14/06/2026 Sports
Bagi para student-athlete, Campus League bukan sekadar ajang perebutan gelar juara nasional. Kompetisi ini menjadi ruang pembelajaran yang membentuk karakter, kepemimpinan, sportivitas, dan semangat untuk terus berkembang, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Pengalaman tersebut dirasakan langsung oleh para pelatih, student-athlete, dan suporter yang hadir sepanjang penyelenggaraan Campus League The Nationals 2026 di Universitas Pelita Harapan (UPH). Sebagai tuan rumah, UPH mendapat apresiasi atas keberhasilannya menghadirkan ruang kompetisi yang kompetitif sekaligus mendukung pengembangan mahasiswa secara menyeluruh.
Pengalaman Kompetisi Nasional yang Berkualitas
Coach Arif Gunarto atau Coach Lie Fan, pelatih tim basket putra dan putri Universitas Kristen Maranatha Bandung, menilai penyelenggaraan Campus League dan dukungan UPH memberikan pengalaman yang positif bagi atlet maupun ofisial tim.
“Kami sangat excited dengan adanya Campus League ini. Penyelenggaraannya bagus, panitianya siap, dan fasilitas pertandingan yang tersedia juga mendukung jalannya kompetisi dengan baik. Saya melihat setiap kendala yang muncul dapat ditangani dengan cepat dan responsif oleh panitia. Menurut saya, Campus League memiliki potensi untuk menjadi kompetisi antar universitas yang semakin besar dan meriah di masa mendatang,” ujar Coach Lie Fan.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Aldy David Luntungan dari Institut Perbanas Jakarta. Menurut pebasket dengan nomor punggung 2 ini, pengalaman bertanding di UPH memberikan kesan yang positif, baik dari sisi fasilitas maupun atmosfer kompetisi yang dirasakan selama mengikuti The Nationals.
“Menurut saya, kualitas penyelenggaraan The Nationals ini semakin meningkat dari regional sebelumnya. Fasilitas yang disediakan sangat lengkap, mulai dari locker room yang nyaman hingga berbagai kebutuhan pemain yang sudah tersedia dengan baik. Sebagai atlet, kami jadi bisa lebih fokus pada pertandingan. Kondisi lapangan juga aman dan nyaman, sehingga membuat kami lebih percaya diri saat bermain,” ungkap Aldy.
Melalui penyelenggaraan Campus League Basketball The Nationals 2026, UPH tidak hanya menjadi lokasi pertandingan, tetapi juga menghadirkan pengalaman kompetisi yang mendukung performa atlet dan memperkuat standar penyelenggaraan olahraga mahasiswa di tingkat nasional.
Lebih dari Kompetisi, Campus League Membentuk Karakter dan Mentalitas Generasi Muda
Bagi para pelatih, Campus League bukan hanya soal memperebutkan gelar juara nasional, namun mampu menjadi ruang pembelajaran mahasiswa dalam mengembangkan karakter, kedisiplinan, kerja sama tim, dan kemampuan menghadapi tantangan.
Jumria, Head Coach Universitas Ciputra Makassar (UCM), mengungkapkan bahwa keikutsertaan timnya dalam Campus League dilandasi oleh keinginan untuk memberikan pengalaman kompetitif yang berharga bagi para pemain.
“Campus League penting bagi kami karena memberi kesempatan menghadapi tim-tim dari universitas lain dan menghadirkan level tantangan yang berbeda. Untuk basket putri, kompetisi seperti ini masih terbatas, jadi kehadiran Campus League sangat membantu pembinaan di Makassar sekaligus memotivasi kampus-kampus lain untuk terus berkembang. Target kami bukan hanya hasil, tetapi juga pengalaman bertanding dan pembelajaran bagi para pemain,” tutur Jumria.
Hal senada disampaikan oleh Fajar Kusumasari, Coach tim basket putri UPH yang melihat Campus League sebagai wadah pembentukan karakter mahasiswa dan kesempatan berinteraksi dengan peserta dari berbagai daerah.
“Kompetisi merupakan bagian penting dari pembinaan student-athlete. Tidak hanya menguji kemampuan, tetapi juga karakter yang dibangun selama proses latihan. Di UPH, fokus kami bukan hanya pada kemenangan, melainkan juga pada pembentukan karakter, kerja sama tim, dan kemampuan menghadapi tekanan. Karena itu, Campus League menjadi wadah yang sangat baik bagi mahasiswa untuk bertumbuh,” ungkap Coach Fajar.
Pembelajaran tersebut juga dirasakan langsung oleh para peserta. Petra Karunia Mariw K. Sinulingga dari Universitas Surabaya (UBAYA) menilai kesempatan bertanding di The Nationals 2026 membantunya bertumbuh secara karakter dan mentalitas baik sebagai atlet maupun pribadi.
“Dengan berkompetisi tentunya saya belajar banyak tentang mental yang tangguh, disiplin, dan pentingnya kerja keras dalam setiap proses yang dijalani. Nilai-nilai tersebut terus ditanamkan oleh pelatih kepada kami, baik saat latihan maupun pertandingan. Pengalaman ini menjadi bekal yang berharga bagi saya untuk terus berkembang sebagai student-athlete,” tutur Petra.
Sementara itu, Erinindita Prias Madafa dari Tim Basket Putri Universitas Katolik Soegijapranata menyoroti pentingnya kedisiplinan dalam menjalani peran sebagai mahasiswa dan atlet.
“Sebagai student-athlete, kami harus belajar membagi waktu antara kuliah dan latihan. Campus League mendorong saya untuk lebih disiplin dan bertanggung jawab terhadap keduanya. Selain itu, kompetisi seperti ini juga membuka peluang yang lebih besar bagi atlet kampus untuk menunjukkan kemampuan mereka dan berkembang ke level yang lebih tinggi,” ungkap Erinindita.
Lidwina Ruth Riratri Dwi Saputri student-athlete dari Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) juga mengaku memperoleh banyak pembelajaran melalui pengalaman berkompetisi bersama timnya di Campus League.
“Salah satu nilai yang paling saya rasakan adalah pentingnya kekompakan dan kerja sama tim. Selain itu, saya juga belajar untuk saling percaya dan mendukung rekan satu tim dalam setiap pertandingan. Pengalaman ini menjadi pembelajaran yang sangat berharga bagi saya sebagai atlet maupun mahasiswa,” tutur Lidwina.
The Nationals 2026 juga menghadirkan Universitas Cenderawasih (UNCEN), salah satu perguruan tinggi terkemuka di Papua yang mewakili wilayah paling timur Indonesia. Bagi Willard Audre, Kapten Tim Basket Putra UNCEN, keikutsertaan timnya dalam kompetisi ini memiliki makna yang lebih besar daripada sekadar bertanding. Kehadiran UNCEN di panggung nasional menjadi bukti bahwa mahasiswa dari berbagai penjuru Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, berkompetisi, dan menunjukkan potensi terbaiknya.
“Bisa datang dari Papua dan bertanding di tingkat nasional merupakan pengalaman yang sangat berharga bagi saya dan tim. Perjalanan yang kami tempuh cukup jauh, tetapi kami tahu kesempatan seperti ini penting karena memberi kami pengalaman bertanding melawan tim-tim terbaik dari berbagai daerah di Indonesia. Sebagai student-athlete, saya juga belajar lebih disiplin dalam menyeimbangkan tanggung jawab sebagai mahasiswa dan atlet. Pengalaman ini memotivasi kami untuk terus berkembang dan menunjukkan bahwa mahasiswa dari Papua juga mampu bersaing di tingkat nasional,” kata Willard.
Student-Athlete UPH: Bertanding dengan Karakter dan Integritas
Di balik persaingan dan target prestasi, Campus League juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertumbuh sebagai pribadi yang siap memberi dampak. Bagi student-athlete UPH, keberhasilan tidak hanya diukur dari hasil pertandingan, tetapi juga dari karakter, integritas, dan nilai-nilai yang dibangun selama proses pembinaan.
Bryant Citrarahardja Manuputty, student-athlete tim basket putra UPH mengungkapkan bahwa nilai yang diperolehnya selama menjadi bagian dari tim Eagles UPH turut membantunya menghadapi tantangan dan siap berdampak sebagai atlet mahasiswa.
