13/05/2026 Partnership
Kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri menjadi kunci dalam menyiapkan talenta yang relevan dengan kebutuhan masa depan. Sinergi ini tidak hanya memperkaya proses pembelajaran, tetapi juga memastikan bahwa inovasi yang dihasilkan mampu menjawab tantangan nyata di dunia usaha. Menjawab kebutuhan tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) melalui Fakultas Sains dan Teknologi (FaST) resmi menjalin kerja sama strategis dengan PT Lippo Malls Indonesia (LMI) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung pada 30 April 2026 di Gedung Hope, Kampus Utama UPH, Lippo Village, Karawaci, Tangerang. Kesepakatan ini berlaku selama lima tahun hingga 30 April 2031 dan menjadi langkah konkret dalam memperkuat keterkaitan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan industri yang terus berkembang.
Dalam seremoni penandatanganan tersebut, sejumlah pimpinan dari kedua institusi turut hadir. Dari UPH, hadir Dr. Stephanie Riady, B.A., M.Ed., President UPH; Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc; Eric Jobiliong, Ph.D., Vice President of Academics, Research, and Innovation; Dr. Nuri Arum Anugrahati, S.Si., M.P., Dekan FaST; Dr. Marincan Pardede, S.Si., M.T., Ketua Program Studi (Prodi) Teknik Elektro; Prof. Dr. Ir. Henri Putra Uranus, M.T., IPU., Guru Besar Prodi Teknik Elektro; serta Yuniwaty Halim, S.T.P., M.Sc., Ketua Prodi Teknologi Pangan. Sementara dari PT LMI, hadir Henry Riady, Chief Executive Officer; Angkasa Perdana Putra, Chief Digital Officer; Santiwati Basuki, Chief Marketing Officer; dan Nidia Niekmasari, Corporate PR and Reputation Management.
Kerja sama ini mencakup pengembangan sejumlah bidang strategis, yaitu Robotics, Artificial Intelligence (AI), dan Food Technology. Dalam kemitraan ini, UPH berperan sebagai mitra jasa uji laboratorium untuk mendukung pengembangan dan pengujian teknologi di bidang tersebut. Selain itu, kolaborasi ini membuka berbagai peluang sinergi lebih luas, mulai dari program magang mahasiswa, kuliah umum dan seminar, pengabdian kepada masyarakat, hingga riset bersama yang relevan dengan kebutuhan industri.
Merespons kerja sama ini, Rektor UPH menegaskan bahwa kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk memastikan pembelajaran tetap kontekstual dan berdampak nyata.
“Kita membutuhkan pengalaman langsung dari dunia bisnis agar teknologi yang kita ajarkan benar-benar relevan dan memberikan dampak dua arah. Pendidikan belajar dari industri, dan industri juga mendapat manfaat dari inovasi akademik. Saya selalu mendorong agar apa yang kita lakukan tetap relevan dengan kebutuhan zaman,” ucap Rektor UPH.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Stephanie Riady menekankan pentingnya konektivitas antara dunia akademik dan industri.
“Ilmu pengetahuan harus tetap relevan dengan kebutuhan industri. Melalui kolaborasi seperti ini, universitas dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung perkembangan industri,” jelasnya.
Dorong Standar Kesehatan Produk hingga Inovasi Teknologi
Dari sisi industri, Henry Riady mewakili PT LMI menjelaskan bahwa salah satu fokus utama kerja sama ini adalah pemanfaatan fasilitas laboratorium Prodi Teknologi Pangan UPH. Fasilitas ini digunakan untuk menguji kandungan produk food and beverage (FnB) di lingkungan pusat perbelanjaan LMI, khususnya terkait kadar gula, garam, dan lemak. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah melalui Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Permenkes RI) Nomor 30 Tahun 2013 tentang pencantuman informasi kandungan Gula, Garam, dan Lemak guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola konsumsi sehat.
Ia menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak hanya bertujuan memenuhi regulasi, tetapi juga menjadi bentuk tanggung jawab industri dalam mengedukasi masyarakat mengenai batas konsumsi harian yang dianjurkan, sekaligus memastikan produk FnB yang beredar aman dan sesuai standar.
Selain itu, kerja sama ini juga mencakup pengembangan teknologi berbasis Robotics dan Artificial Intelligence (AI). PT LMI akan memanfaatkan fasilitas laboratorium Prodi Teknik Elektro UPH untuk menghadirkan solusi inovatif yang dapat meningkatkan kualitas layanan serta pengalaman pengunjung di pusat perbelanjaan.
“Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya inovasi yang memberikan dampak nyata bagi pelanggan. Kami melihat UPH sebagai mitra yang tepat karena pengembangan seperti ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh industri. Ke depan, kami berharap dapat terus berkontribusi bersama dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui kemitraan strategis ini, UPH dan PT LMI menegaskan pentingnya sinergi pendidikan dan industri dalam mendorong inovasi sekaligus menghadirkan pembelajaran nyata bagi mahasiswa agar siap menghadapi kebutuhan global.
Sebagai tindak lanjut dari kemitraan ini, para pihak juga telah melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) lanjutan antara Direktorat Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan UPH yang berlangsung pada 12 Mei 2026. Selain UPH, kolaborasi ini turut melibatkan sejumlah unit usaha Lippo Group lainnya, termasuk Lippo Malls Indonesia (LMI) dan Siloam Hospitals International.
Melalui sinergi lintas sektor ini, para pihak diharapkan dapat memperkuat pengembangan ekosistem inovasi kesehatan melalui pengujian laboratorium dan program pendukung implementasi Nutri-Level guna meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup sehat. Inisiatif ini juga diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperluas edukasi Nutri-Level sekaligus mendorong masyarakat Indonesia hidup lebih sehat, produktif, dan berdaya saing.
Kolaborasi berkelanjutan ini mencerminkan komitmen UPH sebagai institusi pendidikan tinggi yang siap untuk menghadirkan dampak nyata yang relevan dengan kebutuhan industri dan masyarakat. Melalui kolaborasi lintas sektor, UPH turut mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.