25/06/2026 Tourism & Hospitality
Di tengah industri hospitality yang semakin menuntut pengalaman pelanggan yang autentik, kreatif, dan berstandar global, mahasiswa perlu dibekali tidak hanya dengan teori, tetapi juga pengalaman praktik yang relevan dengan dunia kerja. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi Manajemen Perhotelan, Fakultas Hospitality dan Pariwisata Universitas Pelita Harapan (FHospar UPH), menghadirkan Gala Lunch, program tahunan yang menjadi proyek Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah Food and Beverage Management. Melalui program ini, mahasiswa angkatan 2024 berkesempatan mengelola restoran bertema secara langsung dan menghadirkan pengalaman bersantap layaknya di industri hospitality profesional.
Tahun ini, Gala Lunch diselenggarakan dalam tiga hari pada 15, 18, dan 25 Juni 2026 dengan tema kuliner yang berbeda-beda, yakni makanan khas Chinese, Vietnam, dan Indonesia. Salah satu sesi yang menjadi sorotan menghadirkan konsep kuliner khas Tiongkok bertajuk 皇宴 (HUÁNG YÀN) yang berarti Jamuan Kekaisaran.
Melalui konsep ini, sebanyak 53 mahasiswa terlibat dalam berbagai aspek penyelenggaraan, mulai dari dapur, pelayanan, dekorasi, pemasaran, hingga pengelolaan minuman. Mereka tidak hanya menerapkan pengetahuan yang dipelajari di kelas, tetapi juga berkolaborasi untuk menghadirkan pengalaman bersantap yang terintegrasi dan sesuai dengan standar industri hospitality.
Prof. Diena M. Lemy, A.Par., M.M., CHE., selaku Dekan FHospar UPH, menegaskan bahwa pengalaman belajar seperti ini menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi tuntutan industri hospitality yang dinamis.
“Program ini menjadi ruang pembelajaran langsung yang sangat penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan manajerial dan operasional. Mereka belajar membangun konsep, mengelola restoran secara menyeluruh, serta menghadirkan pengalaman yang sesuai dengan tema yang diangkat. Pengalaman seperti inilah yang akan mempersiapkan mereka menghadapi dinamika industri hospitality,” jelasnya.
Menghadirkan Kisah Tiga Kerajaan dalam Balutan Jamuan Kekaisaran
Bertempat di Restoran FHospar UPH, 皇宴 (HUÁNG YÀN) menghadirkan pengalaman kuliner yang terinspirasi dari kisah legendaris Tiga Kerajaan (Samkok). Melalui konsep ini, para tamu diajak menyusuri perjalanan yang merepresentasikan tiga kerajaan yang menjadi simbol strategi, keberanian, dan keharmonisan dalam sejarah Tiongkok, yakni kebangkitan (Wei), ketekunan (Shu), dan kemakmuran (Wu).
Pengalaman tersebut tidak hanya dihadirkan melalui hidangan, tetapi juga diperkuat dengan berbagai pertunjukan budaya seperti barongsai, drama musikal, wushu, dan permainan alat musik tradisional guzheng yang membawa para tamu merasakan suasana layaknya jamuan kerajaan Tiongkok.Setiap hidangan dirancang untuk menjadi representasi dari nilai dan karakter masing-masing kerajaan, sekaligus membawa narasi yang memperkaya pengalaman para tamu.
Perjalanan dimulai dari hidangan pembuka yang merepresentasikan Kerajaan Wei. Sajian ini menghadirkan kombinasi Daging Sapi Shaokao, Tartlet Jamur Char Siu, Pancake Daun Bawang (Scallion Pancake), dan Hakau Hitam. Perpaduan rasa gurih dan tekstur yang berlapis menghadirkan karakter kuat yang mencerminkan semangat kebangkitan kerajaan tersebut.
Pada hidangan berikutnya, para tamu menikmati Sup Ikan Kuah Susu (Milky Fish Soup) yang terinspirasi oleh Kerajaan Shu. Hidangan ini memadukan kaldu ikan lembut dengan susu, dilengkapi ballotine mousse ikan, mi udang, goji berries, jamur kuping hitam, dan tahu yang merefleksikan ketangguhan serta daya tahan.
