03/03/2026 International, Partnership
Pesatnya perkembangan teknologi mendorong dunia pendidikan untuk terus bertransformasi dan beradaptasi dengan kebutuhan global. Transformasi yang berdampak tentunya tidak dapat dilakukan secara sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi strategis lintas negara guna memperkuat mutu pendidikan, riset, dan inovasi. Untuk itu, Universitas Pelita Harapan (UPH) terus memperluas jejaring global, salah satunya melalui kerja sama dengan tiga institusi asal Rusia, yaitu Lomonosov Moscow State University, National Intellectual Resource Foundation (Innopraktika), dan Modena Global Limited.
Kerja sama ini resmi ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada 3 Februari 2026 di Gedung HOPE, Kampus UPH Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Kemitraan ini berfokus pada penguatan pendidikan dan percepatan transfer teknologi melalui pengembangan klaster inovasi Rusia–Indonesia. Program kerja sama tersebut mencakup riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa dan dosen, dan pemanfaatan laboratorium bersama. Dalam hal ini, UPH berperan sebagai regional hub yang mengoordinasikan berbagai program kolaborasi lintas institusi.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed., selaku Direktur Eksekutif Pelita Harapan Group (PHG) sekaligus Presiden UPH; Natalia Popova, First Deputy CEO Innopraktika; Michael Jizhar, Executive Vice President Modena; serta Mekhri Aliev, General Director of the Hub of Innopraktika di Republik Rakyat Tiongkok yang juga mewakili Lomonosov Moscow State University. Momen penting ini turut disaksikan oleh Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov.
Dalam sambutannya, Dr. Stephanie Riady menegaskan “Kemitraan ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah awal menuju kolaborasi jangka panjang yang berdampak nyata. Pendidikan tidak dapat berjalan sendiri tanpa kolaborasi dan ekosistem yang kuat. Perguruan tinggi perlu membangun kemitraan strategis lintas sektor untuk menghadirkan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan global. Oleh karena itu, kami optimistis kerja sama internasional seperti ini mampu membuka berbagai peluang baru yang bermanfaat bagi institusi dan generasi muda Indonesia,” jelas Stephanie.
Pandangan tersebut sejalan dengan komitmen para mitra. Natalia Popova menjelaskan bahwa Innopraktika menaungi 142 perusahaan teknologi di berbagai sektor strategis, mulai dari dirgantara, farmasi dan bioteknologi, hingga teknologi digital dan keamanan siber. Melalui kemitraan ini, Innopraktika membuka peluang berbagi keahlian dan kapabilitas teknologi Rusia dengan Indonesia.
“Tidak ada perusahaan teknologi tinggi yang dapat berkembang tanpa sumber daya manusia yang terampil dan berpendidikan baik. Kolaborasi dengan perguruan tinggi menjadi fondasi penting dalam menyiapkan talenta unggul untuk industri masa depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Michael Jizhar menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk berperan lebih signifikan di tingkat global, didukung oleh bonus demografi dan dominasi generasi muda. Namun, potensi tersebut perlu ditopang oleh ekosistem pendidikan dan teknologi yang kuat.
“Ke depan, Indonesia berpeluang berkembang sebagai pusat pendidikan global sekaligus technology hub. Kerja sama ini menjadi momentum penting untuk mewujudkan visi tersebut,” ujarnya.
Dari sisi akademik dan industri, Mekhri Aliev menekankan keunikan kolaborasi ini karena melibatkan empat pihak yang terdiri dari dunia akademik dan sektor swasta secara simultan.
“Melalui kerja sama ini perguruan tinggi dapat berperan dalam pengembangan ilmu pengetahuan, sementara mitra industri berperan dalam implementasi dan hilirisasi inovasi,” jelasnya.
Merespons kemitraan ini, H.E. Sergei Gennadievich Tolchenov memandang kerja sama tersebut sebagai simbol penguatan hubungan bilateral Indonesia dan Rusia, khususnya di bidang pendidikan dan inovasi teknologi.
“Dengan keterlibatan institusi pendidikan dan perusahaan unggulan, kolaborasi ini berpotensi menjadi penggerak nyata dalam pengembangan riset, inovasi, dan transfer teknologi,” ujarnya.
Sebagai informasi, Lomonosov Moscow State University dikenal sebagai salah satu universitas tertua dan paling bergengsi di Rusia dengan reputasi global di bidang sains dan teknologi. Sementara itu, Innopraktika berperan sebagai lembaga nirlaba yang mendorong pengembangan riset, inovasi, dan hilirisasi teknologi, sekaligus menjembatani kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah. Adapun Modena Global Limited merupakan perusahaan global di bidang teknologi dan inovasi industri dengan komitmen kuat terhadap kolaborasi riset lintas negara.
Melalui kemitraan strategis ini, UPH menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang aktif membangun jejaring global serta memperluas paparan internasional bagi mahasiswa. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen UPH dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan unggul, yang takut akan Tuhan dan siap berdampak bagi Indonesia dan dunia.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communications@uph.edu