06/07/2026 Partnership
Kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi kunci untuk menghadirkan solusi yang relevan bagi kebutuhan masyarakat. Pemerintah memahami berbagai tantangan di lapangan, sementara perguruan tinggi berkontribusi melalui keilmuan, riset, inovasi, dan keterlibatan mahasiswa. Berangkat dari semangat tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama tujuh kecamatan di wilayah Kabupaten dan Kota Tangerang pada 30 Juni 2026 di Gedung Hope, Kampus Utama UPH Lippo Village Kemitraan ini memperkuat kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk menghadirkan solusi yang relevan, tepat sasar, dan berkelanjutan.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM., Associate Vice President of Student Development, Alumni and Corporate Relation UPH bersama para camat dari tujuh wilayah, yaitu Camat Curug Arif Rachman Hakim, S.S.T.P., M.Si.; Camat Jatiuwung Buceu Gartina, S.S.T.P., M.Si.; Camat Pagedangan H. Ramdani, S.Sos.; Camat Pasar Kemis H. Nurhanudin, S.IP., M.Si.; Camat Tigaraksa H. Cucu Abdurrosyied, S.H., S.IP., M.Si.; Camat Kelapa Dua sekaligus Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Panongan, Dadang Sudrajat, S.Sos., M.M., M.Si. Melalui kesepakatan ini, kedua pihak membuka peluang kolaborasi lintas sektor yang diharapkan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di masing masing wilayah.
Dalam sambutannya, Dr. Andry menyampaikan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah menjadi ruang penting untuk menghadirkan perubahan yang nyata bagi masyarakat.
“Kami bersyukur berbagai bentuk kerja sama telah dan terus berjalan bersama sejumlah wilayah, mulai dari pendampingan pendidikan, penguatan usaha, program kesehatan masyarakat, pengelolaan lingkungan, hingga pemberdayaan komunitas. Program ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat bisa bergandengan tangan dan berkolaborasi, kami percaya perubahan yang nyata akan semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujar Dr. Andry.
Dampak kolaborasi tersebut turut dirasakan secara langsung oleh para mitra pendidikan yang telah bekerja sama dengan UPH. Salah satunya disampaikan oleh Lia Nurmala, S.Pd. SD., Kepala SDN 5 Tigaraksa, yang membagikan pengalamannya dalam menjalankan berbagai program bersama UPH.
Ia menjelaskan bahwa kolaborasi bersama UPH dijalankan berdasarkan kebutuhan sekolah. Berangkat dari kebutuhan untuk meningkatkan budaya literasi di sekolah, UPH bersama sekolah menghadirkan berbagai inisiatif, seperti lomba mendongeng dan menulis, pendampingan oleh dosen, hingga pengembangan ruang baca melalui program Mari Membaca.
“Kolaborasi dengan UPH benar benar menjawab kebutuhan kami. Murid-murid mendapat kesempatan belajar dan didampingi langsung oleh dosen sejak usia sekolah dasar. Bahkan melalui program Mari Membaca, ruang kosong di sekolah kami dapat diubah menjadi perpustakaan sederhana yang bermanfaat. Harapan kami, kolaborasi ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah,” ungkap Lia.
Kolaborasi Tri Dharma Hadirkan Solusi bagi Masyarakat
Selain penandatanganan kerja sama, kegiatan ini juga menghadirkan diskusi mengenai peluang pengembangan program bersama melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Intan C. Matita, Ph.D., Manager of Research & Community Development UPH membawakan sesi bertajuk ‘Peluang Sinergi dan Program Kolaboratif Melalui Tridharma Perguruan Tinggi antara UPH dan Pemerintah Kecamatan’. Dalam paparannya, Intan menjelaskan bahwa fokus riset strategis UPH periode 2026-2030 mencakup enam bidang utama, yaitu kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), pendidikan transformasional, kesehatan holistik, inovasi Science, Technology, Arts, and Mathematics (STEAM), ekonomi kreatif, dan integrasi nilai-nilai etika. Fokus tersebut diselaraskan dengan Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) dan Sustainable Development Goals (SDGs), serta diimplementasikan melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bersama pemerintah kecamatan sebagai mitra strategis.
“Kemitraan PkM yang ideal harus menempatkan masyarakat sebagai penerima manfaat secara nyata di lapangan. Namun, keberhasilan dan keberlanjutannya membutuhkan peran aktif pemerintah kecamatan melalui dukungan regulasi, kebijakan, dan penyelarasan program. Melalui sinergi Tridharma ini, hasil riset UPH diharapkan tidak berhenti sebagai kajian akademis, tetapi dapat berkembang menjadi solusi nyata yang memperkuat komunitas dan memberikan dampak yang lebih luas,” jelas Intan.
Di sesi berikutnya, Maichel Chinmi, Dip.BS., S.Pd., M.I.Kom., Manager of Student Learning Experience UPH, membawakan sesi ‘Peluang Sinergi dan Program Kolaboratif Melalui Kompetisi, Student Learning Integration, dan Service Learning Community antara UPH dan Pemerintah Kecamatan’. Ia memaparkan peluang sinergi melalui kompetisi, Student Learning Integration (SLI), dan Service Learning Community (SLC). Menurutnya, berbagai program tersebut menjadi ruang pembelajaran berbasis pengalaman yang mendorong mahasiswa berkontribusi langsung kepada masyarakat. Inisiatif seperti Mari Membaca dan Mari Sehat menunjukkan bagaimana mahasiswa mengembangkan kapasitas sebagai agen perubahan sekaligus membantu menjawab kebutuhan masyarakat di bidang pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan sosial.
“Kami percaya pembelajaran terbaik terjadi ketika mahasiswa hadir dan terlibat langsung di tengah masyarakat. Karena itu, melalui berbagai program tersebut kami terus membuka ruang kolaborasi di bidang kewirausahaan, literasi pendidikan, dan kesehatan. Harapannya, mahasiswa tidak hanya bertumbuh secara akademis, tetapi juga menjadi pribadi yang mampu menghadirkan solusi dan membawa dampak nyata bagi masyarakat,” ungkap Maichel. Melalui kemitraan dengan tujuh kecamatan di Tangerang, UPH mempertegas komitmennya untuk menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti di ruang kelas, tetapi diwujudkan melalui riset, pengabdian, dan kolaborasi yang menjawab kebutuhan masyarakat. Sejalan dengan pendidikan holistis yang diusung, setiap kolaborasi ini menjadi bagian dari proses mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan, dan berdampak bagi masyarakat.