NEWS & PUBLICATION

UPH dan Singapore Polytechnic Resmikan Proyek Panel Surya Agrivoltaik LeX+, Dukung Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan

26/10/2026 Science, Technology, Engineering & Mathematics

UPH dan Singapore Polytechnic Resmikan Proyek Panel Surya Agrivoltaik LeX+, Dukung Pertanian dan Peternakan Berkelanjutan

Universitas Pelita Harapan (UPH) bersama Singapore Polytechnic meresmikan proyek Agrivoltaik LeX+ di Kampus Utama UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang, pada 16 Oktober 2026. Proyek ini memanfaatkan energi matahari melalui panel surya untuk mengoperasikan pompa air yang mendukung kegiatan pertanian dan peternakan, seperti penyiraman tanaman di kebun Sekolah Lentera Harapan (SLH) Moria yang berada di kawasan Kampus Utama UPH, serta budidaya ikan lele di Gucang Farm, Tigaraksa, Tangerang. Proyek ini merupakan bagian dari program Learning Express (LeX)+, yang mengajak mahasiswa dan dosen belajar melalui penerapan teknologi untuk menjawab kebutuhan nyata di masyarakat.

Peresmian yang berlangsung di kebun SLH Moria ini dihadiri oleh Eric Jobiliong, Ph.D., Vice President of Academics, Research and Innovation UPH; Dr. Laurence, Koordinator UPH LeX+ sekaligus Ketua Program Studi Teknik Industri UPH; Florida Siregar, M.Pd., Kepala SLH Moria; serta sejumlah dosen Teknik Industri UPH. Turut hadir perwakilan Singapore Polytechnic, yaitu Toh Sehr Khoon, Managing Director of Singapore Polytechnic International (SPI); Lim Lee Yee, Acting Senior Director sekaligus Common Core; Edwin Sim, Assistant Director SPI; KK Tan, Student Programme Manager; Chua Kay Chiang, Senior Specialist; dan Wee Beng Tang, dosen.

Kolaborasi Internasional untuk Menghadirkan Solusi Nyata

Dalam sambutannya, Eric Jobiliong menegaskan bahwa proyek Agrivoltaik LeX+ merupakan wujud kolaborasi dan inovasi yang mendukung keberlanjutan. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam mendidik mahasiswa, tetapi juga perlu bekerja sama dengan berbagai mitra untuk menghadirkan solusi bagi tantangan nyata di masyarakat.

“Kami sangat mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin selama lima tahun dengan Singapore Polytechnic. Semoga proyek ini dapat terus berkelanjutan dan mendorong lahirnya berbagai inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi dosen, tetapi juga bagi mahasiswa. Proyek ini juga diharapkan dapat mendukung penanaman vegetasi di Moria. Ke depannya, kami berharap kolaborasi ini terus berkembang, melibatkan lebih banyak pihak, serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Eric.

Toh Sehr Khoon turut mengapresiasi kolaborasi yang telah terjalin antara kedua institusi. Ia menjelaskan bahwa program LeX awalnya memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat dan memahami berbagai tantangan secara langsung. Seiring waktu, program ini berkembang menjadi LeX+, yang mendorong mahasiswa, dosen, dan mitra untuk mewujudkan gagasan menjadi proyek nyata yang dapat diterapkan secara berkelanjutan.

 “Melalui LeX+, kami ingin menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Proyek ini menggabungkan budidaya ikan dan sayuran dengan pemanfaatan panel surya untuk mendukung kelestarian lingkungan. Kami berharap proyek ini dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat, sekaligus memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa untuk mengembangkan wawasan global,” ujarnya.

Panel Surya untuk Mendukung Pertanian dan Peternakan

Salah satu wujud nyata kolaborasi ini adalah pemasangan panel surya di kebun SLH Moria dan peternakan lele Gucang Farm. Chua Kay Chiang menjelaskan bahwa energi matahari dimanfaatkan untuk mengoperasikan pompa air yang mendukung kegiatan pertanian dan peternakan. Penggunaan teknologi ini diharapkan dapat membantu proses penyiraman tanaman dan budidaya ikan lele menjadi lebih efisien.

“Pompa air bertenaga surya ini nantinya dapat membantu proses penyiraman tanpa bergantung pada listrik dari jaringan utama. Selain itu, penggunaannya juga berpotensi membantu mengurangi pemborosan air,” jelasnya.

Kolaborasi ini menggabungkan keahlian dan pengalaman teknis Singapore Polytechnic dengan pemahaman UPH terhadap kondisi serta kebutuhan di lapangan. Dr. Laurence menjelaskan bahwa Singapore Polytechnic berkontribusi melalui keahlian teknis, sementara UPH mendukung implementasi teknologi ini melalui penyediaan lokasi dan pemahaman kontekstual yang relevan.

“Kami berharap proyek ini terus dievaluasi dan dikembangkan. Bagi UPH, proyek ini menjadi kesempatan untuk menggabungkan kolaborasi internasional, pendidikan, keberlanjutan, dan penerapan teknologi secara langsung,” ujar Dr. Laurence.

Melalui LeX+, UPH dan Singapore Polytechnic menghadirkan pengalaman belajar yang tidak terbatas di dalam kelas, tetapi juga terlibat langsung dalam mengembangkan dan menerapkan teknologi yang menjawab kebutuhan nyata di lapangan. Lewat kerja sama dengan berbagai mitra, UPH terus mendorong terciptanya inovasi yang relevan dan bermanfaat bagi lingkungan sekitar. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen UPH untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang takut akan Tuhan, unggul, dan berdampak bagi masyarakat.

————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu