NEWS & PUBLICATION

Kaji Teknologi Udara dan Maritim, Tiga Mahasiswi Hukum UPH Borong Juara di Ajang Hukum Internasional 2025 Tingkat Nasional

08/01/2026 Achievements, Law

Kaji Teknologi Udara dan Maritim, Tiga Mahasiswi Hukum UPH Borong Juara di Ajang Hukum Internasional 2025 Tingkat Nasional

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi udara dan maritim yang kian menantang konsep kedaulatan negara, peran hukum internasional menjadi krusial dalam menjaga kepastian dan tata kelola global. Isu inilah yang diangkat oleh tiga mahasiswi Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) angkatan 2025 hingga mengantarkan mereka meraih Juara Satu, Best Paper, dan Best Presentation dalam ajang International Law Competition (ILCOMP) 2025 tingkat nasional.

Melalui karya berjudul “Archipelago Without Borders: Regulating Drones, Submarines, and Satellites in Indonesia Consistent with International Law,” tim FH UPH yang terdiri dari Victoria Eve Nirwan, Jocelyn Oentoro, dan Salwa Amalina Chaidir mengkaji pengaturan teknologi modern, yakni drone, kapal selam, hingga satelit, dalam perspektif hukum internasional. Kajian ini menyoroti urgensi penguatan kedaulatan Indonesia sebagai negara kepulauan di tengah pesatnya perkembangan teknologi udara dan maritim.

“Perkembangan teknologi udara dan maritim menghadirkan tantangan baru bagi konsep kedaulatan negara, terutama bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Melalui kajian ini, kami ingin melihat bagaimana hukum internasional dapat menjadi kerangka yang relevan dalam mengatur penggunaan teknologi tersebut secara bertanggung jawab,” ujar Victoria Eve Nirwan selaku Ketua Delegasi.

Kajian inilah yang kemudian mendapat perhatian dalam ajang ILCOMP 2025 melalui analisis berbasis data dan argumentasi yang tajam. ILCOMP 2025 sendiri adalah kompetisi nasional yang mempertemukan mahasiswa S1 Fakultas Hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Hukum Internasional Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran (HIMAINT FH UNPAD) pada 1 November 2025, ILCOMP menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menguji kemampuan riset, analisis hukum internasional, serta penyampaian argumentasi di hadapan akademisi dan praktisi.  

Victoria menambahkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil dari dedikasi dan kerja sama tim sejak awal masa studi mereka di UPH.

“Kompetisi ini mendorong kami untuk berpikir kritis dan kreatif, terutama dalam menghubungkan Hukum Humaniter Internasional, Hukum Laut, dan Hukum Udara dalam konteks konflik bersenjata. Kami bangga bisa membawa pulang penghargaan ini untuk UPH, dan sangat berterima kasih atas dukungan para dosen pembimbing serta kesempatan untuk mewakili universitas di ajang bergengsi ini,” ujar Victoria.

Pengalaman serupa dirasakan Jocelyn Oentoro. Ia menilai, kompetisi ini membuka wawasan baru tentang hukum internasional, khususnya dalam menyusun karya ilmiah yang sistematis dan argumentatif.

“Meski tidak mudah, kesempatan berkompetisi ini sangat baik untuk mengembangkan pengetahuan kami terkait cara menulis esai dengan benar. Tidak hanya itu, kompetisi ini sangat membantu meningkatkan skill berbicara di depan umum terutama saat berpresentasi,” ucapnya.

Sementara itu, Salwa Amalina Chaidir, menyoroti dinamika kerja tim sebagai bagian penting dari proses persiapan. Menurutnya, berbagai tantangan dalam komunikasi dan kolaborasi justru menjadi ruang belajar untuk saling memahami, beradaptasi, dan mendukung satu sama lain.

“Kami berusaha menyelesaikan setiap kendala bersama serta saling mendukung satu sama lain. Melalui proses yang panjang dan penuh pembelajaran, seluruh usaha, kerja keras, dan waktu yang kami curahkan akhirnya terbayarkan dengan pencapaian yang kami peroleh,” kata Salwa.

Keberhasilan tim FH UPH juga didukung oleh International Law Moot Court Community (ILMCC) FH UPH, organisasi mahasiswa yang fokus mengasah kemampuan hukum internasional melalui partisipasi di kompetisi bergengsi, baik nasional maupun internasional. Peran para dosen pembimbing, Jessica Los Baños, JD, MTM, MBA, dan Laurenzia Luna, S.Sos., M.H., juga menjadi pilar penting dalam membimbing tim.

Prestasi ini menjadi wujud nyata komitmen UPH dalam mendorong mahasiswa untuk aktif dan berprestasi sejak awal masa studi. Melalui pendidikan holistik yang terintegrasi di dalam dan luar kelas, UPH mempersiapkan generasi muda yang takut akan Tuhan, profesional, dan siap memberi dampak bagi masyarakat.