NEWS & PUBLICATION

Rektor Tegaskan Komitmen UPH untuk Hadirkan Pendidikan Berkualitas dan Merata di RDPU Komisi X DPR RI

13/02/2026 Other

Rektor Tegaskan Komitmen UPH untuk Hadirkan Pendidikan Berkualitas dan Merata di RDPU Komisi X DPR RI

Pendidikan tinggi yang unggul dan berdaya saing tidak hanya ditentukan oleh kualitas institusi, tetapi juga oleh kebijakan yang adil dan adaptif. Di tengah dinamika globalisasi dan transformasi digital, kebijakan yang inklusif menjadi fondasi penting untuk memastikan akses pendidikan yang setara sekaligus meningkatkan mutu nasional. Isu strategis ini menjadi fokus Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) Komisi X DPR RI bersama para rektor perguruan tinggi negeri (PTN) dan perguruan tinggi swasta (PTS) di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, pada 10 Februari 2026. Dalam forum tersebut, Komisi X menyerap masukan dari para pimpinan perguruan tinggi, termasuk Universitas Pelita Harapan (UPH), terkait arah kebijakan pendidikan tinggi nasional.

RDPU dipimpin oleh Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, M.P.P. selaku Ketua Komisi X DPR RI,  dan dihadiri anggota Komisi X dari berbagai fraksi. Pertemuan ini membahas tiga agenda utama. Pertama, pengembangan kebijakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, termasuk dukungan beasiswa bagi dosen non-STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics). Kedua, kebijakan penerimaan mahasiswa baru tahun 2026. Ketiga, sinkronisasi kebijakan karier jabatan fungsional dosen, baik dosen Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH), dosen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dan dosen PTS. Selain UPH, RPDU turut dihadiri Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Diponegoro (UNDIP), Universitas Hasanuddin (UNHAS), Universitas Negeri Jakarta (UNJ), dan Universitas Paramadina

“Penguatan bidang STEM memang penting, tetapi tidak boleh mengesampingkan disiplin non-STEM. Kami ingin mendengar kebijakan adaptif dan afirmatif yang telah diterapkan, termasuk praktik baik dan tantangan yang dihadapi, khususnya dalam rekrutmen mahasiswa. Keseimbangan inilah yang menjadi kunci perumusan kebijakan,” ujar Dr. Hetifah.

Dalam forum ini Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. selaku Rektor UPH hadir bersama jajaran Pimpinan universitas, yakni Eric Jobiliong, Ph.D., selaku Vice President of Academics, Research and Innovation; Dr. Jerry Sambuaga, B.A., M.I.A., selaku Vice President of External Affairs; Dr. Andry Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., selaku Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relations; Dr. Ir. Susinety Prakoso, MAUD, MLA., selaku Direktur Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UPH; serta Alexandra Tatgyana Suatan, S.Gz., M.Si., selaku Head of Corporate Communications.

Komitmen UPH Wujudkan Pendidikan Berkualitas dan Merata

Dalam paparannya yang memperkenalkan Profil Akademik Universitas Pelita Harapan sebagai bahan inspirasi dari tiga agenda utama yang dibahas, Rektor UPH menegaskan bahwa di usia 31 tahun, UPH terus menunjukkan pertumbuhan yang konsisten dan terarah.

“Saat ini, UPH menaungi sekitar 17.500 mahasiswa yang tersebar di Kampus Lippo Village, Medan, dan Surabaya. Pertumbuhan ini didukung oleh sistem penerimaan mahasiswa yang terbuka dan inklusif, dengan fokus strategis pada bidang kesehatan dan pendidikan,” jelas Rektor UPH.

Komitmen terhadap pemerataan akses diwujudkan melalui dua program unggulan yang menawarkan beasiswa penuh, yaitu Fakultas Keperawatan dan Fakultas Ilmu Pendidikan atau Teacher College. Melalui program ini, UPH merekrut calon perawat dan calon guru dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Setiap tahunnya, UPH menerima sekitar 400–500 mahasiswa Keperawatan dan 300–400 mahasiswa Teacher College dari seluruh Indonesia. Secara keseluruhan, tren penerimaan mahasiswa baru UPH berada pada kisaran rata-rata 4.000–6.000 mahasiswa per tahun.

Untuk memperkuat mutu pendidikan berstandar global, UPH juga terus memperluas kemitraan internasional. Salah satunya melalui kemitraan Teacher College dengan Corban University, Amerika Serikat, yang membuka kesempatan bagi calon guru untuk meraih gelar ganda.

Rektor menambahkan, “Di bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, UPH terus memperluas kerja sama dengan industri dan mitra internasional. Penguatan kualitas dosen menjadi prioritas kami, yang tercermin dari peningkatan jumlah profesor dan lektor kepala serta partisipasi aktif dalam forum akademik global. UPH juga menjadi rumah bagi mahasiswa internasional dari Tiongkok, Afrika, dan kawasan ASEAN, yang mencerminkan ekosistem akademik berstandar global. Ke depan, UPH akan terus memperkuat mutu pendidikan, mengembangkan ilmu pengetahuan, serta berkontribusi nyata bagi daerah daerah tertinggal.”

Merespons paparan tersebut, Hetifah Sjaifudian menyampaikan apresiasi atas komitmen UPH dalam memperkuat kapasitas pendidikan tinggi nasional berstandar global, termasuk investasi serius dalam pengembangan sumber daya manusia di wilayah 3T.

Usai mendengarkan paparan para rektor universitas, anggota Komisi X DPR RI, Ir. H. La Tinro La Tunrung, juga turut menyampaikan pandangannya terkait kesenjangan antara dosen ASN dan dosen PTS, terutama dalam aspek kesejahteraan dan kepastian karier.

“Dosen ASN di PTN umumnya memperoleh gaji pokok, tunjangan profesi, dan tunjangan kinerja yang stabil. Sementara itu, sebagian dosen PTS masih bergantung pada kebijakan yayasan, bahkan ada yang menerima penghasilan di bawah UMR. Untuk itu, saya mengapresiasi PTS yang mampu berkembang tanpa menggunakan dana pemerintah,” ujar Tinro.

Tinro berharap agar PTS yang telah berkembang secara mandiri, termasuk UPH, dapat menjadi contoh dalam pengelolaan perguruan tinggi swasta yang maju dan berkelanjutan.

Menutup RDPU,Hetifah menyampaikan bahwa seluruh masukan dari pimpinan PTN dan PTS akan dibahas lebih lanjut bersama pemerintah. Hasil pertemuan ini akan menjadi pertimbangan strategis dalam penyusunan maupun revisi Rancangan Undang Undang Sistem Pendidikan Nasional (RUU Sisdiknas).

Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, legislatif, dan perguruan tinggi dalam merumuskan kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adil dan berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen pemerintah dalam memajukan pendidikan, UPH menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan lulusan yang siap menjadi pemimpin masa depan unggul yang takut akan Tuhan, profesional, dan berdampak bagi Indonesia.