11/06/2026 Business & Management
Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik yang masih dibayangi ketidakpastian, pasar modal Indonesia menghadapi tekanan yang tidak ringan. Pada awal Juni 2026, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat anjlok lebih dari 4% dan kembali berada di bawah level 6.000. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan ekonomi dan pasar dapat terjadi dengan cepat, sehingga kemampuan memahami investasi dan mengambil keputusan berdasarkan analisis menjadi semakin penting, terutama bagi generasi muda yang tengah mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi (Prodi) Manajemen Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan seminar bertajuk ‘The Navigator: Finding Opportunities in Turbulence Market’ yang dibawakan oleh Bernadus Wijaya, CEO PT Sucor Sekuritas, pada 3 Juni 2026 di MYC Multipurpose Room, Kampus Utama UPH, Tangerang. Melalui seminar ini, mahasiswa diajak untuk memahami cara membaca kondisi pasar, mengelola risiko, serta melihat peluang investasi secara lebih strategis di tengah volatilitas ekonomi yang terus berkembang.
Dalam paparannya, Bernadus mengajak mahasiswa untuk melihat gejolak pasar sebagai peluang yang dapat dimanfaatkan melalui pemahaman dan strategi investasi yang tepat. Menurutnya, keputusan investasi yang baik perlu didasarkan pada analisis yang matang terhadap kondisi ekonomi serta fundamental perusahaan.
“Ketika pasar sedang bergejolak, justru di situlah peluang sering kali muncul. Terpenting adalah bagaimana kita memiliki pengetahuan, metode analisis yang tepat, serta disiplin dalam mengambil keputusan investasi,” jelas Bernadus.
3M + 1D: Fondasi Investasi di Tengah Pasar yang Dinamis
Sebagai panduan praktis bagi mahasiswa yang ingin mulai berinvestasi, Bernadus memperkenalkan konsep 3M + 1D = C (Cuan). Konsep ini menekankan pentingnya membangun Mindset, Method, Money Management, dan Discipline sebagai fondasi dalam mengambil keputusan investasi.
“M yang pertama adalah Mindset. Investor harus mau terus belajar dan memperbarui informasi karena pasar selalu berubah. Kedua, Method, yaitu memiliki metode yang tepat dalam menganalisis pasar dan perusahaan. Ketiga, Money management, yakni mengelola portofolio dengan baik dan tidak menempatkan seluruh investasi pada satu sektor saja. Lalu ada Discipline, yaitu konsisten memantau kondisi keuangan dan menjalankan strategi yang sudah ditetapkan,” paparnya.
Menurut Bernadus, keberhasilan investasi tidak ditentukan oleh besarnya modal semata, tetapi juga oleh kemampuan memahami risiko, mengelola portofolio, dan menjalankan strategi secara konsisten dalam berbagai kondisi pasar.
Tiga Langkah Memilih Perusahaan Tepat untuk Investasi
Sebagai bagian dari proses tersebut, Bernadus menjelaskan bahwa investor tidak seharusnya mengambil keputusan hanya berdasarkan tren yang sedang berkembang. Menurutnya, pemahaman terhadap bisnis dan prospek pertumbuhan perusahaan menjadi faktor penting sebelum memutuskan untuk berinvestasi.
“Jangan langsung membeli saham hanya karena mengikuti arus. Sebelum memilih perusahaan yang akan diinvestasikan, kita perlu memahami bisnisnya terlebih dahulu melalui analisis makroekonomi, analisis industri, dan analisis perusahaan,” ujar Bernadus.
Ia pun membagikan tiga langkah yang dapat menjadi panduan bagi investor dalam memilih perusahaan yang tepat untuk investasi:
1. Analisis Makroekonomi
Bernadus mengingatkan bahwa Investor perlu memahami kondisi ekonomi secara umum, baik di tingkat nasional maupun global. Investor perlu memperhatikan berbagai indikator seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga, dan nilai tukar rupiah. Faktor-faktor tersebut dapat memengaruhi sentimen pasar dan prospek investasi secara keseluruhan.
2. Analisis Industri
Setelah memahami kondisi ekonomi, Bernadus menyarankan investor untuk mengidentifikasi sektor industri yang memiliki peluang pertumbuhan yang baik. Setiap industri memiliki karakteristik dan tantangan yang berbeda, termasuk pengaruh regulasi pemerintah yang dapat mendukung maupun menghambat pertumbuhannya.
3. Analisis Perusahaan
Pada tahap berikutnya, Bernadus menekankan pentingnya mengevaluasi perusahaan yang akan dipilih. Ia menyarankan investor untuk mencari perusahaan dengan fundamental yang kuat, pertumbuhan laba yang konsisten, keunggulan kompetitif jangka panjang, manajemen yang kredibel, serta valuasi yang menarik dibandingkan perusahaan sejenis.
“Investasi bukan soal menebak saham mana yang akan naik, tetapi soal memahami bisnis yang kita pilih. Semakin baik analisis yang dilakukan, semakin besar peluang kita mengambil keputusan yang tepat,” jelas Bernadus.
Membekali Mahasiswa Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi
Selain memberikan pemahaman mengenai investasi, seminar ini juga menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, analitis, dan adaptif dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terus berubah.
Dr. Vina Christina Nugroho, S.E., M.M., selaku Kepala Prodi Manajemen UPH, menyampaikan bahwa seminar ini diharapkan dapat memperluas perspektif mahasiswa dalam memahami kondisi ekonomi dan pasar modal yang terus berubah.
“Di tengah ketidakpastian ekonomi yang terjadi saat ini, kami berharap seminar ini dapat memberikan wawasan dan pemahaman baru bagi mahasiswa Manajemen UPH mengenai pentingnya berpikir kritis, melakukan analisis yang tepat, dan melihat peluang di balik setiap tantangan. Dengan bekal tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi individu yang lebih siap dalam menghadapi dinamika dunia bisnis dan investasi di masa depan,” ujar Vina.
Di tengah ketidakpastian ekonomi yang terus berkembang, kemampuan menganalisis informasi dan mengambil keputusan yang tepat menjadi keterampilan yang semakin penting. Melalui berbagai kegiatan pembelajaran yang relevan dengan dunia industri, UPH berkomitmen mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan mampu berdampak bagi Masyarakat.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu