02/09/2026 Achievements, Art, Culture, Music & Design
Tim mahasiswa Program Studi (Prodi) Desain Interior Universitas Pelita Harapan (UPH) yang terdiri dari Aurelia Graceilla Putri Nindyatama, Tifara Helena Gultom, dan Graviella Chastine Angkatan 2024 berhasil meraih Juara 1 TOTO Design Competition 2026 melalui karya bertajuk “From Drop to Ocean”. Karya tersebut diwujudkan dalam bentuk instalasi booth bertema underwater yang mengajak pengunjung melihat kembali keterkaitan antara penggunaan air dalam kehidupan sehari-hari dan keberlangsungan ekosistem laut.
TOTO Design Competition 2026 merupakan sayembara hasil kolaborasi TOTO dan Fakultas Desain (FD) UPH yang diikuti secara khusus oleh mahasiswa FD UPH. Mengusung tema “Define Your Imagination”, kompetisi ini berlangsung pada 20 Februari hingga 10 April 2026. Peserta ditantang mengembangkan konsep dan desain instalasi tiga dimensi yang mengintegrasikan produk TOTO dengan gagasan kreatif sekaligus memberikan pengalaman bagi pengunjung. Karya para pemenang kemudian diwujudkan dalam bentuk instalasi yang dapat dilihat di Area Taman UPH Lippo Village, Karawaci, pada 18 Agustus hingga 18 September 2026.
Bagi Aurelia, Tifara, dan Graviella, sayembara ini menjadi kesempatan untuk menguji kemampuan mereka dalam menerjemahkan ide konseptual menjadi sebuah karya yang dapat direalisasikan. Berangkat dari riset mengenai bidang sanitary yang digeluti TOTO, ketiganya mengembangkan konsep underwater dengan menghubungkan produk TOTO dengan elemen air. Tantangannya adalah bagaimana menjadikan produk tersebut tidak sekadar sebagai pajangan, tetapi menjadi bagian dari cerita yang ingin disampaikan melalui instalasi.
Dari Ide Menjadi Karya Nyata
Bagi Aurelia, Tifara, dan Graviella, kompetisi ini menjadi kesempatan untuk mengembangkan ide konseptual hingga menjadi karya yang dapat direalisasikan. Berangkat dari riset mengenai produk sanitary TOTO, ketiganya mengembangkan konsep underwater dengan menghubungkan produk TOTO dengan elemen air.
Tantangan utama mereka adalah menjadikan produk tidak sekadar sebagai elemen yang dipajang, tetapi sebagai bagian dari cerita yang disampaikan melalui instalasi.
“Dari awal kami memang ingin mencoba bagaimana sebuah ide yang biasanya hanya ada di tugas kuliah bisa dikembangkan menjadi karya yang benar-benar direalisasikan. Kami melakukan riset, mengembangkan konsep underwater, lalu mencari cara bagaimana produk TOTO bisa masuk ke dalam cerita kami. Prosesnya cukup menantang, terutama karena kami juga harus membagi waktu dengan kuliah dan kegiatan lainnya. Namun, justru dari proses itu kami belajar bagaimana mengembangkan sebuah konsep sampai menjadi karya yang nyata,” ujar Aurelia.
Konsep ‘From Drop to Ocean’ menggambarkan perjalanan air, mulai dari setetes air yang keluar dari keran hingga menjadi bagian dari siklus alam dan kembali ke laut. Gagasan tersebut diterjemahkan ke dalam desain booth dengan menjadikan produk lavatory dan keran TOTO sebagai bagian dari alur cerita. Melalui desain ini, tim menyampaikan pesan bahwa kepedulian terhadap kelestarian laut dapat dimulai dari langkah sederhana dalam menggunakan dan menghargai air.
“Buat kami, yang membuat karya instalasi ini unik adalah bagaimana produk TOTO tidak hanya dipajang sebagai produk sanitary, tetapi menjadi bagian dari cerita. Wastafel kami transformasikan menjadi bentuk ubur-ubur sebagai center booth, sementara keran dibuat seolah-olah terkubur di pasir. Jadi, setiap produk memiliki peran dalam menggambarkan perjalanan air dari drop hingga kembali ke ocean, sekaligus menyampaikan pesan bahwa menjaga laut dapat dimulai dari cara kita menggunakan air sehari-hari,” jelas Tifara.
Kolaborasi Mengasah Ide dan Kemampuan Memecahkan Masalah
Dalam prosesnya, pengalaman belajar di UPH turut membentuk kemampuan tim untuk bekerja secara kolaboratif. Berbagai proyek kelompok selama perkuliahan membiasakan mereka berdiskusi, membagi tugas, menerima feedback, dan menyatukan ide menjadi sebuah karya.
“Sebagai mahasiswa Desain Interior UPH, kami terbiasa mengerjakan project kelompok bersama. Dalam kompetisi ini pun, proses pengembangan karya kami lakukan secara mandiri, mulai dari mengembangkan ide, membagi tugas, hingga menyelesaikan berbagai tantangan yang muncul. Pengalaman tersebut membantu kami mengasah kemampuan komunikasi, problem solving, dan manajemen waktu,” ujar Graviella.
Selain karya “From Drop to Ocean” yang meraih Juara 1, sayembara ini juga memberikan apresiasi kepada mahasiswa FD UPH lainnya. Juara 2 diraih oleh Fania Tjia, Kaitlyn Ohana Ray, dan Abigail Ardand Yosefinus, mahasiswa angkatan 2025, melalui karya ‘Pipe Dream’. Sementara itu, Juara 3 diraih oleh Carlen Gwendolyn Amadea, Jessica Allyson Ong, dan Verreline, mahasiswa angkatan 2023, melalui karya ‘Semenjo Street’. Pencapaian tersebut turut memperlihatkan beragam gagasan dan pendekatan yang dikembangkan mahasiswa dalam merespons tema kompetisi.
Lebih dari sekadar kompetisi, TOTO Design Competition 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari perspektif industri, menguji kreativitas, dan mengubah gagasan menjadi karya yang mampu menyampaikan cerita serta pesan yang berdampak. Pengalaman ini mencerminkan komitmen UPH menghadirkan pendidikan holistis yang mempertemukan pembelajaran akademik dengan pengalaman nyata bersama industri. Melalui berbagai kesempatan untuk mengembangkan talenta dan potensi diri, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu