12/01/2026 Medical Sciences
Di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan dan air bersih pascabencana banjir dan tanah longsor, kehadiran tenaga medis menjadi kebutuhan mendesak bagi masyarakat terdampak. Menjawab kondisi tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) melalui Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Tanggap Darurat Bencana turun langsung memberikan pelayanan kesehatan dan bantuan air bersih bagi warga Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 26–27 Desember 2025.
Tim PkM Tanggap Darurat Bencana FK UPH memberikan pemeriksaan dan pengobatan medis, menyalurkan bantuan obat-obatan, serta memasang tiga unit water purifier di sejumlah titik strategis berdasarkan pemetaan Dinas Kesehatan Kabupaten Agam guna memastikan ketersediaan air layak konsumsi. Selain itu, tim juga memberikan edukasi kepada tenaga kesehatan dan masyarakat tentang pentingnya kesiapsiagaan, respons cepat, serta kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi bencana.
“Melalui program pendampingan ini, kami berharap dapat berkontribusi dalam mempercepat pemulihan para pengungsi, sekaligus memperkuat ketangguhan masyarakat menghadapi situasi darurat di masa mendatang,” ujar Dr. dr. Nata Pratama Hardjo Lugito, Sp.PD., Ketua Tim PkM Tanggap Darurat Bencana FK UPH.
Kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, antara lain Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Agam, Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, serta tim medis dari Puskesmas Maninjau. Selain itu, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Tanggap Darurat Bencana yang diselenggarakan oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikti Saintek RI). Inisiatif ini menegaskan peran perguruan tinggi yang tidak hanya terbatas pada pendidikan dan penelitian, tetapi juga hadir bagi masyarakat dalam situasi krisis.
Tim PkM Tanggap Darurat Bencana FK UPH terdiri atas 10 tenaga medis profesional dari Rumah Sakit Siloam, dengan tujuh di antaranya merupakan dosen FK UPH. Tim ini dipimpin oleh Prof. Dr. Dr. dr. Eka Julianta Wahjoepramono, Sp.BS(K), Ph.D., selaku Dekan FK UPH, bersama Dr. dr. Nata Pratama Hardjo Lugito, Sp.PD.
Kegiatan ini juga didukung oleh jajaran dokter dan tenaga kesehatan lintas disiplin, yakni Dr. dr. Erna Kristiani, Sp.PA; Dr. dr. Andree Kurniawan, Sp.PD., KHOM, FINASIM; Dr. Veli Sungono, SKM., M.S.; dr. Dyana Safitri Velies, Sp.OG., Subs Obsos; Dr. dr. Hannah Kiati Damar, Sp.KK; Dr. dr. Titis Dewi Wahyuni, Sp.P.; dr. Gloria Clementine, MPH; serta dr. Alvin Firdaus Muhammad, alumni FK UPH angkatan 2018.
Menjangkau Penyintas di Tengah Kondisi Darurat
Pelayanan kesehatan yang diberikan mengungkap berbagai persoalan medis yang dialami para penyintas bencana. Keluhan terbanyak berkaitan dengan dampak lingkungan pascabencana, khususnya infeksi kulit seperti pedikulosis capitis (kutu rambut), tinea capitis (infeksi jamur pada kulit kepala), dan skabies (kudis akibat tungau). Selain itu, tim medis juga menangani kasus hipertensi, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), gangguan pencernaan seperti dispepsia, luka terbuka, serta pasien dengan penyakit kronis yang tetap membutuhkan pengobatan rutin di tengah kondisi darurat. Pelayanan kesehatan dilakukan di sejumlah lokasi terdampak bencana. Pada hari pertama, tim melayani pengungsi di Posko Pengungsian Jorong Labuah, Kabupaten Agam, yang menampung warga terdampak tanah longsor pada 23 November dan 25 Desember 2025. Di lokasi ini, tim memberikan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan dasar kepada 22 pasien dengan keluhan akibat cuaca ekstrem, penurunan kualitas udara, dan kondisi sanitasi yang belum optimal. Pelayanan kemudian dilanjutkan di Rumah Peduli Bencana Nagari Salareh, Lubuk Basung, dengan empat pasien yang menerima layanan medis.
Pada hari kedua, pelayanan difokuskan di Puskesmas Maninjau, wilayah yang terdampak langsung banjir dan tanah longsor pada 23 November 2025. Kondisi puskesmas cukup menantang karena area longsor berada sekitar 4–5meter dari bangunan dan menyebabkan kerusakan sedang hingga berat. Meski demikian, pelayanan kesehatan tetap berjalan dan berhasil melayani 95 pasien dari masyarakat sekitar.
Dr. Nata mengungkapkan bahwa tantangan di lapangan masih cukup besar, terutama terkait keterbatasan sumber daya manusia serta ketersediaan obat-obatan dan alat kesehatan. Namun, kehadiran Program Tanggap Darurat Bencana DPPM Kemendiktisaintek RI dinilai sangat membantu mendukung penanganan di lapangan. Ke depan, ia menekankan pentingnya perencanaan respons bencana yang lebih terkoordinasi.
“Diperlukan sinergi yang kuat antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Kementerian Kesehatan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, serta kementerian terkait lainnya agar bantuan yang diberikan benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana,” ujarnya.
Ketua IDI Kabupaten Agam, dr. Valencia, MARS., Sp.PA., menyambut baik kehadiran serta kontribusi dari Tim PkM Tanggap Darurat Bencana FK UPH. Ia juga mengapresiasi dedikasi dan kepedulian yang ditunjukkan oleh tim medis selama menjalankan pelayanan kesehatan di lokasi terdampak.
“Terima kasih banyak atas bantuan dan dukungan yang diberikan kepada kami, warga Kabupaten Agam. Kehadiran Dr. Nata beserta tim sangat berarti bagi masyarakat kami. Semoga kebaikan yang telah diberikan menjadi berkat bagi semua pihak,” ujar dr. Valencia.
Rangkaian pelayanan ini menegaskan kehadiran FK UPH bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi sebagai bagian dari masyarakat yang hadir untuk melayani dan membawa dampak. Sebagai kampus yang berpusat kepada Kristus, semangat melayani sesama ini menjadi nilai yang dihidupi UPH dalam membentuk mahasiswanya. UPH senantiasa berkomitmen untuk mempersiapkan lulusan yang takut akan Tuhan, profesional, dan siap menjadi generasi berdampak bagi masyarakat dan bangsa.