka diskusi tentang pentingnya pendekatan personal dalam penanganan pasien.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>JNM 2025 menghadirkan rangkaian aktivitas ilmiah, meliputi <em>workshop interaktif<\/em>; simposium; sesi <em>Meet the Expert<\/em>; <em>plenary lectures; <\/em>serta<em> <\/em>pameran industri farmasi dan alat medis. JNM 2025 juga menjadi ajang kompetisi ilmiah melalui kategori <em>Oral Presentation<\/em> dan <em>Poster Presentation<\/em>. Acara ini merupakan wadah bagi peneliti muda maupun profesional untuk berkarya dan berkontribusi bagi perkembangan kedokteran.&nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p>Prestasi yang diraih Jesselyne membuktikan bahwa keberhasilan dapat lahir dari kombinasi semangat riset, bimbingan dosen, serta lingkungan kampus yang mendorong pertumbuhan. Melalui kompetisi seperti ini, mahasiswa tidak hanya diasah untuk mengembangkan kemampuan akademis dan kepemimpinan, tetapi juga dipanggil untuk menghadirkan dampak nyata bagi sesama. Inilah wujud nyata komitmen UPH dalam melahirkan lulusan yang takut akan Tuhan, unggul di bidangnya, dan siap berkontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), gagal jantung kini menjadi salah satu penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat, sekaligus penyumbang utama angka kesakitan dan kematian di dunia. Kondisi ini bukan hanya memangkas kualitas hidup pasien, tetapi juga memicu komplikasi serius, terutama pada kelompok usia lanjut yang rentan (frail). Di tengah tantangan tersebut, kebutuhan akan terapi yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":14,"featured_media":185639,"parent":0,"comment_status":"closed","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_acf_changed":false,"inline_featured_image":false,"footnotes":""},"categories":[968,986],"tags":[1001,1000],"class_list":["post-185641","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-medical-sciences-id","category-pencapaian","tag-fakultas-kedokteran-uph-id","tag-kedokteran-uph-id"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v26.2 (Yoast SEO v26.2) - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0 - UPH | Universitas Pelita Harapan<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), gagal jantung kini menjadi salah satu penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat, sekaligus penyumbang utama angka kesakitan dan kematian di dunia. Kondisi ini bukan hanya memangkas kualitas hidup pasien, tetapi juga memicu komplikasi serius, terutama pada kelompok usia lanjut yang rentan (frail). Di tengah tantangan tersebut, kebutuhan akan terapi yang [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"UPH | Universitas Pelita Harapan\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/UPHImpactlives\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2025-09-10T08:21:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2025-09-10T08:21:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/NEW-Featured-Images-Prestasi-FK-Juara-1-JNM-.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"900\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Meishiana Tirtana\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@uphimpactslives\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@uphimpactslives\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Meishiana Tirtana\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/\"},\"author\":{\"name\":\"Meishiana Tirtana\",\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/#\/schema\/person\/d3a186c6ba256c24dab0dec3b9571ecb\"},\"headline\":\"Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0\",\"datePublished\":\"2025-09-10T08:21:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-10T08:21:24+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/\"},\"wordCount\":877,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/NEW-Featured-Images-Prestasi-FK-Juara-1-JNM-.jpg\",\"keywords\":[\"Fakultas Kedokteran UPH\",\"Kedokteran uph\"],\"articleSection\":[\"Medical Sciences\",\"Pencapaian\"],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/\",\"url\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/\",\"name\":\"Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0 - UPH | Universitas Pelita Harapan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/NEW-Featured-Images-Prestasi-FK-Juara-1-JNM-.jpg\",\"datePublished\":\"2025-09-10T08:21:08+00:00\",\"dateModified\":\"2025-09-10T08:21:24+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id-ID\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/NEW-Featured-Images-Prestasi-FK-Juara-1-JNM-.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/NEW-Featured-Images-Prestasi-FK-Juara-1-JNM-.jpg\",\"width\":1600,\"height\":900},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/#website\",\"url\":\"https:\/\/www.uph.edu\/\",\"name\":\"Universitas Pelita Harapan\",\"description\":\"True Knowledge, Faith in Christ, Godly Character\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/#organization\"},\"alternateName\":\"UPH\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/www.uph.edu\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id-ID\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/#organization\",\"name\":\"Universitas Pelita Harapan\",\"alternateName\":\"UPH\",\"url\":\"https:\/\/www.uph.edu\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-uph-universitas-pelita-harapan-logo.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-uph-universitas-pelita-harapan-logo.png\",\"width\":512,\"height\":512,\"caption\":\"Universitas Pelita Harapan\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.facebook.com\/UPHImpactlives\",\"https:\/\/x.com\/uphimpactslives\",\"https:\/\/www.instagram.com\/uphimpactslives\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/#\/schema\/person\/d3a186c6ba256c24dab0dec3b9571ecb\",\"name\":\"Meishiana Tirtana\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id-ID\",\"@id\":\"https:\/\/www.uph.edu\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3869505f630e139f2e3e5b781f1aac1?