NEWS & PUBLICATION

UPH Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Siap Wujudkan Komitmen Majukan Bangsa melalui Pendidikan

06/02/2026 Other

UPH Hadiri Taklimat Presiden Prabowo, Siap Wujudkan Komitmen Majukan Bangsa melalui Pendidikan

Pendidikan tinggi menjadi kunci strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di tengah tantangan global yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, transformasi teknologi, hingga kebutuhan akan ketahanan pangan dan kesehatan. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi menjadi fondasi penting untuk memastikan arah pembangunan Indonesia berjalan berkelanjutan dan inklusif. Berangkat dari semangat tersebut, Presiden Prabowo Subianto menggelar acara Taklimat Presiden Republik Indonesia bersama para rektor dan pimpinan perguruan tinggi pada 15 Januari 2026. Bertempat di halaman tengah Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, acara ini dihadiri sekitar 1.200 undangan, termasuk Universitas Pelita Harapan (UPH).

Mengusung tema “Manusia, Pendidikan Tinggi, dan Sains untuk Kebangkitan Indonesia”, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pertemuan ini merupakan agenda resmi Presiden untuk berdialog dan menyampaikan arah kebijakan strategis, seperti perkembangan kondisi nasional, kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar ke depannya.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan peran strategis pendidikan tinggi dan sains dalam menjawab tantangan global, mulai dari geopolitik dan ketidakpastian ekonomi hingga kedaulatan pangan, energi, dan teknologi. Presiden juga menyampaikan rencana dimulainya sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) pada 2026, seperti hilirisasi industri, swasembada pangan dan energi, penguatan sektor kesehatan, serta pengembangan sains dan teknologi. Presiden Prabowo menekankan bahwa seluruh proyek ini tentu membutuhkan dukungan Sumber Daya Manusia (SDM) unggul lulusan pendidikan tinggi.

Untuk itu, sebagai wujud komitmen terhadap dunia akademik, pemerintah merencanakan peningkatan anggaran riset nasional bagi perguruan tinggi sebesar Rp4 triliun, sehingga totalnya menjadi Rp12 triliun. Kebijakan ini diharapkan memperkuat riset, mendorong inovasi strategis, serta memperluas kolaborasi kampus, industri, dan negara. Forum ini juga menyoroti berbagai tantangan pendidikan tinggi, seperti kekurangan lebih dari 100 ribu tenaga dokter, peningkatan kualitas dan kesejahteraan dosen, penguatan infrastruktur kampus, serta keberlanjutan pembiayaan pendidikan tinggi tanpa membebani mahasiswa dan masyarakat.

Dalam pertemuan tersebut, UPH diwakili oleh Dr. Andry M. Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., selaku Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relations UPH, bersama Prof. Dr. Edwin Martua Bangun Tambunan, S.I.P., M.Si., Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UPH. Prof. Edwin menilai kegiatan ini sebagai momentum penting bagi kalangan akademisi di tengah dinamika dan beragam perspektif politik yang berkembang. Menurutnya, forum ini memberi kesempatan bagi perguruan tinggi untuk menyimak secara langsung penjelasan Presiden mengenai kebijakan pemerintah dan arah pembangunan nasional.

Ia berharap forum ini dapat terus dikembangkan dengan menghadirkan ruang dialog yang semakin interaktif guna memperkaya pertukaran gagasan antara akademisi dan pemangku kebijakan.

“Kegiatan seperti ini sangat baik untuk diselenggarakan secara berkala sebagai ruang bagi akademisi untuk memahami kebijakan dan arah pemerintah ke depan. Ke depan, harapannya forum ini terus berkembang dan menjadi ruang diskusi yang memperkaya perspektif dan mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia,” ujar Prof. Edwin.

Bersinergi untuk Perkuat Layanan Kesehatan

Turut hadir Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) RI, Prof. Brian Yuliarto, S.T., M.Eng., Ph.D., menegaskan bahwa arahan Presiden menjadi pedoman utama Kemdiktisaintek dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai motor pembangunan yang menghasilkan SDM unggul.

“Bapak Presiden mengajak kita merefleksikan kontribusi perguruan tinggi bagi masyarakat dan bangsa, serta menegaskan peran strategis kampus dalam pembangunan Indonesia. Perguruan tinggi harus mampu mencetak SDM yang unggul secara kapasitas dan kapabilitas, berintegritas, nasionalis, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujar Prof. Brian.

Di bidang pendidikan kesehatan, Prof. Brian menyampaikan bahwa Kemdiktisaintek telah membuka 156 Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS), terdiri atas 126 program spesialis dan 30 subspesialis. Kebijakan ini diarahkan untuk pemerataan tenaga medis, khususnya di 11 provinsi yang masih kekurangan dokter spesialis seperti NTT, Maluku, dan Papua, serta diperkuat melalui peningkatan beasiswa PPDS bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) pada 2026.

Sejalan dengan kebijakan nasional tersebut, UPH turut berupaya menghadirkan berbagai PPDS yang dibutuhkan masyarakat. Untuk itu, PPDS Fakultas Kedokteran (FK) UPH terus berkembang sejak dibuka pada 2021. Kini, FK UPH mengelola tujuh PPDS dengan berkolaborasi bersama Siloam Hospitals Group, antara lain Radiologi, Kedokteran Keluarga Layanan Primer, Anestesiologi dan Terapi Intensif, Neurologi, Bedah Saraf, Jantung dan Pembuluh Darah, serta Penyakit Dalam. Upaya ini menegaskan komitmen UPH dalam menyiapkan dokter spesialis yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan layanan kesehatan nasional.

Peran Perguruan Tinggi dalam Tanggap Darurat Bencana

Taklimat Presiden 2026 juga menegaskan peran strategis perguruan tinggi dalam respons tanggap darurat bencana. Melalui Kemdiktisaintek, kampus didorong menjadi pusat koordinasi di wilayah terdampak maupun sekitarnya, sekaligus memetakan kebutuhan masyarakat. Dosen, mahasiswa, dan tenaga profesional dilibatkan melalui penugasan dan program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) untuk mendukung layanan kesehatan, distribusi logistik, pendidikan darurat, hingga pendampingan psikososial.

UPH sendiri telah konsisten menjalankan program PkM sebagai wujud komitmen menghadirkan dampak nyata bagi masyarakat. Salah satu implementasi terbarunya dilakukan oleh Tim PkM Tanggap Darurat Bencana Fakultas Kedokteran (FK) UPH, yang memberikan layanan kesehatan dan bantuan perangkat pengolahan air untuk kebutuhan air bersih bagi warga terdampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 26–27 Desember 2025. Tim melakukan pemeriksaan dan pengobatan medis, menyalurkan obat-obatan, memasang tiga unit water purifier, serta memberikan edukasi kesiapsiagaan bencana kepada tenaga kesehatan dan masyarakat.

Taklimat Presiden 2026 menegaskan bahwa perguruan tinggi bukan hanya tempat menempuh pendidikan. Perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendorong kemajuan bangsa melalui pendidikan, riset, dan program PkM. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, UPH berkomitmen untuk melahirkan generasi SDM unggul yang takut akan Tuhan, berintegritas, dan siap memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan Indonesia.