25/06/2026 Uncategorized
Kesempatan besar sering kali hadir ketika seseorang berani melangkah keluar dari zona nyaman. Prinsip itulah yang tercermin dalam perjalanan Clara Shafira Krebs, Alumni Program Studi Manajemen Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2020 yang berhasil meraih gelar Miss Universe Indonesia 2024. Di tengah kiprahnya sebagai model, entrepreneur, dan figure publik, Clara melihat pendidikan sebagai fondasi yang membantunya mengembangkan potensi, memperluas perspektif, dan membuka berbagai peluang baru.
Perjalanan Clara di UPH dimulai pada masa pandemi COVID-19, ketika sebagian besar aktivitas perkuliahan berlangsung secara daring. Meski demikian, kondisi tersebut justru memberinya ruang untuk mulai membangun karier di dunia modeling tanpa meninggalkan tanggung jawab akademik. Ia memilih UPH karena kualitas pendidikan yang berstandar internasional, termasuk penggunaan bahasa Inggris dalam program International Business Management yang ditempuhnya.
“Selama kuliah online, saya tetap memiliki kesempatan untuk memulai karier modeling saya. Di sisi lain, saya juga dapat menjalani pendidikan dengan baik. Ketika perkuliahan mulai dilakukan secara tatap muka, saya juga berkesempatan menikmati berbagai fasilitas kampus dan berinteraksi langsung dengan para dosen. Jadi, saya merasa mendapatkan pengalaman terbaik dari kedua situasi tersebut,” ungkap Clara.
Selain sistem pembelajaran yang mendukung, Clara juga mendapatkan pengalaman belajar dari dosen-dosen internasional yang memperkaya perspektifnya. Baginya, keberagaman latar belakang para pengajar memberikan wawasan baru mengenai dunia bisnis dan kewirausahaan.
“Kami tidak hanya belajar dari dosen Indonesia, tetapi juga dari dosen-dosen internasional yang memiliki pengalaman di dunia korporasi maupun entrepreneurship. Saya merasa beruntung memiliki banyak mentor dan role model yang bisa menjadi inspirasi,” katanya.
Membangun Pengalaman dan Karier Sejak Masa Kuliah
Sejak menjadi mahasiswa, Clara menyadari pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan untuk berkembang. Karena itu, ia aktif mencari pengalaman yang dapat memperluas wawasan sekaligus mempersiapkannya menghadapi dunia profesional.
Salah satu pengalaman yang berkesan adalah ketika menjalani program magang selama empat bulan di Mercedes-Benz. Pengalaman tersebut memberinya gambaran langsung mengenai budaya kerja profesional, sekaligus memperluas pemahamannya terhadap dunia bisnis. Di saat yang sama, Clara juga mulai merintis bisnis fashion bernama Lucille The Label sebagai wadah untuk menyalurkan minatnya di bidang industri kreatif dan kewirausahaan.
“Saya ingin menunjukkan bahwa seseorang bisa mengejar berbagai passion sekaligus. Saya memiliki bisnis clothing line, pengalaman profesional melalui program magang, dan juga berbagai aktivitas lainnya. Saya percaya bahwa kita bisa meraih apa yang kita impikan selama mau berusaha dan fokus pada tujuan,” ujarnya.
Dari Mahasiswi UPH Menjadi Miss Universe Indonesia 2024
Setelah menyelesaikan studinya, Clara dihadapkan pada pertanyaan refleksi sederhana yang kemudian mengubah arah perjalanannya: apa lagi yang ingin ia coba?
Keinginan untuk terus berkembang membawa perempuan berdarah Indonesia-Jerman ini mengambil langkah baru, yakni mengikuti ajang pageant untuk pertama kalinya. Meski tidak memiliki latar belakang panjang di dunia kontes kecantikan, Clara memilih untuk keluar dari zona nyaman dan menerima tantangan tersebut. Keputusan itu kemudian membawanya meraih gelar Miss Universe Indonesia 2024.
“Saya benar-benar tidak memiliki ekspektasi yang tinggi saat mengikuti ajang ini. Bahkan, saya tidak memiliki pengalaman panjang di dunia pageant. Namun, berkat kerja keras dan sedikit keberuntungan, saya berhasil meraih gelar tersebut,” ucapnya.
Pengalaman itu mengajarkannya bahwa potensi seseorang sering kali baru terlihat ketika ia berani mencoba hal yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
“Kita tidak akan pernah tahu potensi yang kita miliki sampai kita berani mencoba. Karena itu, lebih baik mencoba dan gagal daripada tidak pernah mencoba sama sekali,” tegasnya.
Menemukan Nilai Toleransi dan Keterbukaan di UPH
Selain pengalaman akademik dan pengembangan karier, Clara juga mengapresiasi lingkungan kampus UPH yang terbuka terhadap keberagaman agama dan budaya. Sebagai universitas Kristen, Clara yang bukan penganut Kristiani, merasa diterima dan mendapatkan pengalaman positif selama berkuliah. Menurutnya, interaksi dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang membantu membentuk dirinya menjadi pribadi yang lebih terbuka dan menghargai perbedaan.
“Saya melihat UPH terbuka dan menghargai keberagaman agama maupun budaya. Pengalaman tersebut turut membuat saya menjadi pribadi yang lebih terbuka dan menghargai perbedaan. Jika seseorang ingin mengembangkan diri, memperluas wawasan, dan memperdalam nilai-nilai spiritual dengan pikiran yang terbuka, maka UPH dapat menjadi pilihan universitas yang tepat,” ucap Clara.
Sebagai Generasi Z, Clara berpesan agar mahasiswa memanfaatkan masa kuliah sebaik mungkin. Menurutnya, kemajuan teknologi memang membuka banyak peluang, tetapi kesuksesan tetap membutuhkan kedisiplinan dan kerja keras.
“Masa kuliah mungkin terasa panjang ketika dijalani, tetapi sebenarnya akan berlalu sangat cepat. Karena itu, nikmatilah setiap prosesnya. Bangun pertemanan, perluas relasi, dan manfaatkan setiap kesempatan yang ada. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, tetapi jangan lupa untuk menikmati perjalanan tersebut,” pesannya.
Perjalanan Clara Shafira Krebs menunjukkan bahwa keberanian untuk mencoba dan kemauan untuk terus berkembang dapat membuka berbagai peluang. Melalui pengalaman akademik dan pengembangan karakter di UPH, Clara membangun fondasi yang membantunya bertumbuh di berbagai bidang. Kisah ini mencerminkan komitmen UPH dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu
Written by: Ahmad Zaki Alim Manoppo (Mahasiswa S1 Hukum, 2025)