13/06/2026 Sports
Lebih dari sekadar kompetisi basket mahasiswa, penyelenggaraan Campus League di Universitas Pelita Harapan (UPH) mencerminkan kolaborasi strategis antara dunia pendidikan dan industri olahraga. Kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga membuka ruang pembelajaran, pengembangan karakter, serta peluang karier bagi generasi muda Indonesia.
Semangat tersebut tercermin dalam penyelenggaraan perdana Campus League Basketball The Nationals 2026 yang mempertemukan 18 tim terbaik hasil kompetisi di lima regional terdiri dari tujuh provinsi dan mewakili 13 perguruan tinggi di Indonesia. Berlangsung di UPH, Kampus Lippo Village, Tangerang, pada 7–13 Juni 2026, turnamen ini menjadi puncak rangkaian Campus League Basketball 2026 setelah sebelumnya digelar kompetisi regional di sejumlah kota, termasuk Regional Jakarta yang juga berlangsung di UPH pada 24–31 Mei 2026.
Ryan Gozali selaku CEO Campus League menjelaskan bahwa visi besar Campus League terinspirasi dari National Collegiate Athletic Association (NCAA) di Amerika Serikat, yang telah membangun ekosistem olahraga kampus secara matang selama lebih dari satu abad. Meski masih memasuki tahun pertama, ia optimistis Campus League dapat bertumbuh ke arah yang sama. Dalam perjalanan itu, Ryan menilai UPH sebagai mitra yang tepat karena memiliki visi yang sejalan dalam pengembangan olahraga. Menurutnya, UPH tidak hanya unggul dari sisi infrastruktur, tetapi juga sangat memperhatikan kehidupan kampus dan pengalaman mahasiswa.
“Kalau bicara UPH, baik dari infrastruktur maupun campus life, semuanya sudah sangat diperhatikan. Dari sisi visi juga, mereka memberi penekanan besar pada olahraga. Buat kami, kemitraan ini terasa sangat natural,” katanya.
Ryan menambahkan, kehadiran pertandingan di kampus bukan sekadar soal venue, tetapi juga tentang membangun kebanggaan mahasiswa dan memperkuat ikatan alumni dengan kampus melalui olahraga. Ia pun menilai penyelenggaraan Campus League Basketball The Nationals 2026 di UPH tahun ini berjalan sangat baik, baik dari segi fasilitas maupun atmosfer kompetisi yang tercipta.
“Fasilitas di UPH sangat memadai dan kami diberi kebebasan untuk berkreasi dalam mendesain venue dan jalannya kompetisi. Harapannya, orang-orang yang datang ke sini bisa melihat bagaimana UPH menjalankan semuanya, lalu pulang dengan inspirasi untuk melakukan hal yang sama demi kemajuan olahraga Indonesia,” ujar Ryan.
Membangun Ekosistem Olahraga yang Berdampak
Bagi UPH, kerja sama dengan Campus League memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar menjadi tuan rumah sebuah turnamen nasional. Kolaborasi ini merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem yang mendukung pengembangan mahasiswa secara holistis, sekaligus memperkuat peran olahraga sebagai sarana pembentukan karakter dan pengembangan profesionalisme berdampak bagi mahasiswa.
Dr. Andry M. Panjaitan, M.T., CPHCM selaku Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relation UPH, melihat Campus League sebagai langkah positif dalam mendorong perkembangan industri olahraga yang profesional di lingkungan perguruan tinggi. Menurutnya, kolaborasi ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk tidak hanya berkembang sebagai atlet yang kompetitif, tetapi juga memahami bagaimana sebuah ajang olahraga profesional dirancang, dikelola, dan memberikan dampak bagi masyarakat.
“Kami melihat kolaborasi ini sebagai awal yang baik agar mahasiswa dapat memahami olahraga tidak hanya sebagai sebuah kompetisi, tetapi juga sebagai industri yang mampu memberikan manfaat dan dampak bagi banyak orang,” ujarnya.
Komitmen UPH dalam mendukung pengembangan olahraga tidak hanya diwujudkan melalui kolaborasi dengan berbagai mitra industri, tetapi juga melalui integrasi olahraga dan kesehatan ke dalam pengalaman belajar mahasiswa. Salah satunya melalui program Health and Wellness yang menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa UPH.
“Health and Wellness menjadi program wajib bagi seluruh mahasiswa dan merupakan salah satu syarat kelulusan. Ini menunjukkan bahwa olahraga dan kesehatan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari ekosistem pendidikan di UPH,” jelas Dr. Andry.
Membentuk Student Athlete Secara Menyeluruh
Komitmen UPH terhadap pengembangan mahasiswa juga terlihat melalui pola pembinaan student athlete yang dilakukan secara menyeluruh. Bagi UPH, keberhasilan seorang atlet tidak hanya diukur dari pencapaian di lapangan, tetapi juga dari karakter, integritas, dan dampak yang mampu mereka berikan kepada orang lain.
Sementara itu, Dr. Stephen Lester Metcalfe selaku Executive Director of UPH Sport, Head Coach Tim Basket Putra UPH Eagles, sekaligus Sports Advisor Yayasan Pendidikan Pelita Harapan (YPPH), menilai Campus League telah membawa perkembangan positif bagi basket mahasiswa Indonesia.
“Menurut saya, Campus League menaikkan standar dan membuat kompetisi menjadi lebih profesional. Saya rasa Campus League membawa semuanya ke level yang lebih tinggi. Ini bagus untuk keseluruhan sistem, dan bagus untuk basket di negeri ini. Jadi saya sangat menantikan bagaimana Campus League akan terus berkembang ke depannya,” ujar Coach Met.
Selain mengapresiasi perkembangan Campus League, Coach Met menegaskan bahwa pengembangan student athlete di UPH dilakukan secara menyeluruh, mencakup aspek akademik, fisik, mental, dan spiritual.
“Kami ingin para pemain bertumbuh baik secara spiritual maupun fisik. Mereka harus mampu tampil maksimal secara fisik, tetapi juga menunjukkan karakter dan nilai-nilai yang baik dalam kehidupan mereka,” jelas Coach Met.
Tak hanya itu, UPH juga terus mempersiapkan mahasiswa untuk berkiprah di industri olahraga melalui berbagai program akademi, pelatihan, dan magang di bidang sport management. Melalui program-program tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung mengenai pengelolaan olahraga, kepelatihan, hingga manajemen di industri olahraga.
“Kami percaya pengalaman dan paparan langsung terhadap dunia olahraga sangat penting. Dari pengalaman tersebut, mahasiswa dapat berkembang dan menciptakan dampak positif bagi dunia olahraga maupun masyarakat luas,” ucapnya.
Kampus sebagai Pusat Pengembangan Atlet Masa Depan
Peran kampus dalam pengembangan olahraga juga mendapat apresiasi dari Tikky Suwantikno selaku Wakil Ketua Dewan Pengurus Daerah Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (DPD PERBASI) Banten. Menurutnya, perguruan tinggi merupakan wadah yang ideal untuk membina atlet muda menuju level profesional maupun tim nasional.
“Kampus merupakan wadah yang paling pas untuk pengembangan bola basket, khususnya bagi anak muda yang ingin melangkah ke level profesional atau Tim Nasional. Kampus harus menjadi wadah pengembangan olahraga di semua cabang,” ujarnya.
Tikky juga menilai fasilitas dan program olahraga yang dimiliki UPH termasuk yang terbaik di Indonesia. Untuk mendukung penyelenggaraan The Nationals, UPH Basketball Court dilengkapi court interlocked berlapis padding sesuai rekomendasi DPP PERBASI yang dipasang di atas permukaan PLEXIPAVE® CUSHION SYSTEM. Fasilitas ini dirancang untuk memberikan kenyamanan dan keamanan yang lebih baik bagi para student-athlete selama bertanding.
“Fasilitas bola basket di UPH termasuk salah satu yang terbaik di Indonesia dan program-programnya juga luar biasa dalam mendukung pengembangan bola basket Indonesia,” tuturnya.
Menyeimbangkan Prestasi Akademik dan Olahraga
Bagi student athlete, keberhasilan tidak hanya diukur dari prestasi di lapangan, tetapi juga kemampuan menjaga keseimbangan antara akademik dan olahraga. Hal tersebut dirasakan langsung oleh Juan Laurent Kokodiputra, Pebasket profesional sekaligus alumni Program Studi Manajemen UPH angkatan 2013 dan alumni Tim Basket Putra UPH Eagles.
Menurut Juan, pengalaman sebagai student athlete mengajarkannya tentang disiplin, tanggung jawab, dan manajemen waktu yang baik.
“Menjadi student athlete itu tidak gampang. Cara membagi waktu antara kuliah dan bola basket harus seimbang. Akademiknya harus bagus, tetapi olahraga juga harus berkembang,” ungkap Juan.
Ia juga berpesan kepada para pemain UPH Eagles yang tengah berjuang di Campus League Basketball The Nationals 2026 agar terus berprestasi baik di dalam maupun di luar lapangan.
“Campus League bisa menjadi kesempatan untuk mewakili Indonesia di level internasional. Akademis harus bagus, bola basket juga harus bagus. Semoga kalian bisa menjadi generasi berikutnya yang mengharumkan nama Indonesia,” pesannya.
Melalui kolaborasi antara Campus League dan UPH, olahraga mahasiswa tidak lagi dipandang sekadar aktivitas kompetitif, melainkan menjadi sarana pembentukan karakter, pengembangan profesionalisme, dan investasi bagi masa depan industri olahraga Indonesia. Sejalan dengan komitmennya terhadap pendidikan holistis, UPH terus mendukung student athlete melalui ekosistem pendidikan, fasilitas berkualitas, dan berbagai program pengembangan diri, untuk siap menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.
——————————-
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
Corporate.communication@uph.edu