NEWS & PUBLICATION

LEADSPIRE 2025 UPH Kampus Medan: Siapkan Pemimpin Muda yang Melayani dan Berdampak

10/12/2025 Student Life

LEADSPIRE 2025 UPH Kampus Medan: Siapkan Pemimpin Muda yang Melayani dan Berdampak

Sebagai rangkaian dari Leadership Pathway untuk mahasiswa baru, Universitas Pelita Harapan (UPH) Kampus Medan bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) menyelenggarakan seminar bertajuk “LEADSPIRE” pada 10 dan 12 November 2025 di UPH Medan Lippo Plaza Campus. Kegiatan ini dirancang untuk menanamkan visi kepemimpinan sejak dini, memperluas wawasan mahasiswa mengenai dinamika organisasi kampus, dan memotivasi mereka untuk mengambil peran nyata dalam membentuk budaya kepemimpinan yang kolaboratif di lingkungan UPH. Selain dihadiri oleh mahasiswa tahun pertama, kegiatan ini turut dihadiri oleh sekitar 250 peserta dari kalangan publik termasuk siswa-siswa SMA yang ingin mengenal lebih jauh ekosistem kepemimpinan di UPH.

Dalam sambutannya, Daniel Cassa Augustinus, S.Si., MM.Par., Ph.D., selaku Kepala UPH Kampus Medan, menyampaikan dukungannya terhadap lahirnya pemimpin muda yang siap memberi dampak.

“Kami percaya bahwa kepemimpinan yang berintegritas dan inovatif tidak hanya dibentuk di ruang kelas, tetapi melalui pengalaman yang menolong mahasiswa melihat tantangan sebagai peluang. Melalui Leadspire, kami berharap lahir pemimpin muda yang berkembang secara holistik—memiliki karakter, kompetensi, dan hati yang melayani. Di UPH, kepemimpinan adalah panggilan untuk memberi dampak, dan kami menyerahkan tongkat estafet ini kepada para pemuda agar mereka menghadirkan gagasan-gagasan baru yang memperkuat budaya kepemimpinan yang melayani,” ujarnya.

Kisah Alumni: Kepemimpinan yang Memberikan Dampak

Kegiatan dibuka dengan sesi Talk Show “Leadership Journey” yang menghadirkan tiga alumni UPH Medan yang telah lama berkecimpung dalam kepemimpinan organisasi yaitu Jovan Amando, S.M., CSMA, Ketua Majelis Perwakilan Mahasiswa (MPM) UPH Medan 2019/2020, Karen, Most Congenial Ambassadors of UPH Medan 2022/2023, dan Vincent Tanaka, Kepala Koordinator I MPM UPH Medan 2024/2025. Sesi ini dipandu oleh Bonnarty Silalahi, M.Th., Kepala Bidang Kemahasiswaan (SDAE) UPH Kampus Medan.

Dalam diskusi tersebut, para alumni menegaskan bahwa kepemimpinan adalah salah satu kemampuan yang semakin dibutuhkan dalam lanskap dunia industri dan usaha, sejalan dengan laporan Future of Jobs Report 2025 oleh World Economic Forum yang menempatkannya dalam Top 10 core skills dan Top 10 fastest growing skills. Mereka menggambarkan organisasi kemahasiswaan sebagai sebuah “laboratorium kepemimpinan” yang memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengasah soft skills—mulai dari komunikasi, karakter, hingga kemampuan mengambil keputusan—yang tidak selalu dapat diperoleh melalui pembelajaran di ruang kelas.

Jovan membagikan pengalamannya ketika pertama kali memutuskan untuk bergabung dalam organisasi. Ia mengaku bahwa keraguan adalah perasaan yang sangat wajar, bahkan dialaminya sendiri.

“Ketika saya pertama kali masuk organisasi, saya juga punya banyak keraguan. Tapi justru melalui proses itu saya belajar bahwa kepemimpinan bukan tentang merasa siap sejak awal, melainkan tentang berani bertumbuh sambil berjalan,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Karen menekankan bahwa kepemimpinan sejati selalu bermula dari komitmen untuk melayani. Ia mengenang masa awal bergabung di organisasi, ketika ia belum mengenal banyak orang dan sempat meragukan kemampuannya.

“Saya belajar bahwa memimpin selalu dimulai dari hati yang mau melayani. Ketika aktif di UPH, saya sering menemui situasi di mana saya harus mendengarkan, memahami kebutuhan teman-teman, dan hadir bahkan ketika hal itu tidak terlihat oleh banyak orang. Dari pengalaman itu, saya perlahan menyadari bahwa kepemimpinan yang berdampak lahir dari kerendahan hati untuk hadir bagi orang lain,” ungkap Karen.

Sementara itu, Vincent menyoroti pentingnya membangun keyakinan diri melalui pengalaman nyata. Baginya, setiap tantangan dalam organisasi justru menjadi ruang belajar yang membentuk karakter kepemimpinan yang tahan proses.

“Bergabung dalam organisasi membuat saya melihat bahwa setiap tantangan bisa menjadi ruang untuk membangun keyakinan diri. Saat memimpin di UPH, saya belajar menghadapi dinamika tim dan mengambil keputusan di situasi yang tidak selalu ideal. Dari sana saya sadar bahwa kita tidak harus sempurna, tapi kita harus mau belajar. Kepemimpinan yang bertahan adalah kepemimpinan yang didorong oleh tujuan, bukan hanya posisi,” tutur Vincent.

Melalui kisah para alumni, peserta diajak memahami bahwa fondasi kepemimpinan di UPH adalah kepemimpinan yang tidak hanya mengejar prestasi, tetapi menghadirkan dampak bagi sesama.

Mengelola Waktu, Mengembangkan Diri: Fondasi Pemimpin yang Tangguh

Sesi kedua menghadirkan perspektif psikologi dalam membangun kepemimpinan efektif, dipandu oleh pakar Psikologi yakni Jeffry, M.Psi., Psikolog. Melalui aktivitas yang interaktif dan reflektif, Jeffry mengajak peserta memahami bahwa kemampuan mengelola waktu bukan sekadar keahlian tambahan, tetapi bagian dari kesiapan mental seorang pemimpin.

Time management bukan kemampuan spesial untuk mereka yang sibuk saja, tetapi keterampilan dasar yang harus dimiliki siapa pun yang ingin bertahan dan berkembang di dunia yang bergerak cepat,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa pengembangan diri adalah inti dari proses kepemimpinan. Kedisiplinan, kemampuan menetapkan prioritas, serta kemauan untuk berefleksi menjadi fondasi bagi kepemimpinan yang matang.

“Pemimpin yang baik bukan hanya yang mampu mengatur orang lain, tetapi yang terlebih dulu mampu mengelola dirinya dari waktunya, energinya, dan proses bertumbuhnya. Di UPH, saya melihat banyak mahasiswa yang sebenarnya punya potensi besar, tetapi potensi itu hanya bisa berkembang ketika mereka belajar menata diri. Kepemimpinan dimulai dari kemampuan sederhana untuk mengenali batas, menetapkan prioritas, dan konsisten membangun kebiasaan yang sehat,” jelasnya.

Melalui sesi ini, peserta diajak menyadari bahwa kepemimpinan yang berdampak tidak hanya dibentuk oleh pencapaian besar, tetapi juga oleh kebiasaan kecil yang ditanamkan hari demi hari.

Seluruh rangkaian kegiatan ‘Leadspire’ menegaskan komitmen UPH Kampus Medan dalam membentuk mahasiswa yang bukan hanya cakap secara intelektual, tetapi juga matang dalam karakter dan kepemimpinan. Melalui rangkaian pembekalan, inspirasi alumni, serta pendampingan para ahli, mahasiswa diajak untuk memulai perjalanan kepemimpinan yang berakar pada kerendahan hati, disiplin diri, dan kemauan untuk melayani. Lebih dari itu, UPH terus berkomitmen untuk menghadirkan lingkungan belajar yang secara holistik membentuk lulusan yang takut akan Tuhan, kompeten, serta berperan sebagai pemimpin yang menghadirkan dampak nyata bagi komunitas, bangsa, dan dunia.