30/10/2026 Achievements, Law
Prestasi mahasiswa merupakan salah satu indikator keberhasilan pendidikan dalam pengembangan potensi dan karakter generasi muda. Di Universitas Pelita Harapan (UPH), pencapaian ini didukung oleh ketekunan mahasiswa dan lingkungan kampus yang mendorong mereka untuk terus berkembang. Dalam UPH Award 2026, lebih dari 300 mahasiswa UPH menerima penghargaan atas prestasi yang telah mereka raih sepanjang Tahun Akademik 2025/2026. Secara keseluruhan, tercatat 245 prestasi berhasil ditorehkan, yang terdiri atas 22 prestasi tingkat regional, 192 tingkat nasional, dan 31 tingkat internasional. Pencapaian ini menunjukkan upaya mahasiswa dalam mengasah kemampuan, menghadapi tantangan, dan membawa nama universitas melalui berbagai kompetisi.
UPH Award 2026 diselenggarakan pada 30 Oktober 2026 di Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang. Sebagai agenda tahunan, acara ini menjadi bentuk apresiasi UPH atas prestasi mahasiswa sekaligus kontribusi mereka dalam membawa nama universitas di berbagai bidang.
Pada acara penganugerahan, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH memberikan apresiasi setinggi-tingginya bagi prestasi dan karya civitas academica, sekaligus mengingatkan agar tidak cepat berpuas diri. Rektor mendorong semua pihak untuk terus melangkah memberikan yang terbaik di masa depan serta tetap rendah hati menyadari bahwa seluruh keberhasilan sejatinya berasal dari kasih karunia Tuhan.
“Tidak ada prestasi yang dapat kita banggakan tanpa kasih karunia Tuhan. Karena itu, saya mengingatkan kita semua untuk tidak menjadi sombong, melainkan tetap bersyukur demi kemuliaan Tuhan dan terus terpacu untuk melakukan yang lebih baik. Apa pun yang kita lakukan, lakukanlah yang terbaik sebagai bentuk kontribusi kita untuk menghormati Tuhan dalam hidup,” pesan Rektor UPH.
Dalam tiga tahun terakhir, prestasi mahasiswa UPH menunjukkan tren peningkatan, dari 207 prestasi di tahun 2024, meningkat menjadi 236 prestasi pada 2025, dan terus meningkat pada capaian di tahun 2026. Tren ini mencerminkan konsistensi mahasiswa dalam mengembangkan kompetensi dan menguji kemampuan melalui berbagai kompetisi. Capaian tersebut juga memperlihatkan upaya mahasiswa UPH untuk terus berkembang dan berdaya saing di tingkat regional, nasional, maupun internasional.
Mengenali Potensi, Menjalani Proses, dan Memberi Dampak
Prestasi bukan hanya tentang hasil, tetapi juga proses belajar, menghadapi tantangan, dan mengenali potensi diri. Hal ini tercermin dalam pencapaian para penerima UPH Award 2026, salah satunya Tiffney Tyara Setyoko, mahasiswi Program Studi (Prodi) Pendidikan Kedokteran angkatan 2023. Pada 2026, Tiffney meraih Juara I Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (PILMAPRES) tingkat daerah dan nasional. Ia juga meraih Juara I bersama timnya dalam kompetisi An Adventure Towards the Human Body (AORTA) 2026 kategori Olimpiade Anatomi, serta sejumlah prestasi lainnya.
“Bagi saya, UPH Awards bukan sekadar penghargaan, tetapi juga pengingat akan proses, doa, dan dukungan dari orang-orang terdekat. Sejak kecil, saya senang mengikuti perlombaan sebagai cara menyalurkan talenta yang Tuhan berikan. Saya juga bersyukur karena UPH memberikan ruang bagi saya untuk terus bereksplorasi, mengikuti kompetisi, melakukan penelitian, dan mencoba hal-hal baru,” jelasnya.
Di bidang hukum, Valerie Elaine Tamzil, mahasiswa Fakultas Hukum angkatan 2024, turut menorehkan prestasi melalui berbagai kompetisi. Pada 2025, ia meraih Juara III dalam Indonesia International Moot Court bersama Anjarico Marliendro dan Juara II dalam UNITWIN Legislative Camp & Competition bersama Livia Leta Dharmawan, Ruben Chiesa Untang, dan Verlyn Adelaide Tzuriel Shillo. Pada 2026, Valerie kembali meraih prestasi dengan menjadi Juara II dalam Brown Mosten International Client Consultation Competition (ICCC) bersama Gabrielle Liman.