Sementara itu, hidangan utama bertajuk The Triumvirate Feast mewakili Kerajaan Wu melalui kombinasi Lo Ma Gai dalam balutan daun teratai, ayam panggang, terrine ayam Hainan, mosaik sayuran dengan kecap bawang putih, saus plum hoisin, puré jeruk, dan potongan jeruk segar yang menggambarkan keseimbangan serta keharmonisan.
Sebagai penutup, tamu menikmati Deconstructed Douhua, interpretasi modern dari kembang tahu klasik yang disajikan bersama sup jahe manis. Hidangan penutup ini mengangkat filosofi keharmonisan dan menjadi simbol perdamaian serta warisan yang melampaui konflik.
Keseluruhan pengalaman dilengkapi dengan minuman Golden Silk Elixir, perpaduan teh krisan, sirup persik putih, dan jus pir segar yang menghadirkan cita rasa ringan dan elegan khas perjamuan kekaisaran.
Annastasya Maitreyana Tanjaya, Mahasiswa Manajemen Perhotelan angkatan 2024 sekaligus Ketua Acara, mengungkapkan bahwa proses pengembangan konsep menjadi tantangan sekaligus pengalaman berharga bagi seluruh tim.
“Menentukan konsep dan menyusun setiap detail pengalaman menjadi proses yang menantang. Kami ingin tetap menghadirkan identitas autentik dari tema kekaisaran Tiongkok, namun dikemas dengan pendekatan modern dan relevan. Semua ini dapat terwujud karena kerja sama tim yang saling mendukung dan berkomitmen memberikan pengalaman terbaik,” ujarnya.
Pengakuan atas Kreativitas dan Profesionalisme Mahasiswa
Acara ini turut dihadiri oleh orang tua mahasiswa, mitra industri, serta berbagai undangan yang berkesempatan merasakan langsung hasil pembelajaran mahasiswa.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH, yang menyampaikan apresiasinya terhadap kreativitas dan kualitas yang ditampilkan mahasiswa.
“Saya sangat bangga melihat bagaimana dunia pariwisata dan hospitality di UPH mampu menghadirkan sesuatu yang luar biasa. Hari ini kita menyaksikan kreativitas yang diterjemahkan menjadi pengalaman nyata dan berkelas,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari para pelaku industri yang hadir. Chef Axhiang, Finalis Masterchef Indonesia Season 4 menyampaikan kekagumannya terhadap interpretasi modern yang tetap mempertahankan sentuhan autentik konsep kerajaan.
“Semua makanan yang disajikan menunjukkan kreativitas tinggi. Mahasiswa berhasil menghadirkan nuansa kerajaan yang autentik namun tetap modern, dan mereka membawakan keseluruhan konsep dengan sangat baik,” tutur Chef Axhiang.
Sementara itu, Chef Ardika Dwitama, selaku Head Pastry Chef August Jakarta menilai keseimbangan antara konsep dan eksekusi menjadi kekuatan utama acara ini.
“Konsep dan hidangannya terasa sangat seimbang, pelayanan juga berjalan dengan baik sehingga tamu merasa benar-benar disambut. Ke depannya dunia kerja tentu akan lebih menantang, karena itu passion harus terus dipelihara dan jangan mudah menyerah,” pesannya.
Apresiasi juga datang dari Agus Saparinudin selaku Food and Beverage Manager Park Hyatt Hotel Jakarta yang menyoroti kualitas pelayanan mahasiswa.
“Dalam dunia hospitality, pelayanan menjadi wajah utama. Hari ini kalian sudah menunjukkan yang terbaik dan tetap menjaga keramahan saat menyajikan setiap hidangan,” ungkapnya.
Melalui Gala Lunch seperti 皇宴 (HUÁNG YÀN), mahasiswa tidak hanya mengembangkan keterampilan kuliner dan pelayanan, tetapi juga mengasah kepemimpinan, kolaborasi, kreativitas, serta kemampuan menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi pelanggan. Pengalaman ini mencerminkan komitmen UPH dalam menghadirkan pendidikan holistis untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak positif bagi masyarakat maupun industri pariwisata Indonesia.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu