25/02/2026 Alumni
Tidak semua orang langsung menemukan arah kariernya sejak hari pertama kuliah—dan bagi Elika Natania Boen, perjalanan itu terbentuk melalui proses belajar, eksplorasi, serta keberanian menangkap peluang yang datang. Alumni Program Studi Desain Produk Universitas Pelita Harapan angkatan 2013 ini kini dikenal sebagai content creator di bidang beauty, fashion, dan lifestyle, dengan fondasi karier yang mulai bertumbuh sejak masa studinya. Semua bermula dari pilihannya menempuh pendidikan di UPH—sebuah lingkungan yang ia yakini mampu menjadi ruang berkembang bagi potensi dan panggilannya.
“Waktu itu pilihan Desain Produk di Indonesia masih sangat sedikit, kalau nggak salah cuma ada tiga universitas dan salah satunya UPH. Setelah saya cari tahu, saya langsung suka dengan lingkungannya. Kurikulum dan fasilitas lengkap yang ditawarkan membuat saya yakin, saya bisa berkembang di sini,” ungkap Elika.
Golden Period yang Membentuk Karakter
Bagi Elika, pengalaman berkuliah di UPH melampaui pembelajaran akademik. Masa studi ia maknai sebagai fase pembentukan diri – ketika nilai, cara berpikir, dan kedewasaan berkembang seiring proses. Lingkungan kampus UPH pun turut memberinya ruang untuk membangun relasi, mengambil peran, serta memahami tanggung jawab personal yang kelak berguna di dunia profesional.
“Menurut saya, masa kuliah itu benar-benar golden period. Di fase ini, kita punya banyak peluang untuk bertumbuh. Kuliah adalah masa saya memperluas networking dan terus mengembangkan social skills. Dari situ, saya jadi sadar bahwa kuliah bukan hanya soal akademik, tapi juga tentang memanfaatkan waktu untuk explore, berteman, dan aktif di berbagai kegiatan,” ujar Elika.
Baginya, pengalaman berorganisasi, berteman lintas latar belakang, serta dinamika akademik menjadi latihan nyata sebelum masuk ke dunia profesional. Nilai-nilai ini yang kemudian membantu Elika lebih siap menghadapi perubahan dan tuntutan industri kreatif yang dinamis.
Peran UPH dalam Karier Elika
Sejak masa perkuliahan, Elika menjalani proses yang secara perlahan mengarahkannya ke dunia content creation. Relasi yang terbangun membuka ruang kolaborasi, sementara latar belakang akademiknya di bidang Desain Produk membentuk kepekaan terhadap visual, karakter produk, dan identitas brand. Berangkat dari pengalaman tersebut, ia mulai merumuskan identitas personal yang khas—menemukan gaya bertutur, estetika, dan pendekatan konten yang terasa autentik. Seiring waktu, fondasi ini mengukuhkan posisinya di ruang publik, di mana keunikan perspektifnya tercermin konsisten dalam setiap karya yang ia bagikan hingga hari ini.
“Tentu hal itu tidak lahir dalam semalam. Semuanya adalah hasil dari eksplorasi dan konsistensi bertahun-tahun. Keunikan itu terlihat dari cara saya menampilkan diri ke publik, cara berpakaian, dan personal branding yang saya bangun. Kuncinya adalah konsisten dan perlu waktu sampai akhirnya benar-benar menemukan jati diri dan apa yang membedakan kita dari yang lain,” ujar Elika.
Berdampak Positif lewat Konten
Bagi Elika menjadi content creator berarti mengambil peran di ruang publik dengan kesadaran dan integritas. Ia tidak sekadar memproduksi konten, tetapi juga hadir sebagai representasi nilai dari setiap brand yang dipercayakan kepadanya. Karya-karyanya tidak hanya menghibur, melainkan turut mencerminkan tanggung jawab atas pengaruh yang dimiliki. Karena itu, Elika senantiasa berupaya memastikan setiap kolaborasi dan pesan yang disampaikan tetap relevan, autentik, serta memberikan nilai positif bagi audiens.
Kesadaran tersebut turut membentuk cara Elika memaknai perannya hari ini. Baginya, proses bertumbuh, baik secara personal maupun profesional harus selalu diiringi dengan kemauan untuk terus belajar dan berdampak. Hal ini juga yang menjadi pesannya bagi generasi muda, khususnya mahasiswa UPH.
“Manfaatkan waktu sebaik-baiknya untuk memperluas network, mengembangkan keterampilan sosial, ikut organisasi, dan membentuk diri. Belajar tanggung jawab dari sekarang supaya nanti benar-benar siap menempatkan diri di dunia yang sebenarnya,” pesan Elika.
Perjalanan Elika menunjukkan bahwa masa perkuliahan merupakan fase strategis dalam membangun kapasitas diri sekaligus membuka beragam peluang masa depan. Melalui proses pembelajaran, pengembangan relasi, dan ruang eksplorasi yang kaya, ia menemukan fondasi yang kemudian mengarahkan langkah kariernya. Kisah ini merefleksikan peran Universitas Pelita Harapan dalam mendukung pertumbuhan mahasiswa secara holistik, sehingga para lulusannya siap melangkah ke dunia profesional sebagai pribadi yang takut akan Tuhan, kompeten, dan membawa dampak positif.