“Mengikuti kompetisi menjadi kesempatan bagi saya untuk menantang diri, belajar hal baru, dan bertukar perspektif di luar kelas. Dalam prosesnya, dukungan dosen, senior, dan teman-teman di UPH sangat berarti bagi perjalanan saya. Saya berharap UPH Awards terus menjadi wadah apresiasi sekaligus motivasi bagi mahasiswa untuk berkembang dan meraih prestasi,” ucapnya.
Sementara itu, Gilberto Farelino Totomone, mahasiswa Prodi Psikologi angkatan 2024, menunjukkan pencapaian di bidang olahraga melalui cabang bela diri Shorinji Kempo. Pada PON Bela Diri Kudus 2025, ia meraih Juara I kategori Embu Tandoku Kyu Kenshi Putra dan Embu Berpasangan Kyu Kenshi Putra. Prestasinya berlanjut pada Kejuaraan Nasional Shorinji Kempo Piala Wali Kota Jakarta Pusat 2026, dengan meraih Juara I kategori Embu Tandoku Putra Kyu Kenshi dan Embu Berpasangan Putra Kyu Kenshi, serta Juara II kategori Embu Beregu Campuran.
Prestasi Farelino menunjukkan bahwa mahasiswa UPH memiliki ruang untuk mengembangkan potensi dan meraih pencapaian, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Melalui berbagai kegiatan, mahasiswa dapat mengeksplorasi minat dan mengasah kemampuan sesuai dengan potensinya.
“Penghargaan UPH Awards ini memotivasi saya untuk terus mengembangkan potensi diri. Motivasi terbesar saya adalah orang tua, karena saya ingin membanggakan mereka melalui prestasi yang diraih. Namun, kemenangan bukan hanya tentang menjadi juara, melainkan juga tentang terus berkembang dalam setiap proses. Untuk teman-teman mahasiswa, jangan pernah takut untuk memulai dan selalu andalkan Tuhan dalam setiap prosesnya,” ungkap Farelino.
Rector’s Award 2026: FIKES Raih Penghargaan Fakultas Terbaik
Selain memberikan apresiasi kepada mahasiswa, UPH juga menganugerahkan Rector’s Award 2026 kepada fakultas dengan kinerja terbaik dalam mendukung pencapaian dan pengembangan mahasiswa. Tahun ini, Fakultas Ilmu Kesehatan (FIKES) meraih penghargaan tersebut atas kontribusinya dalam mendorong mahasiswa untuk aktif, berkembang, dan berprestasi.
Penilaian Rector’s Award mencakup sejumlah aspek, antara lain prestasi dan rekognisi mahasiswa, total perolehan Student Engagement Program (SEP), serta keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kepemimpinan, kerohanian, dan pembelajaran di luar program studi. Peran dosen dalam mendampingi mahasiswa juga menjadi bagian penting dalam penilaian. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas upaya FIKES dalam membangun lingkungan akademik yang mendukung mahasiswa untuk mengembangkan potensi dan meraih pencapaian, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.
Menanggapi pencapaian tersebut, Rektor UPH mengingatkan bahwa penghargaan ini menjadi dorongan bagi FIKES untuk terus meningkatkan kontribusi dan memberikan yang terbaik.
“Selamat atas pencapaian ini. Penghargaan ini merupakan pengingat bagi kita untuk terus berkomitmen melakukan yang lebih baik ke depannya. Kiranya setiap upaya dan pencapaian yang kita raih senantiasa menjadi wujud kontribusi terbaik untuk kemuliaan Tuhan,” pesan Rektor UPH.
Dosen dan Koordinator Kemahasiswaan Terbaik
Untuk pertama kalinya, UPH Award 2026 memberikan penghargaan Outstanding Contributions Awards kepada dosen pendamping dan koordinator kemahasiswaan fakultas. Penghargaan ini diberikan kepada dosen yang aktif mendampingi mahasiswa dalam meraih prestasi melalui kompetisi, publikasi ilmiah, Hak Kekayaan Intelektual (HKI), dan inovasi. Sementara itu, penghargaan bagi koordinator kemahasiswaan fakultas diberikan atas kontribusi mereka dalam menggerakkan kegiatan kemahasiswaan, mengembangkan kepemimpinan mahasiswa, serta mendukung berbagai program universitas.
Pada kategori Dosen Pembimbing, posisi pertama diraih oleh Feronia Reni Cyrena Santoso, M.S.Farm., dosen Program Studi S1 Farmasi UPH. Posisi kedua diraih oleh Prof. Dr. Ir. Adolf Jan Nexon Parhusip, M.Si., dosen Program Studi Teknologi Pangan UPH, disusul Chrysan Gomargana, M.Psi., Psikolog, dosen Program Studi Psikologi UPH, di posisi ketiga.
Bagi Feronia Reni Cyrena Santoso, M.S.Farm., penghargaan ini merupakan refleksi atas kerja keras, semangat, dan kepercayaan mahasiswa yang selama ini didampinginya. Ia memandang pencapaian tersebut sebagai hasil dari proses bertumbuh bersama antara dosen dan mahasiswa.
“Sebagai dosen pembimbing, peran saya bukan hanya mendampingi mahasiswa secara akademik, tetapi juga mendukung pengembangan karakter dan potensi mereka. Saya menerapkan komunikasi terbuka dan berkesinambungan agar dapat memahami kebutuhan serta tantangan setiap mahasiswa, sekaligus memberikan motivasi dan membangun lingkungan yang positif untuk saling mendukung. Saya ingin mereka merasa didampingi dan memiliki tempat untuk pulang dalam setiap proses pengembangannya,” jelas Feronia.
Sementara itu, pada kategori Koordinator Kemahasiswaan Fakultas, posisi pertama diraih oleh Heidy Dianta Selanno, S.Si., dari Fakultas Psikologi. Posisi kedua ditempati oleh Luke Eka Putra, S.Kom., M.Div., dari Fakultas Keperawatan, serta Kevin Aprilio Wibowo, S.T., M.T., dari Fakultas Sains dan Teknologi, di posisi ketiga.
Heidy Dianta Selanno memandang penghargaan ini sebagai pengingat untuk melayani dengan tulus dan penuh tanggung jawab. Dalam perannya, Heidy mengoordinasikan kegiatan dan layanan kemahasiswaan, termasuk mendampingi organisasi dan kepanitiaan mahasiswa, memfasilitasi kebutuhan administratif, serta menjembatani komunikasi antara mahasiswa dan civitas academica UPH.
“Setiap mahasiswa memiliki proses pertumbuhan yang berbeda. Karena itu, kami perlu memberikan ruang dan kesempatan agar mereka dapat berkembang sesuai potensi dan minat masing-masing. Saya berharap pembinaan kemahasiswaan semakin terarah dan berkelanjutan, sehingga setiap program tidak hanya mendorong kegiatan dan prestasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi pertumbuhan karakter setiap mahasiswa,” jelas Heidy.
Mendorong Prestasi, Membentuk Pribadi yang Berdampak
Dr. Andry M. Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., Associate Vice President of Student Development, Alumni, and Corporate Relations UPH, menyampaikan bahwa pengembangan prestasi mahasiswa membutuhkan dukungan yang berkelanjutan dari berbagai pihak di lingkungan universitas.
“Di UPH, kami percaya bahwa setiap mahasiswa dianugerahi Tuhan dengan talenta dan potensi yang perlu dikembangkan secara bertanggung jawab. Karena itu, kami menghadirkan lingkungan pembelajaran yang mendorong mahasiswa berani mengambil kesempatan dan memberikan yang terbaik. Kami memandang prestasi bukan sekadar pencapaian individu, melainkan wujud visi UPH dalam menghadirkan pendidikan holistik dan transformatif yang membentuk mahasiswa untuk bertumbuh utuh, berkarakter, dan siap berkontribusi bagi masyarakat. Pada akhirnya, kami berharap setiap talenta yang dikembangkan dan prestasi yang dicapai memuliakan Tuhan dan membawa dampak positif bagi sesama,” ujar Dr. Andry.
Rangkaian pencapaian dalam UPH Awards 2026 menunjukkan bahwa prestasi tumbuh melalui ketekunan mahasiswa serta dukungan dosen, fakultas, fasilitas, dan lingkungan kampus yang mendorong pengembangan potensi. Melalui UPH Awards, universitas tidak hanya mengapresiasi pencapaian yang telah diraih, tetapi juga mendorong seluruh civitas academica untuk terus belajar, berani mencoba, dan mengembangkan kemampuan di berbagai bidang.
Komitmen ini diwujudkan melalui pendidikan holistis dan beragam program pengembangan diri yang mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang takut akan Tuhan, unggul, dan berdampak bagi masyarakat.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan