NEWS & PUBLICATION

Dari Sampah Menjadi Dampak: Mahasiswa HI UPH Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui IRDP 2026

30/07/2026 Social & Humanities

Dari Sampah Menjadi Dampak: Mahasiswa HI UPH Dorong Pengelolaan Sampah Berkelanjutan melalui IRDP 2026

Kemudahan penggunaan produk sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari turut meningkatkan volume sampah, khususnya sampah plastik yang membutuhkan waktu sangat lama untuk terurai. Di Indonesia, timbulan sampah mencapai 56,63 juta ton setiap tahunnya, namun baru sekitar 39,01% yang berhasil dikelola dengan baik. Di antara berbagai jenis sampah, plastik menempati posisi kedua terbanyak. Mirisnya, satu botol plastik memerlukan sekitar 450 tahun untuk terurai sepenuhnya di alam. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya membutuhkan kebijakan dan sistem, tetapi juga perubahan kebiasaan yang dimulai dari masyarakat.

Melihat kebutuhan tersebut, Himpunan Mahasiswa Program Studi Hubungan Internasional (HMPS-HI) Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan aksi nyata melalui International Relations Development Program (IRDP) 2026 bertema ‘Bijak Mengelola Sampah, Bersama Membangun Lingkungan’ pada 25 Juli 2026 di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sungai Bambu, Jakarta Utara. Bekerja sama dengan mitra lingkungan Duitin_id, kegiatan ini melibatkan 35 ibu rumah tangga dan 20 siswa SD melalui seminar edukasi dan workshop daur ulang. Inisiatif ini juga mendukung SDGs 11: Sustainable Cities and Communities serta SDGs 12: Responsible Consumption and Production.

“Melalui IRDP 2026, kami ingin menunjukkan bahwa ilmu Hubungan Internasional tidak hanya relevan di tingkat global, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Kami percaya bahwa perubahan besar tidak hanya lahir dari pemerintah atau organisasi besar, tetapi juga dari kontribusi setiap individu,” jelas Jonathan Putra Wijaya, mahasiswa Hubungan Internasional angkatan 2024 sekaligus selaku ketua acara IRDP 2026.

Bagi Jonathan, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan ke dalam konteks nyata. Kepedulian terhadap lingkungan, menurutnya, tidak terlepas dari tanggung jawab untuk menjaga bumi sebagai ciptaan Tuhan yang dipercayakan kepada manusia.

Memulai Pengelolaan Sampah dari Rumah

Sebagai salah satu rangkaian IRDP 2026, peserta mengikuti seminar edukasi mengenai pengelolaan sampah yang disampaikan oleh Jihan Almira Fauzia, selaku Associate Kemitraan Strategis dan Enterprise Duitin. Ia menjelaskan bahwa sektor rumah tangga menyumbang sekitar 44,4% dari total sampah di Indonesia. Karena itu, perubahan perilaku perlu dimulai dari lingkungan terdekat, yaitu rumah. Menurut Jihan hal ini dapat dilakukan dengan tiga langkah sederhana, yaitu memilah sampah, memisahkannya berdasarkan jenis, dan membangun kebiasaan tersebut secara konsisten.

“Selain membantu mengurangi dampak terhadap lingkungan, sampah yang telah dipilah juga memiliki nilai tambah. Sampah dapat didaur ulang melalui closed-loop recycling, yaitu proses mengolah sampah menjadi produk sejenis, maupun open-loop recycling, yaitu mengolah sampah menjadi produk baru dengan fungsi yang berbeda. Selain itu, sampah yang telah dipilah juga dapat disalurkan kepada institusi pengelola sampah seperti Duitin sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan,” jelas Jihan.

Dari Sampah Jadi Karya

Komitmen mahasiswa HMPS-HI UPH dalam mengelola sampah tidak berhenti pada edukasi. Sebelum pelaksanaan IRDP 2026, panitia menginisiasi pengumpulan botol plastik bekas melalui tempat sampah khusus di Gedung B Kampus UPH Lippo Village pada 21–24 Juli 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghubungkan kebiasaan pengelolaan sampah di kampus dengan aksi nyata bersama masyarakat.

Botol plastik yang terkumpul kemudian dimanfaatkan dalam workshop daur ulang. Anak-anak diajak mengolah botol plastik menjadi tempat pensil, pot tanaman, dan bunga hias. Sementara para ibu rumah tangga memanfaatkan kardus bekas dan sendok plastik untuk membuat rak sudut dan dekorasi cermin sebagai penerapan open-loop recycling.

Melalui praktik tersebut, peserta dapat melihat secara langsung bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki fungsi. Melihat antusiasme warga, Ekasari Rizkiah, Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kelurahan Sungai Bambu, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa UPH yang tidak hanya memberikan edukasi, tetapi juga menghadirkan praktik pengelolaan sampah yang dapat diterapkan masyarakat.

“Kehadiran mahasiswa UPH memberikan kontribusi nyata bagi warga Sungai Bambu melalui edukasi dan praktik pemilahan sampah. Ini menjadi bukti bahwa anak muda mampu mengambil peran dalam menghadirkan perubahan bagi masyarakat,” ungkap Ekasari.

IRDP 2026 menunjukkan bahwa dampak tidak selalu dimulai dari langkah besar, tetapi dari keberanian untuk peduli dan mengambil tindakan. Melalui edukasi dan praktik pengelolaan sampah bersama masyarakat, mahasiswa HI UPH belajar menerjemahkan pengetahuan menjadi aksi sekaligus menggunakan talenta yang dimiliki untuk menjawab persoalan nyata di sekitarnya.

Pengalaman ini menjadi bagian dari pendidikan holistis yang berpusat pada Kristus di UPH, di mana mahasiswa tidak hanya dibekali pengetahuan, tetapi juga didorong untuk bertumbuh melalui pengalaman yang membangun kepedulian dan tanggung jawab terhadap sesama. Melalui berbagai kegiatan pengembangan diri yang bermakna, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan mampu membawa dampak bagi masyarakat.

————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan 
corporate.communication@uph.edu 
Written by: Beatrice Frederica Sungkono (Mahasiswa Hubungan Internasional, 2024)