05/03/2026 Achievements, Law
Upaya pemberantasan korupsi tidak berhenti pada menghukum pelaku. Pengembalian aset hasil kejahatan menjadi langkah krusial untuk memulihkan kerugian negara dan mengembalikan hak masyarakat. Di tengah urgensi tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) angkatan 2025, yakni Candice Audrey Gunawan, Ailin Canda Kusuma Efendi, dan Sharliz Bintoro Putri menghadirkan gagasan solutif terkait optimalisasi implementasi Undang-Undang Perampasan Aset. Gagasan yang mereka susun berhasil meraih Juara Ketiga di Kompetisi Esai Nasional Annual Recht Event yang diselenggarakan oleh Universitas Sahid Jakarta.
Annual Recht Event merupakan kompetisi tahunan yang mempertemukan mahasiswa hukum dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk merespons persoalan hukum kontemporer. Mengusung tema “Pemuda Bicara Integritas: Membangun Indonesia Tanpa Korupsi,” ajang yang berlangsung pada 15 Desember 2025 ini mendorong peserta menyajikan analisis yang kritis, komprehensif, dan aplikatif.
Melalui esai bertajuk “Optimalisasi Implementasi Undang-Undang Perampasan Aset,” tim FH UPH menyoroti peran mahasiswa dalam edukasi publik, pengawasan kebijakan, serta kolaborasi dengan lembaga antikorupsi demi pemulihan kerugian negara yang lebih efektif.
“Isu perampasan aset itu penting karena pemberantasan korupsi tidak boleh berhenti pada memenjarakan pelaku. Negara perlu memastikan aset hasil kejahatan dapat kembali untuk kepentingan masyarakat. Lewat esai ini, kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa hukum dapat berkontribusi nyata. Bukan hanya sebatas belajar teori, tapi juga mengambil peran nyata seperti meningkatkan literasi hukum di masyarakat, mengawal implementasi kebijakan, sampai mendorong kolaborasi dengan lembaga antikorupsi agar undang-undang tersebut benar-benar berjalan efektif. Kami berharap gagasan ini bisa menjadi langkah kecil untuk membangun sistem yang lebih adil dan transparan,” ujar Candice.
Gagasan tersebut tidak lahir secara instan. Di balik ide yang ditawarkan, terdapat proses riset dan diskusi yang mendalam untuk memastikan setiap argumentasi memiliki dasar yang kuat dan solutif. Ailin menjelaskan bahwa kompetisi ini melatih mereka menyusun argumentasi secara sistematis dan berbasis data.
“Kami belajar membangun argumen yang terstruktur, berpikir kritis, dan menemukan solusi yang realistis serta relevan dengan kondisi Indonesia,” tuturnya.
Sementara itu, Sharliz menekankan bahwa pendekatan yang mereka ambil tidak berhenti pada kajian normatif, melainkan menawarkan strategi konkret yang dapat dijalankan mahasiswa.
“Sejak awal kami sepakat bahwa esai ini tidak boleh berhenti pada teori. Kami ingin menawarkan langkah yang realistis dan aplikatif, seperti edukasi hukum ke masyarakat atau terlibat dalam advokasi kebijakan. Dari situ saya belajar bahwa mahasiswa hukum juga punya peran nyata dalam mendorong perubahan sistemik, bukan hanya sebagai pengamat,” ujar Sharliz.
Bagi ketiga mahasiswa FH UPH, capaian ini tidak terlepas dari dukungan dan pendampingan dosen pembimbing, Dr. Fajar Sugianto, S.H., M.H. Menurutnya, proses membimbing mahasiswa dalam kompetisi merupakan bagian dari praktik pembelajaran yang memberi ruang pembentukan karakter dan integritas calon sarjana hukum sejak dini.
“Saya melihat mereka bukan hanya berkembang secara akademik, tetapi juga dalam sikap. Lewat proses ini mereka belajar untuk menjadi lebih peka terhadap persoalan publik dan berani menawarkan solusi. Itu yang paling penting dari seorang calon sarjana hukum, yaitu memiliki hati untuk melayani keadilan, bukan sekadar memahami pasal,” ujarnya.
Prestasi ini menegaskan komitmen FH UPH dalam membekali mahasiswa dengan keberanian, integritas, dan kepekaan sosial sejak awal perkuliahan. Lebih dari sekadar capaian akademik, keberhasilan Candice, Ailin, dan Sharliz menunjukkan bahwa generasi muda hukum Indonesia mampu menghadirkan gagasan yang relevan dan berdampak bagi masyarakat. Hal ini sejalan dengan komitmen UPH dalam menyelenggarakan pendidikan holistis untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi generasi pemimpin unggul yang takut akan Tuhan, profesional, dan siap berkontribusi secara nyata.