NEWS & PUBLICATION

UPH Hadirkan Danseskoad TNI, Bekali 837 Student Leaders Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Adaptif, dan Kolaboratif

10/07/2026 Student Life

UPH Hadirkan Danseskoad TNI, Bekali 837 Student Leaders Menjadi Pemimpin yang Tangguh, Adaptif, dan Kolaboratif

Perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), disrupsi sosial, konflik global, hingga perubahan nilai antargenerasi menghadirkan tantangan baru bagi setiap pemimpin. Di tengah situasi yang penuh ketidakpastian tersebut, seorang pemimpin tidak hanya dituntut mampu mengelola organisasi, tetapi juga membangun tim yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi perubahan.

Untuk membekali mahasiswa menghadapi tantangan tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Dr. Agustinus Purboyo, S.I.P., M.Tr. (Han)., PGCert., RCDS., Komandan Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat (Danseskoad), sebagai pembicara sesi ‘Inspirational Sharing’ dalam rangkaian Student Leaders Appreciation and Inauguration 2026 yang diselenggarakan pada 10 Juli 2026 di Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village.

Melalui materi bertajuk Beyond the Storm: Membangun Collective Resilience untuk Organisasi”, Mayjen TNI Dr. Agustinus mengajak para student leaders untuk memandang tantangan sebagai kesempatan bertumbuh sekaligus memperkuat organisasi. Menurutnya, organisasi yang mampu bertahan bukanlah organisasi yang bergantung pada satu sosok pemimpin, melainkan organisasi yang dibangun di atas kepercayaan, kolaborasi, komunikasi yang terbuka, dan kemampuan seluruh anggotanya untuk beradaptasi.

“Kepemimpinan adalah seni dan ilmu untuk memengaruhi orang lain agar mereka mau mengikuti tujuan bersama secara sukarela. Untuk itu, seorang pemimpin harus menjadi role model yang dapat dipercaya dan membawa tim menuju kondisi yang lebih baik,” ujarnya.

Sebagai pedoman kepemimpinan, Mayjen Agustinus mengajak para mahasiswa menghidupi falsafah Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangun Karso, dan Tut Wuri Handayani.

“Saat berada di depan, seorang pemimpin harus mampu memberi teladan. Ketika berada di tengah, ia harus membangun semangat tim dalam menghadapi setiap tantangan. Lalu ketika berada di belakang, ia harus mendorong setiap anggotanya agar mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama. Tiga hal inilah yang menurut saya menjadi fondasi kepemimpinan,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa organisasi mahasiswa merupakan ruang terbaik bagi mahasiswa untuk membangun karakter kepemimpinan. Melalui organisasi, mahasiswa belajar berkomunikasi, berkolaborasi, mengambil keputusan, hingga bertanggung jawab atas setiap amanah yang diberikan.

“Manusia bukan makhluk individu. Kita hidup bersama orang lain dan setiap keputusan selalu dipengaruhi oleh interaksi dengan orang lain. Karena itu, organisasi menjadi tempat yang sangat penting untuk belajar berkomunikasi, bekerja sama, dan membentuk karakter kepemimpinan,” tuturnya.

Menutup sesinya, Mayjen Agustinus mengajak para mahasiswa untuk terus belajar, berani beradaptasi, dan mengandalkan Tuhan sebagai sumber hikmat dalam setiap keputusan.

“Jadilah pemimpin seperti rajawali. Semakin tinggi tantangan yang dihadapi, semakin matang karakter yang dibentuk. Badai bukan untuk dihindari, melainkan untuk dilampaui. Jangan pernah puas, terus belajar, terus bertumbuh, dan tetap semangat pantang menyerah. Ketika menghadapi kesulitan atau beban yang berat, ingatlah bahwa kebijaksanaan berasal dari Tuhan,” pesannya.

Melayani, Bertumbuh, dan Menginspirasi

Student Leaders Appreciation and Inauguration 2026 tahun ini memberikan apresiasi kepada 568 pengurus organisasi mahasiswa periode 2025/2026 sekaligus melantik 837 student leaders baru periode 2026/2027 untuk melanjutkan estafet kepemimpinan di 65 organisasi mahasiswa UPH.

Catherine Setiawati Anderson, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UPH periode 2026/2027, menegaskan bahwa kepemimpinan yang ingin dibangun bersama seluruh pengurus BEM periode ini berangkat dari hati yang siap melayani dan membantu mahasiswa berkembang.

“Kami ingin setiap mahasiswa memiliki kesempatan yang sama untuk bertumbuh dan mencapai potensi terbaik mereka. Harapannya dampak BEM dapat dirasakan oleh lebih banyak mahasiswa, sehingga mereka merasakan bahwa mereka sedang dipersiapkan menjadi pribadi yang lebih baik selama berkuliah di UPH,” ungkap Mahasiswi Psikologi angkatan 2024 ini.

Sementara itu, bagi para student leaders yang telah menyelesaikan masa kepengurusannya, organisasi mahasiswa menjadi ruang untuk membangun karakter, kepemimpinan, sekaligus memperluas dampak. Gracela Indah Stepani, Ketua MC Hunt UPH periode 2025/2026, mengingatkan bahwa kepemimpinan bukan tentang pengakuan, melainkan kesediaan untuk melayani dengan setia dalam setiap proses.

“Kepemimpinan bukan tentang apa yang terlihat di atas panggung, melainkan tentang ketekunan melakukan hal-hal kecil dengan setia, bahkan ketika tidak ada seorang pun yang melihat. Organisasi bukan hanya tempat kita bekerja, tetapi tempat Tuhan membentuk setiap pribadi menjadi semakin serupa dengan kehendak-Nya,” tutur mahasiswi Ilmu Komunikasi 2023 ini.

Student Leaders Appreciation and Inauguration 2026 menjadi wujud komitmen UPH dalam menghadirkan pendidikan holistis yang membentuk mahasiswa melalui pengalaman nyata di luar ruang kelas. Melalui berbagai kesempatan memimpin dan mengembangkan diri, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.

———————— 
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu