NEWS & PUBLICATION

Hadapi Disrupsi AI, Fakultas Desain UPH Tegaskan Peran Desainer sebagai Pengambil Keputusan Strategis

01/03/2026 Faculty of Design

Hadapi Disrupsi AI, Fakultas Desain UPH Tegaskan Peran Desainer sebagai Pengambil Keputusan Strategis

Perkembangan Artificial Intelligence (AI), otomatisasi desain, dan berbagai platform digital telah mengubah lanskap industri kreatif secara drastis. Proses kreasi kini semakin cepat dan mudah. Namun di balik kemudahan tersebut, muncul tantangan baru, yaitu bagaimana menjaga kedalaman berpikir, sensitivitas konteks, dan kualitas pengambilan keputusan yang menjadi inti profesi desainer.

Menjawab dinamika tersebut, Fakultas Desain Universitas Pelita Harapan (FD UPH) menggelar seminar dan talkshow Design & Tech Ecosystem bertema Design & Tech: A Creative Alliance pada 20 Februari 2026. Forum ini menghadirkan praktisi lintas bidang, yakni Dannel Reskala Sutanto (Art & Tech Director Sonny Sutanto Architects, Alumni Desain Interior UPH 2013) dan Ibam Arafi Bastaman (Co-Founder & Managing Director Polymath, Alumni Arsitektur UPH 2003), serta dimoderatori oleh Dr. Tony Sofian, Dosen UPH sekaligus Principal TSDS Studio, dan ditutup dengan presentation oleh TOTO.

Seminar ini menjadi ruang diskusi mengenai bagaimana teknologi membentuk ekosistem desain masa kini. Teknologi bukan hanya sebagai alat produksi, tetapi sebagai faktor yang memengaruhi cara berpikir, bekerja, dan mengambil keputusan.

Adaptif Tanpa Kehilangan Kendali

Dalam paparannya, Dannel menyoroti bahwa teknologi sering kali dipersepsikan sebagai batasan. Padahal, teknologi justru dapat membuka ruang eksplorasi baru jika digunakan secara tepat. Ia juga mengingatkan pentingnya keseimbangan dalam melihat teknologi.

Mindset pelaku industri kreatif harus adaptif. Teknologi seharusnya menjadi alat untuk efisiensi dan memperluas kemungkinan, bukan pengganti nalar desain. Dalam melihat teknologi kita harus seimbang, tidak boleh terlalu pro atau terlalu kontra, tetapi harus terus bergerak dan beradaptasi,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan AI perlu dilihat secara kritis dan pragmatis. Meski mampu menghasilkan visual yang impresif, efektivitas dalam workflow profesional dan relevansi kontekstual tetap menjadi pertimbangan utama.

“Teknologi harus kita gunakan sebagai alat, bukan yang mengendalikan kita. AI memang dapat menghasilkan gambar yang bagus, tapi hasilnya belum tentu sesuai dan sering berubah sesuka sistem. Dalam beberapa situasi, justru lebih tepat dan efisien jika proses desain dilakukan secara langsung oleh desainer,” tambahnya.

Kemampuan Pengambilan Keputusan Desainer jadi Faktor Pembeda

Melengkapi perspektif tersebut, Ibam menyoroti fenomena industri kreatif digital yang semakin demokratis. Hambatan untuk berkarya kini jauh lebih rendah. Siapa pun dapat menghasilkan desain dengan bantuan teknologi.

Namun menurutnya justru di situlah letak tantangannya. Bagaimana karena proses creation semakin mudah, nilai pembeda seorang desainer profesional bergeser ke kualitas pengambilan keputusan. Ia mengingatkan bahwa keahlian sejati tidak terletak pada kemampuan membuat semata, melainkan pada ketajaman memilih, menilai, dan menentukan arah desain.

Creation is getting easier. Tapi yang benar-benar membedakan seorang profesional adalah kualitas decision making. Bagaimana kita membaca konteks, memilih arah visual, menentukan prioritas, dan mempertanggungjawabkan setiap keputusan desain. Banyak layanan desain instan hari ini menekankan kecepatan dan hasil cepat jadi, tetapi kalau kita tidak hati-hati, kita bisa kehilangan kedalaman proses berpikir. Untuk itu dunia pendidikan harus memastikan mahasiswa tidak hanya mahir menghasilkan output, tetapi juga kuat dalam proses berpikir dan analisis,” jelas Ibam.

Mempersiapkan Desainer Masa Depan yang Adaptif dan Berintegritas

Menutup diskusi, Dr. Tony Sofian menekankan bahwa melalui Design & Tech Ecosystem, FD UPH terus memperkuat komitmennya dalam mempersiapkan desainer masa depan yang adaptif terhadap teknologi sekaligus kokoh dalam fondasi berpikir.

Tony menambahkan bahwa forum ini tidak semata membahas perkembangan alat dan tren terbaru, tetapi mendorong mahasiswa memahami peran strategis desainer sebagai problem solver yang bertanggung jawab dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Sejalan dengan komitmen UPH,  kegiatan ini menjadi bagian dari pendekatan pendidikan holistik UPH dalam membentuk pemimpin masa depan unggul yang takut akan Tuhan, profesional, dan siap berdampak melalui karya yang dihasilkan.