NEWS & PUBLICATION

Food Explore 18 UPH: Hadirkan 11 Inovasi Pangan hingga Kolaborasi Bersama Fitbar dan Narasi

04/11/2026 Science, Technology, Engineering & Mathematics

Food Explore 18 UPH: Hadirkan 11 Inovasi Pangan hingga Kolaborasi Bersama Fitbar dan Narasi

Perkembangan teknologi dan perubahan kebutuhan diet masyarakat mendorong industri pangan untuk menghadirkan produk yang tidak hanya menarik, tetapi juga bergizi, aman, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. Melalui riset dan inovasi, berbagai bahan pangan alternatif dapat diolah menjadi solusi pangan yang relevan. Semangat ini dihadirkan Program Studi (Prodi) Teknologi Pangan Universitas Pelita Harapan (UPH) melalui Food Explore 18 pada 28–30 Oktober 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang. Menghadirkan 11 inovasi produk pangan, kompetisi, serta kolaborasi bersama Fitbar dan Narasi, kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan sekaligus memperkenalkan potensi teknologi pangan kepada masyarakat.

Mengusung tema “Food Technology as a Lifeline” dan tagline “BITE: Building Innovation Through Edible Excellence”, Food Explore 18 menghadirkan rangkaian kegiatan yang meliputi Food Exhibition, Foodie Battle, Sponsor Booth, dan Talkshow. Melalui rangkaian tersebut, mahasiswa tidak hanya mengembangkan produk, tetapi juga mengeksplorasi tantangan dan peluang di bidang pangan, memahami perkembangan industri, serta mengenali kebutuhan konsumen dengan pola diet yang beragam.

Dalam pembukaan acara pada 28 Oktober 2026 di Auditorium Gedung D501, Beatrice Julian, Ketua Acara Food Explore 18 sekaligus mahasiswi Prodi Teknologi Pangan angkatan 2024, menjelaskan bahwa tema tahun ini mengangkat peran teknologi pangan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, ketahanan pangan, dan kesehatan masyarakat.

“Tema ini juga direpresentasikan melalui beberapa simbol, yaitu pohon sebagai sumber kehidupan, kompas sebagai penunjuk arah, teropong sebagai sarana untuk melihat peluang masa depan, serta tenda sebagai tempat berkumpul dan memulai eksplorasi. Kiranya Food Explore 18 dapat memperluas wawasan dan menginspirasi lahirnya inovasi pangan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut Joivelen Yerusson Kheng, Ketua Himpunan Mahasiswa Teknologi Pangan UPH periode 2025–2026 berharap kegiatan ini mampu mendorong mahasiswa berkontribusi bagi masa depan pangan.

“Kami berharap Food Explore tidak berhenti hanya sebagai sebuah acara tahunan, tetapi menjadi awal tumbuhnya rasa ingin tahu dan kesadaran untuk turut berkontribusi dalam masa depan pangan. Semoga setiap karya, pelatihan, dan inovasi yang kita hadirkan dapat menjadi wujud nyata dari ilmu pengetahuan yang telah kita kembangkan dan berkat yang telah Tuhan percayakan kepada kita,” ucap mahasiswi Teknologi Pangan angkatan 2023 ini.

Sementara itu, Yuniwaty Halim, S.T.P., M.Sc., Ketua Prodi Teknologi Pangan UPH, menyoroti potensi sumber daya pangan lokal dalam mendukung ketahanan pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Menurutnya, kekayaan hayati Indonesia perlu terus dieksplorasi melalui inovasi yang tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

“Kiranya pengalaman ini tidak hanya menjadi kesempatan untuk berkarya dan terus berinovasi, tetapi juga mengingatkan kita bahwa sebagai calon teknolog pangan, ada banyak tantangan yang harus dijawab di masa depan,” ujarnya.

Food Explore 18 turut diresmikan oleh Eric Jobiliong, Ph.D., Vice President of Academics, Research, & Innovation UPH. Dalam sambutannya, Eric menekankan pentingnya riset, kemitraan industri, dan pengembangan kompetensi mahasiswa agar mampu berkarier sebagai profesional, peneliti, inovator, maupun wirausahawan.

“Kepada para mahasiswa, saya ingin juga mendorong kalian untuk tidak hanya menjadi pengguna ilmu, tetapi juga pencipta solusi. Kita perlu terus mengupayakan agar hasil penelitian tidak berhenti sebagai laporan atau publikasi, tetapi juga menjadi prototipe ataupun produk yang dapat dinikmati oleh masyarakat,” ujarnya.

11 Inovasi Pangan, dari Bahan Alternatif hingga Kuliner Tradisional

Salah satu daya tarik Food Explore 18 adalah Food Exhibition yang menampilkan 11 inovasi produk karya mahasiswa Teknologi Pangan UPH yang dipamerkan dan dapat dicicipi secara gratis oleh audiens di Rumah Inovasi. Beragam bahan, mulai dari biji-bijian, kacang-kacangan, umbi-umbian, buah, hingga sayuran, diolah menjadi berbagai kreasi pangan dengan karakteristik yang berbeda. Inovasi tersebut tidak hanya mengeksplorasi bahan pangan alternatif, tetapi juga menghadirkan interpretasi baru terhadap hidangan yang telah dikenal masyarakat. Berikut produk-produk yang diperkenalkan:

  1. Spookie! – Camilan Kenyal dengan Isian Pistachio

Konseptor: Tiffany Tan dan Timothy Hartanto.

Terinspirasi dari tren Dubai chewy cookie, Spookie! menghadirkan camilan bertekstur kenyal di luar dan crunchy di dalam dengan kulit cokelat berbahan oat serta isian pasta pistachio, biji labu, dan kunafa renyah.

  • Oh My Gourd! – Bubur Labu untuk Diet Ketogenik

Konseptor: Claudius Teo dan Louisya Lordess Lahendra.

Berbahan labu parang, minyak kanola, dan whipping cream, produk ini menghadirkan bubur lembut bercita rasa gurih sebagai alternatif hidangan bagi konsumen yang menjalani diet ketogenik.

  • EggNot – Alternatif Telur Berbasis Nabati

Konseptor: Elizia Jolyn Wicaksono dan Catherine Pratama.

Menggunakan biji melon, moong dal, dan tepung kacang arab (chickpea flour), EggNot dikembangkan sebagai alternatif telur berbasis nabati bagi konsumen yang menghindari produk telur, termasuk vegan.

  • Tempokki – Tteokbokki dengan Sentuhan Tempe

Konseptor: Michelle Caroline Setiawan dan Johanna Chan.

Tempokki memanfaatkan tepung tempe, tepung garut, dan tapioka sebagai alternatif tepung beras untuk menghasilkan tekstur kenyal seperti hidangan khas Korea, tteokbokki.

  • Better Blend “Made for More” – Krim Berbasis Nabati

Konseptor: Jethro Chrisputra Lim dan Netta Cayanto.

Terbuat dari kacang mete dan tahu sutra, Better Blend menghadirkan krim lembut untuk dekorasi maupun isian makanan. Produk ini menggunakan stevia sebagai pemanis alternatif dan dikembangkan sebagai pilihan bebas susu.

  • Soordle – Mi Bebas Gluten Berbahan Sorgum

Konseptor: Charissa Vania Kurniawan dan Jocelyn Lyv Artinda.

Mengombinasikan tepung sorgum, tapioka, dan beras, Soordle menghadirkan mi bebas gluten dengan tekstur kenyal dalam pilihan rasa soto dan tom yum.

  • Froogie (Fruit & Veggies) – Camilan Lembaran dari Buah dan Sayuran

Konseptor: Nadine Cantika Fayola dan Andrew Christian.

Froogie mengolah nanas, wortel, seledri, dan bayam menjadi camilan berbentuk lembaran dengan tekstur kenyal melalui proses pengeringan.

  • No Moore – Es Krim Vegan dengan Bawang Karamelisasi

Konseptor: Andrew Christian dan Nadine Cantika Fayola.

No Moore memadukan susu kedelai dengan bawang bombai yang dimasak perlahan hingga menghasilkan rasa manis dan gurih. Produk ini menggunakan lo han guo sebagai pemanis alternatif.

  • Slendang Nyonya – Kreasi Modern Jajanan Tradisional Betawi

Konseptor: Kennteh Kanovzky dan Febriansyah Elsangga.

Terinspirasi dari kuliner Betawi, Slendang Nyonya merupakan jelly kering berbahan tepung sagu aren, hunkwe, tapioka, dan beras. Produk ini dapat disajikan kembali setelah direndam hingga lunak, kemudian dipadukan dengan santan dan gula merah.

  1. KayaTempe – Selai Srikaya Berbahan Tempe

Konseptor: Arlyne Inggriani Sunarjo dan Priscilla Abner Christiawan.

KayaTempe mengeksplorasi tempe sebagai bahan selai srikaya dengan tambahan lo han guo sebagai pemanis alternatif. Produk ini tetap mempertahankan tekstur lembut, rasa manis, dan aroma pandan khas selai srikaya.

