NEWS & PUBLICATION

Mahasiswa Perhotelan UPH Belajar Langsung dari CEO dan Praktisi Industri untuk Memahami Peluang Karier

04/11/2026 Tourism & Hospitality

Mahasiswa Perhotelan UPH Belajar Langsung dari CEO dan Praktisi Industri untuk Memahami Peluang Karier

Industri perhotelan menawarkan peluang karier yang luas, mulai dari operasional hotel hingga pengembangan bisnis. Namun, untuk memanfaatkan peluang tersebut, mahasiswa perhotelan tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka perlu mengenal dunia industri secara langsung, memahami kompetensi yang dibutuhkan, serta memperoleh gambaran tentang etos kerja, tantangan dan peluang karier di bidang ini. Untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mempersiapkan mereka memasuki dunia profesional, Program Studi (Prodi) Pengelolaan Perhotelan, Fakultas Hotel Business & Management Universitas Pelita Harapan (FHBM UPH), menghadirkan program Learn From the Experts: The ABCs of Hotel Operations.

Berlangsung pada 20–29 Oktober 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, program ini diikuti lebih dari 100 mahasiswa Pengelolaan Perhotelan angkatan 2026. Melalui sesi bersama praktisi berpengalaman di industri perhotelan, mahasiswa mempelajari berbagai aspek dunia kerja, mulai dari operasional dan strategi bisnis hingga pengembangan layanan yang berorientasi pada kebutuhan tamu.

Memahami Industri Perhotelan secara Menyeluruh

Ketua Prodi Pengelolaan Perhotelan UPH, Dr. Amelda Pramezwary, A.PAR., M.M., CHE., menjelaskan bahwa program ini turut mendukung penguatan arah pendidikan fakultas yang kini bernama Fakultas Hotel Business & Management, setelah sebelumnya bernama Fakultas Hospitality dan Pariwisata. Dalam proses perubahan tersebut, Dr. (H.C.) James T. Riady, Founder UPH menekankan pentingnya membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi dan ahli industri.

Menurut Dr. Amelda, industri perhotelan tidak hanya berkaitan dengan operasional hotel, tetapi juga mencakup aspek bisnis, strategi, dan kontribusinya terhadap perekonomian. Karena itu, mahasiswa perlu memahami industri ini secara menyeluruh, termasuk kemampuan menganalisis data, menghitung biaya, dan menyusun strategi bisnis.

“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan dari praktisi industri, tetapi juga berkesempatan untuk belajar langsung mengenai praktik operasional hotel. Dengan demikian, mereka dapat memahami bagaimana setiap bagian dalam industri perhotelan bekerja dan saling mendukung,” ungkap Dr. Amelda.

Membangun Etos Kerja dan Kesiapan Berkarier

Dalam sesi bertajuk “Generation Z Shaping the Future of Hospitality” yang berlangsung pada 20 Oktober 2026 di Auditorium Gedung D502, Juergen Fischer, CEO Aryaduta Hotels Group periode 2008–2016, membagikan wawasan mengenai kesiapan memasuki industri perhotelan. Berbekal pengalaman lebih dari 35 tahun di industri perhotelan internasional, Juergen menekankan pentingnya etos kerja, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman tentang bisnis dan pengelolaan sumber daya manusia. Ia mengajak mahasiswa memahami tuntutan profesi di bidang perhotelan sekaligus mempersiapkan diri untuk menghadapi dinamika dunia kerja.

Juergen juga membahas peluang berwirausaha di industri perhotelan. Menurutnya, pemahaman tentang keuangan dan perhitungan bisnis perlu dibangun sejak awal, termasuk bagi mereka yang ingin memulai usaha dari skala kecil dengan mengedepankan pelayanan personal kepada tamu.

“Bekerja di industri perhotelan bukan hanya soal keterampilan, tetapi juga kemauan untuk melayani orang lain dengan baik. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki etos kerja yang kuat, siap menghadapi berbagai tantangan, dan mampu beradaptasi dengan kebutuhan tamu. Hal-hal ini menjadi bekal penting untuk membangun karier di dunia perhotelan,” jelasnya.

Teknologi dan Sentuhan Manusia dalam Pengalaman Tamu

Perkembangan teknologi turut mengubah cara hotel beroperasi dan melayani tamu. Dalam sesi bertajuk “The Future of Hotels: Why You Choose the Right Industry at the Right Time”, Ivan Casadevall, CEO Aryaduta Hotel Group, membahas pentingnya menciptakan pengalaman tamu yang berkesan di tengah persaingan industri perhotelan.

Menurut Ivan, kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan digitalisasi dapat membantu meningkatkan efisiensi operasional hotel. Namun, teknologi perlu diimbangi dengan interaksi manusia dan pelayanan yang memahami kebutuhan tamu. Kenyamanan, privasi, serta pengalaman yang dirancang secara personal menjadi aspek yang dapat membedakan sebuah hotel dari para pesaingnya.

Untuk mengilustrasikan hal tersebut, Ivan membagikan pengalamannya dalam pengembangan sebuah resor eksklusif di Thailand. Pengalaman menginap di resor tersebut dirancang secara khusus, mulai dari perjalanan menggunakan perahu dan menunggang gajah hingga tiba di akomodasi berupa tenda eksklusif di tengah pepohonan.

“Nilai sebuah hotel bukan hanya terletak pada bangunan dan fasilitasnya, tetapi juga pada pengalaman yang diberikan kepada tamu. Kenyamanan, privasi, dan pelayanan yang sesuai dengan kebutuhan tamu menjadi hal penting yang membedakan sebuah hotel. Karena itu, mahasiswa perlu memahami bahwa bekerja di industri perhotelan bukan hanya soal keterampilan teknis, tetapi juga komitmen dan kemauan untuk memberikan pelayanan terbaik,” ujar Ivan.

Memperkuat Pemahaman melalui Praktik

Selain Juergen Fischer dan Ivan Casadevall, program ini menghadirkan sejumlah praktisi lainnya, yaitu Ram Nurani, Vice President of Operations Aryaduta Hotel Group; Roger Jude Hessing, General Manager Aryaduta Lippo Village; Norbert Vas, Founding Partner & Managing Director Optimum Hospitality; serta Javier Salgado, Executive Vice President Nilamani Hotels.

Program intensif yang berlangsung selama dua minggu ini dirancang untuk memperkuat pemahaman mahasiswa semester awal mengenai industri perhotelan. Pada minggu pertama, mahasiswa mengikuti diskusi, lokakarya, dan sesi berbagi pengalaman bersama para praktisi. Selanjutnya di minggu kedua, mahasiswa diperkenalkan pada praktik operasional hotel, mulai dari aspek teknik dan pemeliharaan fasilitas, pengelolaan dapur, hingga manajemen divisi kamar.

Melalui pembelajaran berbasis industri ini, mahasiswa memperoleh gambaran yang lebih nyata tentang dunia kerja profesional sekaligus mengenali kompetensi yang perlu dikembangkan untuk membangun karier di bidang perhotelan. Program ini mencerminkan komitmen UPH dalam menghadirkan pendidikan holistis yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan praktis, dan pembentukan karakter. Dengan demikian, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan yang takut akan Tuhan, unggul, dan mampu membawa dampak positif bagi masyarakat.

————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu