03/03/2026 Other
Indonesia resmi mengemban Keketuaan Developing Eight (D-8) periode 2026–2027 sebagai wujud komitmen memperkuat kerja sama ekonomi, perdagangan, dan pembangunan berkelanjutan antarnegara berkembang. Kepemimpinan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk memainkan peran yang lebih signifikan di tingkat global, sekaligus membutuhkan sinergi lintas sektor—pemerintah, masyarakat, dan dunia pendidikan—agar memberikan dampak nyata. Untuk memastikan agenda tersebut dipahami secara luas dan memperoleh dukungan publik, Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Kemensetneg RI) melalui Biro Hubungan Masyarakat (Humas) melakukan kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi, termasuk Universitas Pelita Harapan (UPH), pada 25 Februari 2025.
Berlangsung di Rektorat UPH Kampus Lippo Village, Karawaci, Tangerang, kunjungan ini menjadi bagian dari strategi komunikasi publik sekaligus membuka peluang kolaborasi termasuk peluang program magang mahasiswa dalam rangka menyambut Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) D-8 tahun 2026. Delegasi Kemensetneg RI dipimpin oleh Kepala Biro Humas, Eddy Cahyono Sugiarto, S.Sos., M.Si., didampingi Faisal Fahmi, S.H., M.H., dan Akhmad Firmannamal, S.Sos., M.Commun., Ph.D., selaku Pranata Humas Ahli Madya, serta Oky Tri Handoko, S.S., M.A., selaku Pranata Humas Ahli Pertama.
Kunjungan disambut langsung Dr. (Hon) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc. selaku Rektor UPH, bersama Dr. Andry Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relations. Turut hadir Prof. Dr. Agus Budianto, S.H., M.Hum., Wakil Dekan Fakultas Hukum sekaligus Ketua Program Studi Magister Hukum; Dr. Vina Christina Nugroho, S.E., M.M., Ketua Program Studi Manajemen; Dharamanita Kusumaningrum, M.M., Head of Corporate Relations; serta Alexandra Tatgyana Suatan, S.Gz., M.Si., Head of Corporate Communications.
Dalam pemaparan awal, Alexandra Tatgyana Suatan memperkenalkan profil dan ekosistem pendidikan UPH, termasuk pendekatan pendidikan holistis yang mengintegrasikan keunggulan akademik, pembentukan karakter, serta jejaring kemitraan strategis nasional maupun internasional.
Menanggapi hal tersebut, Eddy Cahyono Sugiarto menegaskan bahwa Kemensetneg RI memiliki tanggung jawab strategis untuk mengedukasi masyarakat mengenai KTT D-8, mulai dari latar belakang, tujuan, hingga manfaat konkret bagi Indonesia.
“Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap isu-isu strategis global. Karena itu, keterlibatan mahasiswa dan sivitas akademika sangat relevan dalam mendukung penyebarluasan informasi mengenai D-8,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kunjungan ini juga membuka peluang kerja sama yang lebih konkret, khususnya melalui program magang mahasiswa.
“Melalui berbagai agenda kenegaraan yang akan datang, mahasiswa UPH berkesempatan belajar secara langsung mengenai komunikasi publik serta dinamika kebijakan pemerintahan,” kata Eddy.
Rektor UPH menyambut baik inisiatif tersebut. Ia menegaskan, UPH memiliki sumber daya akademik yang siap berkontribusi, baik dari kajian hukum hingga isu hubungan internasional.
“Kami berharap program magang dapat dirancang secara holistis, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengalaman teknis, tetapi juga memperluas wawasan, membangun karakter, serta memahami nilai kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan,” ungkap Rektor.
Sebagai informasi, sejak 1 Januari 2026 Indonesia resmi menjalankan mandat sebagai Ketua D-8, dengan seremoni serah terima yang dijadwalkan berlangsung pada KTT ke-12 di Jakarta pada April 2026. D-8 yang berdiri sejak 1997 beranggotakan Azerbaijan, Bangladesh, Indonesia, Iran, Mesir, Malaysia, Nigeria, Pakistan, dan Turki; mewakili sekitar 1,3 miliar penduduk dengan nilai ekonomi sekitar USD 5,1 triliun. Fokus kerja sama mencakup sektor keuangan, pembangunan pedesaan, sains dan teknologi, pengembangan sumber daya manusia, pertanian, energi, lingkungan, dan kesehatan guna meningkatkan kesejahteraan, serta memperkuat peran negara berkembang di tingkat global.
Kunjungan ini menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi dalam mendukung agenda nasional di panggung internasional. Bagi UPH, kolaborasi ini sejalan dengan komitmennya dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan unggul yang takut akan Tuhan, profesional, dan siap berdampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communications@uph.edu