  1. Kiddles – Mi Alternatif dari Kimpul dan Garut

Konseptor: Michelle Caroline Setiawan dan Johanna Chan.

Memanfaatkan kimpul dan tepung garut, Kiddles menghadirkan mi bertekstur kenyal menyerupai glass noodle sebagai eksplorasi sumber pati alternatif.

Foodie Battle, Asah Pengetahuan dan Berpikir Kritis

Selain pameran, Food Explore 18 menghadirkan Foodie Battle, kompetisi bagi siswa SMA/SMK dari wilayah Jabodetabek untuk mengasah pengetahuan dan kreativitas dalam bidang teknologi pangan. Kompetisi ini berlangsung dalam dua tahap. Pada tahap pertama, yaitu cerdas cermat, peserta menjawab berbagai pertanyaan seputar matematika, biologi, kimia, dan pengetahuan dasar teknologi pangan.

Peserta yang lolos ke tahap berikutnya akan mengikuti Food Solutio. Pada tahap ini, mereka ditantang untuk mengidentifikasi permasalahan di bidang pangan, merancang solusi inovatif, serta mempresentasikan gagasan yang dikembangkan.

Setelah melalui rangkaian kompetisi, Food Explore 18 mengumumkan para pemenang pada 30 Oktober 2026. Berikut daftar pemenangnya:

  • Juara 1: Saint John’s Gading Serpong Tim 2 – Saint John’s School Gading Serpong.
  • Juara 2: Saint John’s Gading Serpong Tim 3 – Saint John’s School Gading Serpong.
  • Juara 3: NANTIAJA – SMAK Penabur Gading Serpong.

Kolaborasi Fitbar x Narasi Hadirkan Aktivasi Interaktif

Sebagai bagian dari rangkaian Food Explore 18, UPH berkolaborasi dengan Fitbar dan mitra media UPH, Narasi, melalui campus roadshow Fitbar x Alpha Drive One (ALD1) bertajuk “FIT ALARM: Pop Up Takeover!” pada 28–29 Oktober 2026. Mengusung tema “Look Good, Feel Good, Do Good”, aktivasi ini menghadirkan tujuh zona interaktif bagi civitas academica UPH.

Ketujuh zona tersebut meliputi FIT Alarm Gate sebagai gerbang aktivasi; Fit Bareng ALD1 Photo Spot untuk berfoto bersama replika ALD1; FIT Tasting untuk mencicipi variasi produk Fitbar yang dipadukan dengan es krim cokelat; serta FIT Runway berupa lorong imersif. Pengunjung juga dapat melihat merchandise eksklusif dan album debut ALD1 di FIT Share Truck, mendengarkan pesan suara para anggota ALD1 melalui FIT Phonebooth, serta membuat kreasi doodle personal di FIT Doodle Booth untuk dibagikan melalui media sosial. Sejalan dengan tema aktivasi, UPH bersama Fitbar dan Narasi mengajak generasi muda untuk terus merawat diri, membangun kepercayaan diri, dan menebarkan hal-hal positif dalam keseharian.

Talkshow Bersama Fitbar, Bahas Pengembangan Pangan untuk Beragam Kebutuhan Diet

Kolaborasi dengan Fitbar juga diwujudkan melalui talkshow bertema “Food for Every Body: Designing Food for Different Dietary Needs” pada 30 Oktober 2026 di Auditorium MYC MPR. Diskusi ini menghadirkan dua narasumber dari PT Sanghiang Perkasa (Kalbe Nutritionals), yaitu Muhammad Yulizar Firhani, S.T.P., M.T.Pn., Head of Product Development, dan Stella Alvina Gunawan, S.T.P., Head of Business Development.

Dalam diskusi ini, peserta diajak memahami perbedaan alergi dan intoleransi pangan, pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan produk alternatif yang aman dan berkualitas, serta pentingnya informasi kandungan dan pelabelan alergen. Pembahasan tersebut memberikan wawasan mengenai peran industri pangan dalam menjawab kebutuhan dan preferensi konsumen yang beragam.

Food Explore 18 menjadi gambaran bagaimana pembelajaran di UPH mendorong mahasiswa untuk tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan secara teori, tetapi juga mengembangkan kreativitas, menghasilkan inovasi, dan menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui pendidikan holistis serta berbagai kegiatan pengembangan diri yang memperkaya pengalaman belajar seperti Food Explore 18, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang takut akan Tuhan, kompeten, dan mampu membawa berdampak bagi masyarakat.

————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu