NEWS & PUBLICATION

Koordinator Kopertis Wilayah III : ?Wisudawan UPH Sudah Clear and Clean?

06/06/2017 Uncategorized

Koordinator Kopertis Wilayah III : ?Wisudawan UPH Sudah Clear and Clean?

?Wisudawan UPH sudah clear dan clean?. Demikian disampaikan Dr. Ir. Illah Sailah, M.S., Koordinator Kopertis Wilayah III, kepada wisudawan dan orang tua serta undangan yang hadir pada acara Wisuda UPH XXXI, 3 Juni 2017, di Aula Serbaguna UPH.

Dr. Ir. Illah Sailah, M.S., Koordinator Kopertis Wilayah III Menyampaikan Sambutan di Wisuda UPH XXXI
 
 

?Wisudawan UPH sudah clear dan clean?. Demikian disampaikan Dr. Ir. Illah Sailah, M.S., Koordinator Kopertis Wilayah III, kepada wisudawan dan orang tua serta undangan yang hadir pada acara Wisuda UPH XXXI, 3 Juni 2017, di Aula Serbaguna UPH.  

 

Koordinator Kopertis III memuji UPH sebagai Perguruan Tinggi yang selalu taat asas dalam mengikuti peraturan pemerintah melalui pelaporan yang diberikan melalui pangkalan data. Ini sangat penting karena terkait dengan verifikasi lulusan. Sehingga pengguna lulusan dapat melakukan verifikasi sendiri di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi(PDPT) melalui  website forlap.dikti.go.id.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya Perguruan Tinggi memperhatikan standar kelulusan sesuai  KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia). Karena itu kurikulum yang baik sangat penting.

 

?Kurikulum yang baik harus memenuhi standar nasional yang ditetapkan pemerintah dan tentunya harus memenuhi standar masing-masing Perguruan Tinggi itu sendiri. Pemerintah telah menetapkan standar kompetensi kelulusan. Dalam hal ini tentunya penyusunan kurikulum dan penerapannya sangat penting. Kopertis juga mengharapkan perguruan tinggi dapat memenuhi standard kurikulum yang diakui di tingkat ASEAN. Khususnya ada 8 bidang keilmuan yang sudah disepakati oleh 10 negara anggota ASEAN dengan membenahi kurikulum bersama.  Ujung-ujungnya perguruan tinggi  harus dapat memenuhi learning outcome yang diharapkan dari setiap program studi (prodi). Sementara untuk program vokasi sebaiknya menggunakan kurikulum menggunakan block system. Ini berbeda dengan kurikulum S1, karena tujuannya untuk mengasah mahasiswa menjadi terampil dan memiliki kompetensi dalam bidang tertentu,? papar Dr. Illah.

 

Lebih lanjut ia menambahkan, sering terjadi dosen tidak menyampaikan learning outcome dari prodi yang akan diajarkan kepada mahasiswanya saat di awal semester. Karenanya ia menghimbau agar hal ini  digiatkan dalam proses pembelajaran yang  berorientasi pada student centered active learning.

 

?Gunanya supaya dosen dan mahasiswa dapat mengukur learning outcome-nya,? imbuhnya.

 

Terkait kesiapan penerapan kurikulum yang sesua dengan standar KKNI, Koordinator Kopertis Wilayah III menyampaikan pujian kepada UPH yang selalu melakukan continuous improvement.

 

?Saya melihat UPH di dalam tiap semester selalu melakukan evaluasi terhadap kurikulum untuk mengukur apakah sudah mencapai learning outcome yang diharapkan,? katanya.

 

Secara khusus, ia menyampaikan rasa bangga kepada Fakultas Kedokteran UPH dan Fakultas Ilmu Pendidikan atau Teachers College UPH.

 

?Menurut saya program FK UPH sudah sangat bagus kurikulumnya dengan menggunakan block system berbasis kompetensi dokter. Lebih bagus lagi kurikulum program Keguruan. Karena berasrama. Guru bukan hanya otaknyanya saja, tetapi hatinya juga harus diasah. Ini perlu pembiasaan. Karena itu diperlukan kurikulum yang bagus dengan sistem asrama. Jarang sekali kampus yang punya asrama untuk guru. Karena sistem ini sangat efektif untuk membentuk karakter guru. Kalau gurunya sudah memiliki karakter baik maka ia dengan mudah juga dapat menularkan karakter yang baik kepada siswanya, ?jelas Dr. Illah. (rh)

 
Pengucapan Janji Wisuda yang diikuti oleh seluruh wisudawan.
 
 
 
 
 
UPH Media Relations