NEWS & PUBLICATION

Paskah Mahasiswa dan Alumni UPH 2026: Menemukan Damai Sejati Melalui Pengorbanan Kristus

15/04/2026 Student Life

Paskah Mahasiswa dan Alumni UPH 2026: Menemukan Damai Sejati Melalui Pengorbanan Kristus

Di tengah kehidupan yang penuh tuntutan, banyak orang mencari damai melalui pencapaian dan usaha pribadi. Namun, iman Kristen mengajarkan bahwa damai sejati tidak lahir dari usaha manusia, melainkan dari pengorbanan Kristus. Pesan ini menjadi inti dalam Ibadah Perayaan Paskah Mahasiswa dan Alumni Universitas Pelita Harapan (UPH) 2026 bertema “Chastisement that Brought Us Peace”, yang diselenggarakan pada 9 April 2026 di Grand Chapel UPH. Melalui tema ini, peserta diajak untuk merenungkan kembali karya penebusan Kristus, di mana melalui pengorbanan-Nya manusia dipulihkan dari dosa dan memperoleh kembali hubungan yang utuh dengan Tuhan.

Ibadah yang dihadiri oleh mahasiswa dan alumni UPH ini diselenggarakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) bersama Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Spiritual Growth (SG), dengan melibatkan UKM Manna Proxia Theatre dan Lighthouse Singer.

Melalui ibadah ini, Dr. Andry Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., selaku Associate Vice President of Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH menekankan bahwa perayaan Paskah ini adalah kesempatan untuk mengalami secara pribadi kuasa dan kehadiran Tuhan dalam hidup.  

“Kiranya melalui ibadah Paskah ini kita semua boleh menerima berkat Tuhan, bukan hanya lewat pujian yang dinaikkan, tetapi dengan sungguh mengalami kuasa dan hadirat-Nya. Dari sana, kita diperlengkapi untuk menjadi alat Tuhan, siap diutus melayani, dan membawa kebenaran-Nya kepada orang-orang di sekitar kita. Kami berharap melalui Paskah ini kita semakin bertumbuh dalam panggilan sebagai orang percaya,” ujar Dr. Andry.

Senada dengan hal tersebut, Ruvelino Mangindaan, selaku Ketua BEM UPH, menyampaikan bahwa Paskah menjadi pengingat akan kasih dan pengorbanan Kristus yang membawa damai bagi umat manusia. Ia juga mengapresiasi keterlibatan banyak pihak dalam menyukseskan acara ini.

“Paskah mengingatkan kita pada pengorbanan yang menghadirkan damai. Tema hari ini bukan sekadar rangkaian kata, tetapi kebenaran yang mengajak kita menyadari bahwa kita sungguh dikasihi Tuhan sepenuhnya. Saya juga melihat perayaan tahun ini semakin bermakna karena banyak pihak yang terlibat dan mengambil peran. Tentu setiap kontribusi memiliki arti yang penting dalam keseluruhan perayaan kali ini,” ujarnya.

Damai yang Datang Melalui Pengorbanan Kristus

Pesan dalam ibadah Paskah dipertegas melalui firman Tuhan yang disampaikan oleh Pdt. Titus Ndoen, M. Div., dengan menyoroti Yesaya 53:5 tentang ganjaran yang mendatangkan damai.

Ia menjelaskan bahwa sejak manusia jatuh ke dalam dosa, manusia terus berusaha mencari damai melalui usaha dan kerja kerasnya sendiri, namun tidak pernah benar-benar menemukannya. Dosa membuat manusia kehilangan damai sejati, dan tidak ada upaya manusia yang mampu memulihkannya.

“Namun melalui ganjaran yang ditanggung Yesus, karya keselamatan dinyatakan bagi kita. Ganjaran tersebut merupakan pembayaran atas dosa manusia, di mana Yesus Kristus menderita dan mati sebagai pengganti manusia. Ganjaran ini menjadi istimewa karena ditanggung oleh Pribadi yang tidak berdosa. Inilah kontrasnya, kita yang berdosa, tetapi Dia yang tidak berdosa memilih menanggungnya bagi kita,” ucap Pdt. Titus.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa melalui pengorbanan Kristus, manusia tidak hanya menerima pengampunan, tetapi juga pemulihan. Tuhan memberikan kesempatan baru untuk hidup dalam kebenaran, membenarkan dan menguduskan, serta memperlengkapi melalui Roh Kudus agar manusia dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

“Biarlah kita menerima damai dari ganjaran yang sudah dilakukan. Kita dipulihkan, diberikan kesempatan baru, dan belajar untuk hidup dengan bersandar kepada Tuhan, resting in Him,” pesannya.

Kesaksian Iman di Tengah Pergumulan

Dalam ibadah ini Henry Louis, S. Kom., alumni Teknik Informatika UPH angkatan 2002, turut hadir dan membagikan kesaksian imannya saat menghadapi pergumulan hidup. Pada tahun 2024, ia didiagnosis kanker nasofaring stadium 2 dan harus menjalani pengobatan selama tiga bulan di Penang. Di tengah proses tersebut, ia juga kehilangan pekerjaan, yang sempat membuatnya menghadapi ketidakpastian akan masa depan.

Namun, di tengah situasi yang tidak mudah, Henry memilih untuk tetap percaya pada rencana Tuhan. Ia mengalami pemulihan, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara rohani, serta mendapatkan kembali kesempatan untuk menjalani hidup bersama keluarga dan beribadah.

“Saya divonis kanker nasofaring stadium 2 pada 2024, menjalani pengobatan selama tiga bulan di Penang, dan kehilangan pekerjaan. Namun saya bisa katakan, Tuhan itu baik. Penyertaan-Nya nyata. Saya perlahan dipulihkan, bisa kembali beribadah, berjalan bersama keluarga, berolahraga, bahkan hal sederhana seperti merayakan ulang tahun menjadi sangat berharga,” ujar Henry.

Melalui kesaksiannya, Henry mengajak setiap orang untuk tetap percaya kepada Tuhan, bahkan di tengah kondisi terendah sekalipun. Ia menegaskan bahwa setiap orang memiliki pilihan, yaitu bersandar pada kekuatan sendiri atau mempercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, yang setia menyertai dan bekerja dalam setiap proses kehidupan.

Ibadah Paskah ini menjadi momen refleksi yang menegaskan bahwa damai sejati hanya ditemukan melalui pengorbanan Kristus. Melalui firman, kesaksian, dan kebersamaan dalam ibadah Paskah, mahasiswa dan alumni diajak meresponsnya melalui kehidupan yang terus bertumbuh dalam iman, karakter, dan panggilan sebagai orang percaya.

Komitmen inilah yang terus diwujudkan UPH melalui pendidikan holistis dan berbagai program pembinaan iman serta pengembangan diri. Dengan pendekatan ini, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan unggul yang takut akan Tuhan, profesional, dan mampu membawa dampak nyata bagi masyarakat.

————————

Corporate Communications Universitas Pelita Harapan

corporate.communication@uph.edu