“Coach Met sebagai pelatih mengajarkan kita pentingnya persiapan, konsistensi, dan selalu memberikan usaha terbaik dalam setiap kesempatan. Nilai-nilai tersebut mengajarkan saya untuk tidak hanya fokus pada diri sendiri, tetapi juga siap memberikan kontribusi sesuai kebutuhan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan. Saya percaya setiap kesempatan yang saya miliki adalah anugerah dari Tuhan, sehingga saya ingin menggunakannya untuk memberikan dampak positif bagi orang-orang di sekitar saya,” ungkap Bryant.
Hal serupa dirasakan oleh Deewell Windy Dido Gosal dari tim basket putri UPH. Menurutnya, pengalaman sebagai student-athlete membantunya memahami pentingnya integritas, kerja keras, dan tanggung jawab dalam setiap aspek kehidupan.
“Salah satu nilai yang paling saya pelajari adalah athletic perfection, yaitu memberikan yang terbaik dalam setiap hal yang dikerjakan, baik di lapangan maupun di perkuliahan. Melalui Campus League, saya ingin memberikan kontribusi terbaik bagi tim dan membawa nama baik UPH. Di atas itu semua, saya selalu diingatkan bahwa kami bermain bukan untuk diri sendiri, melainkan untuk Tuhan. Karena itu, yang terpenting bagi saya adalah memberikan usaha terbaik dalam setiap kesempatan dan menyerahkan hasilnya kepada-Nya,” ungkap Deewell.
Pengalaman Bryant dan Deewell menunjukkan bahwa pembinaan student-athlete di UPH tidak hanya berfokus pada prestasi, tetapi juga pada pembentukan karakter, integritas, dan panggilan untuk memberi dampak bagi sesama.
Dukungan dari Tribun, Semangat yang Menyatukan
Atmosfer The Nationals juga semakin hidup melalui dukungan para suporter yang hadir dari berbagai kampus.
Arthur Gracello Wijaya, mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang hadir untuk mendukung Institut Teknologi Harapan Bangsa (ITHB) dan Universitas Kristen Maranatha, mengaku terkesan dengan pengalaman yang dihadirkan The Nationals.
“Saya datang untuk mendukung ITHB dan Maranatha karena keduanya mewakili Bandung di The Nationals. Menurut saya, bisa mencapai tahap nasional saja sudah menjadi pencapaian yang membanggakan. Sebagai supporter, saya senang bisa menyaksikan langsung perjuangan mereka dan memberikan dukungan dari tribun. Pengalaman menonton pertandingan di sini juga sangat menyenangkan karena kompetisinya berlangsung dengan baik dan atmosfernya terasa meriah,” ungkap Arthur.
Atmosfer kompetisi juga mendapat dukungan dari Erick Ibrahim Junior, bagian dari keluarga besar UPH Eagles yang kini berkiprah sebagai pemain profesional di Dewa United Banten. Setelah menyelesaikan musim IBL, Erick hadir untuk memberikan semangat kepada para student-athlete UPH yang tengah berjuang di The Nationals.
“Hari ini saya datang untuk mendukung teman-teman Eagles yang sedang bertanding. Sebagai bagian dari keluarga UPH Eagles, saya tahu mereka sudah dipersiapkan dengan baik melalui nilai-nilai disiplin, kerja keras, dan kedekatan dengan Tuhan. Karena itu, saya berharap mereka terus memberikan yang terbaik, berjuang sampai akhir, dan menikmati prosesnya. Tentu akan sangat membanggakan jika Eagles dan Eagirls bisa meraih hasil terbaik. Semangat, Eagles!” ungkap Erick.
Lebih dari sekadar kompetisi, Campus League Basketball The Nationals 2026 menjadi bukti bahwa olahraga dapat membentuk karakter, kepemimpinan, dan masa depan generasi muda. Ajang ini turut sejalan dengan komitmen UPH dalam menghadirkan pendidikan holistis melalui berbagai pengalaman pengembangan diri, untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.
——————————-
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
Corporate.communication@uph.edu