NEWS & PUBLICATION

UPH Terima Audiensi DPP GRANAT, Jajaki Kolaborasi untuk Wujudkan Kampus Anti Narkoba

04/03/2026 Other, Student Life

UPH Terima Audiensi DPP GRANAT, Jajaki Kolaborasi untuk Wujudkan Kampus Anti Narkoba

Penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius bagi generasi muda Indonesia, termasuk mahasiswa. Data Pusat Informasi Kriminal Nasional (Pusiknas) Bareskrim Polri per Januari 2025 mencatat 3.936 kasus narkoba telah ditindak, dengan 821 pelajar dan mahasiswa tercatat sebagai terlapor. Angka ini menunjukkan bahwa mahasiswa menjadi kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian serius dalam upaya pencegahan.

Menanggapi kondisi tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Nasional Anti Narkotika (DPP GRANAT) melakukan audiensi dengan Universitas Pelita Harapan (UPH) di Kampus Lippo Village, Karawaci, Tangerang pada 24 Februari 2026. Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membahas strategi pencegahan sekaligus menjajaki kolaborasi dalam membangun lingkungan kampus yang bersih dan bebas narkoba.

Didirikan pada 1991, GRANAT merupakan organisasi nirlaba independen yang berkomitmen mencegah dan memberantas penyalahgunaan serta peredaran narkotika melalui edukasi, advokasi, dan kolaborasi lintas sektor. Delegasi DPP GRANAT hadir di UPH dengan dipimpin oleh Wakil Sekretaris Jenderal Nita Ashar, S.E., didampingi jajaran pengurus, termasuk Ketua Bidang Departemen Humas, Publikasi dan Dokumentasi, Hari Darmawan, S.T., serta Dr. (Cand) Renaldy Youbella Surya Winata, S.E., S.H., M.H., dari Departemen Organisasi, Keanggotaan dan Kaderisasi; yang juga merupakan alumni Program Studi (Prodi) Sarjana Hukum UPH angkatan 2019 dan program Magister Hukum UPH angkatan 2023.

Kedatangan mereka disambut pimpinan UPH, di antaranya Dr. Andry Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relations; Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean College of Arts and Social Sciences sekaligus Dean Faculty of Law; Maria Natalia Satyarti Aryani, Psi., M.M., M.T., selaku Manager of Student Organization & Activities Development; serta Alexandra Tatgyana Suatan, S.Gz., M.Si., selaku Head of Corporate Communications UPH.

Dalam pertemuan tersebut, Nita Ashar menegaskan komitmen GRANAT untuk menyelamatkan generasi bangsa melalui langkah preemtif dan preventif, khususnya melalui edukasi di lingkungan pendidikan tinggi.

“Kami berharap dapat membentuk Dewan Pimpinan Cabang Khusus (DPCK) GRANAT di perguruan tinggi untuk membangun awareness di kalangan mahasiswa. Harapannya, semakin banyak generasi muda yang terselamatkan dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Dr. Andry Panjaitan menyampaikan bahwa UPH berkomitmen menciptakan lingkungan pendidikan yang mendukung kesejahteraan mahasiswa secara menyeluruh, termasuk melalui kebijakan kampus bebas rokok sebagai bagian dari budaya hidup sehat. Sejak didirikan, UPH secara konsisten menerapkan kebijakan bebas rokok. Komitmen ini tidak hanya tercermin melalui slogan “A Non Smoking Campus” yang terpampang di lingkungan kampus, tetapi juga diwujudkan dalam aturan yang jelas dan tegas. Kebijakan mengenai lingkungan kampus bebas asap rokok telah diatur secara resmi dalam Peraturan Rektor Universitas Pelita Harapan Nomor 010 Tahun 2021 tentang Kebijakan Kampus Ramah Lingkungan di Universitas Pelita Harapan.

“Kami terbuka untuk berkolaborasi dengan organisasi yang memiliki visi sejalan, terutama dalam mengedukasi dan membangun kesadaran mahasiswa terhadap isu-isu krusial seperti bahaya narkoba,” ungkapnya.

Dr. Velliana Tanaya menambahkan bahwa isu narkoba bukan tanggung jawab satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama.

“Kolaborasi ini perlu diawali dengan penandatanganan MoU sebagai payung kerja sama, agar ke depan dapat diwujudkan program-program konkret seperti sosialisasi, kuliah umum, maupun edukasi hukum terkait penyalahgunaan narkotika,” jelasnya.

Audiensi ini menegaskan komitmen bersama UPH dan DPP GRANAT dalam memperkuat upaya pencegahan serta edukasi narkoba di lingkungan kampus. Kolaborasi antara institusi pendidikan dan organisasi masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pencegahan yang lebih terstruktur, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi mahasiswa.

Sejalan dengan visinya sebagai universitas yang berpusat pada Kristus dan mengedepankan pembentukan karakter, UPH terus berupaya menghadirkan lingkungan akademik yang aman, sehat, dan mendukung pertumbuhan mahasiswa secara holistis. Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi bagian dari komitmen tersebut dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak positif bagi bangsa dan negara.