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3869505f630e139f2e3e5b781f1aac1?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Meishiana Tirtana\"},\"url\":\"https:\/\/www.uph.edu\/id\/author\/meishiana-tirtana\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0 - UPH | Universitas Pelita Harapan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0","og_description":"Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes), gagal jantung kini menjadi salah satu penyakit kardiovaskular dengan prevalensi yang terus meningkat, sekaligus penyumbang utama angka kesakitan dan kematian di dunia. Kondisi ini bukan hanya memangkas kualitas hidup pasien, tetapi juga memicu komplikasi serius, terutama pada kelompok usia lanjut yang rentan (frail). Di tengah tantangan tersebut, kebutuhan akan terapi yang [&hellip;]","og_url":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/","og_site_name":"UPH | Universitas Pelita Harapan","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/UPHImpactlives","article_published_time":"2025-09-10T08:21:08+00:00","article_modified_time":"2025-09-10T08:21:24+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":900,"url":"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/NEW-Featured-Images-Prestasi-FK-Juara-1-JNM-.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Meishiana Tirtana","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@uphimpactslives","twitter_site":"@uphimpactslives","twitter_misc":{"Written by":"Meishiana Tirtana","Est. reading time":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/"},"author":{"name":"Meishiana Tirtana","@id":"https:\/\/www.uph.edu\/#\/schema\/person\/d3a186c6ba256c24dab0dec3b9571ecb"},"headline":"Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0","datePublished":"2025-09-10T08:21:08+00:00","dateModified":"2025-09-10T08:21:24+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/"},"wordCount":877,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.uph.edu\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/NEW-Featured-Images-Prestasi-FK-Juara-1-JNM-.jpg","keywords":["Fakultas Kedokteran UPH","Kedokteran uph"],"articleSection":["Medical Sciences","Pencapaian"],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/","url":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/","name":"Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0 - UPH | Universitas Pelita Harapan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.uph.edu\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/NEW-Featured-Images-Prestasi-FK-Juara-1-JNM-.jpg","datePublished":"2025-09-10T08:21:08+00:00","dateModified":"2025-09-10T08:21:24+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id-ID","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/NEW-Featured-Images-Prestasi-FK-Juara-1-JNM-.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2025\/09\/NEW-Featured-Images-Prestasi-FK-Juara-1-JNM-.jpg","width":1600,"height":900},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/2025\/09\/10\/kaji-penggunaan-sglt2-inhibitor-untuk-pasien-gagal-jantung-mahasiswi-kedokteran-uph-juara-pertama-di-ajang-jakarta-nephrology-meeting-2025\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Kaji Penggunaan SGLT2 Inhibitor untuk Pasien Gagal Jantung, Mahasiswi Kedokteran UPH Juara Pertama di Ajang Jakarta Nephrology Meeting 2025\u00a0"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.uph.edu\/#website","url":"https:\/\/www.uph.edu\/","name":"Universitas Pelita Harapan","description":"True Knowledge, Faith in Christ, Godly Character","publisher":{"@id":"https:\/\/www.uph.edu\/#organization"},"alternateName":"UPH","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.uph.edu\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id-ID"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.uph.edu\/#organization","name":"Universitas Pelita Harapan","alternateName":"UPH","url":"https:\/\/www.uph.edu\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/www.uph.edu\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-uph-universitas-pelita-harapan-logo.png","contentUrl":"https:\/\/www.uph.edu\/wp-content\/uploads\/2023\/10\/cropped-uph-universitas-pelita-harapan-logo.png","width":512,"height":512,"caption":"Universitas Pelita Harapan"},"image":{"@id":"https:\/\/www.uph.edu\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/UPHImpactlives","https:\/\/x.com\/uphimpactslives","https:\/\/www.instagram.com\/uphimpactslives\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.uph.edu\/#\/schema\/person\/d3a186c6ba256c24dab0dec3b9571ecb","name":"Meishiana Tirtana","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id-ID","@id":"https:\/\/www.uph.edu\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3869505f630e139f2e3e5b781f1aac1?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3869505f630e139f2e3e5b781f1aac1?s=96&d=mm&r=g","caption":"Meishiana Tirtana"},"url":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/author\/meishiana-tirtana\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185641","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/14"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=185641"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185641\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":185642,"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/185641\/revisions\/185642"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/185639"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=185641"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=185641"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.uph.edu\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=185641"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}