NEWS & PUBLICATION

Ayo Bersenang-Senang!

05/05/2011 Uncategorized

Ayo Bersenang-Senang!

erbagi kebahagiaan merupakan proyek yang baru-baru ini diadakan oleh mahasiswa UPH bersama dengan pasien anak-anak penderita kanker yang tinggal di Rumah Kita II, di Jalan Anggrek Neli Murni A/110, Slipi, Jakarta Barat.

 

Sesi foto pada akhir acara, semua UPH-SLC students, anak-anak penderita kanker, orangtua, dan penasihat Mundhi Word Hardiningtyas, Spd., MA (barisan pertama-tengah).
 
Berbagi kebahagiaan merupakan proyek yang baru-baru ini diadakan oleh mahasiswa UPH bersama dengan pasien anak-anak penderita kanker yang tinggal di Rumah Kita II, di Jalan Anggrek Neli Murni A/110, Slipi, Jakarta Barat.
Menurut Oscar Benyamin, mahasiswa jurusan Teknologi Pangan dari angkatan 2007 sebagai ketua proyek, ?Acara ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran akan orang yang kurang beruntung dari kita. Jadi, sekarang kami ingin berbagi kebahagiaan dengan mereka. Selain itu, banyak kepustakaan yang mengklaim bahwa anak penderita kanker tidak hanya bisa disembuhkan secara medis namun juga secara psikologis. Dengan dukungan yang positif, sistem imun mereka akan menguat. Jadi, kami memutuskan untuk melakukan pelayanan untuk pasien anak penderita kanker,? kata Oscar.

Mahasiswa diminta untuk menyusun berbagai acara untuk menghibur anak-anak penderita kanker. Aktivitas tersebut termasuk mewarnai, permainan dan hiburan lainnya. Ada 12 anak, balita, dan remaja yang terlibat di kegiatan ini. Mereka tampak antusias dan bersemangat dengan kedatangan mahasiswa UPH.

Orangtua diberikan pengarahan dan konseling oleh penasihat Mundhi Word Hardiningtyas, Spd., MA. Kelompok konseling yang berjudul ?Bantuan untuk Pasien Anak Penderita Kanker? dimulai dengan orangtua yang membagikan cerita tentang kanker yang diderita oleh anak-anak mereka. Mundhi mengatakan ada dua hal penting yang harus disadari oleh para orangtua. Pertama, penyakit yang dialami anak mereka mempengaruhi setiap aspek di kehidupan mereka (fisik, mental, sosial dan spiritual) dan juga orangtua harus menyadari semua gejala atau pengaruh psikologis yang dialami oleh anak mereka.

Neti adalah ibu dari Vita (4 tahun) yang menderita Retinoblastoma (kanker mata) sejak ia berumur 2 tahun. Awalnya, ia takut dan khawatir sejak ketika ia tahu anaknya menderita kanker. Namun, setelah tinggal selama 8 bulan di Rumah Kita II, Nita didukung penuh oleh rumah penampungan ini. Ia juga berterima kasih untuk acara dari UPH SLC, karena ia dan putri semata wayangnya menerima banyak sekali dukungan dan mereka merasa terhibur.

Acara ini merupakan bagian dari acara CSR dari UPH SLC. Di UPH, mahasiswa tidak hanya belajar dari kelas di kampus, namun juga di masyarakat untuk mengembangkan karakter mereka.

Di service learning, mahasiswa belajar untuk mengembangkan kepedulian mereka akan lingkungan sekitar, memecahkan masalah di masyarakat, berhadapan dengan orang-orang serta mendapatkan pengalaman yang membentuk kemampuan interpersonal mereka, bekerja dalam tim serta masih banyak lagi. Service learning juga membuat konteks akademis menjadi lebih hidup karena mahasiswa langsung mempraktekan pengetahuan dan kemampuan mereka di situasi kehidupan yang nyata. Mahasiswa akan lebih memahami pembelajaran mereka dan juga memberikan efek positif untuk masyarakat.

Acara yang diadakan pada hari Sabtu, 30 April 2011 merupakan hasil kerjasama antara UPH SLC dengan Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia ? YKAKI. Yayasan ini didirikan oleh para orangtua pasien dan simpatisan yang peduli akan anak-anak dengan kanker dan sekarang, Yayasan telah menyediakan beberapa rumah penampungan untuk anak-anak penderita kanker.

Acara tiga jam ini disambut oleh Ingrid Lolita (Koordinator Rumah Kita II). Inggrid mengatakan ia sangat berterima kasih akan kedatangan mahasiswa UPH yang membagikan rasa cintanya dengan anak-ank serta orangtua mereka di rumah penampungan ini. Inggrid juga berharap acara ini akan diadakan lagi ke depannya. (pty)

UPH Media Relations

Sesi Kelompok Konseling untuk para orangtua. Salah satu hadiah yang diberikan adalah tas sekolah.