Page 5 - Brochure FAI C Level
P. 5

  PRESTASI
Bahas Etika hingga Perlindungan Data Esports,
Tim Mahasiswa Hukum UPH Raih Juara 3
Kompetisi Debat Nasional, DCLC VI, 2025
krusialnya peran hukum yang adaptif dan relevan di tengah
 Prestasi UPH — Tim FH UPH berhasil meraih juara 3 dalam Darma Cendika Law Competition VI
Pesatnya pertumbuhan industri esports (olahraga elektronik) di Indonesia membawa peluang besar sekaligus tantangan serius, mulai dari etika berkompetisi, perlindungan data pribadi,
hingga kesehatan mental para pemain. Kondisi ini menunjukkan
perkembangan teknologi dan olahraga digital.
Isu inilah yang menjadi fokus dalam lomba debat Darma Cendika Law Competition (DCLC) VI 2025. Dalam kompetisi ini, mahasiswa Fakultas Hukum (FH) UPH berhasil meraih Juara III. Tim delegasi FH UPH, yang terdiri dari Danishel Subiran (2023), Lathifah (2023), Bambang Priyatna Kusuma (2024), dan Lauren Angel Gunawan (2023), menunjukkan kemampuan argumentasi yang tajam dan relevan, sekaligus menegaskan pentingnya pemahaman hukum di era esports yang berkembang pesat.
Kompetisi ini digelar melalui sejumlah tahapan, mulai dari babak penyisihan hingga final. Pada setiap tahap, peserta dihadapkan pada mosi (topik dasar perdebatan) yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan penyampaian argumen yang sistematis, mendalam, dan mudah dipahami. Hingga di babak final pada 23 Oktober 2025, Tim Delegasi FH UPH berhasil meraih Juara III. Baca selengkapnya
 Mengangkat Isu KDRT dari Perspektif Iman,
Mahasiswi Psikologi UPH Raih Best Presenter
di SEAIP 2025
Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) masih menjadi persoalan serius di Indonesia. Hingga 4 September 2025 tercatat lebih dari 10.240 perkara KDRT dilaporkan, dengan rata-
rata lebih dari 1.000 kasus tercatat setiap bulannya menurut data terbaru dari Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas). Di balik angka tersebut, tersimpan pengalaman personal yang kerap luput disorot, khususnya ketika KDRT dialami oleh perempuan Kristen dengan tingkat religiusitas tinggi yang telah menikah. Ketegangan antara iman, komitmen pernikahan, dan realitas kekerasan inilah yang menjadi landasan dari riset Gracia Samantha Marcell, mahasiswi Program Studi Psikologi Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2022. Riset ini telah mengantarkannya meraih Best Presenter kategori mahasiswa dalam The 5th Southeast Asian Indigenous Psychology (SEAIP) Conference 2025.
SEAIP Conference merupakan forum akademik regional yang mempertemukan peneliti dan mahasiswa Asia Tenggara dalam pengembangan psikologi berbasis konteks budaya. Dalam konferensi tersebut, Gracia mempresentasikan penelitiannya yang berjudul “The Meaning of Marriage and Marital Commitment Among Highly Religious Christian Victims of Domestic Violence”.
Riset ini mengkaji bagaimana perempuan Kristen dengan religiusitas tinggi memaknai pernikahan dan komitmen ketika berada dalam relasi rumah tangga yang sarat kekerasan.
Baca Selengkapnya
  Prestasi UPH — Gracia Samantha Marcell (Psikologi, 2022), raih Best Presenter di kompetisi SEAIP Conference 2025.
  UPH NEWS | FEBRUARI - MARET 2026 5














































































   3   4   5   6   7