NEWS & PUBLICATION

Ketika Kepemimpinan Mahasiswa Menjadi Ruang Pertumbuhan Iman dan Karakter: 4 Tips Kepemimpinan dari Dr. Skip Trudeau  

11/11/2025 Education

Ketika Kepemimpinan Mahasiswa Menjadi Ruang Pertumbuhan Iman dan Karakter: 4 Tips Kepemimpinan dari Dr. Skip Trudeau  

Menjadi bagian dari organisasi kampus bukan sekadar menambah pengalaman atau memperkaya Curriculum Vitae (CV). Lebih dari itu, kepemimpinan mahasiswa adalah ruang pertumbuhan—tempat karakter dibentuk, pertumbuhan iman, dan panggilan untuk melayani dijalankan.

Pesan inilah yang ditekankan oleh Dr. Skip Trudeau, Vice President for Student Development & Intercollegiate Athletics dari Taylor University, Amerika Serikat, dalam sesi Enrichment Session: Empowering Students’ Leadership through Students Organization yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) Universitas Pelita Harapan (UPH) pada 4 November 2025.

Kepemimpinan yang Berlandaskan Iman

Kepada lebih dari 300 mahasiswa yang hadir, Dr. Skip menegaskan bahwa kepemimpinan sejati tidak hanya bergantung pada kemampuan teknis, tetapi juga pada hikmat dan nilai yang kokoh. Seorang pemimpin Kristen dipanggil meneladani Yesus—memimpin dengan visi yang jelas, menggembalakan dengan kasih, dan berdampak.

“Kepemimpinan yang efektif lahir dari perpaduan keterampilan, kebijaksanaan moral, dan nilai Alkitabiah. Yesus adalah Raja yang memimpin dengan tujuan jelas dan gembala yang penuh perhatian. Pemimpin Kristen perlu membawa kedua karakter ini dalam setiap kepemimpinan,” tegas Dr. Skip.

Empat Panduan Praktis Jadi Pemimpin Berdampak

Lebih lanjut dalam paparannya, Dr. Skip membagikan empat panduan praktis dalam memimpin organisasi yang dapat membantu mahasiswa bertumbuh menjadi pemimpin yang efektif dan berdampak dalam organisasi.

  1. Dibimbing oleh Firman Tuhan

Dalam mengambil Keputusan, seorang pemimpin yang benar harus memastikan terlebih dahulu arah pelayanannya sejalan dengan kebenaran Firman. Keputusan organisasi jangan hanya mengikuti tren atau tekanan publik.

2. Belajar dengan Melayani dan Bertukar Peran

“You become a better leader through serving and experience.” Beranilah mengambil tanggung jawab baru atau peran yang mungkin belum pernah dicoba. Dari sana, wawasan, empati, dan keterampilan memimpin akan terasah secara alami.

3. Kerja Tim Menghasilkan Dampak yang Lebih Besar

Setiap anggota tim memiliki peran untuk memimpin dan berkontribusi. Ketika bekerja bersama, dampaknya bukan hanya lebih luas, tetapi juga memperkuat satu sama lain. Pemimpin sejati tidak berjalan sendirian.

4. Mulailah Sekarang

Banyak orang menunda untuk memimpin sampai merasa lebih siap atau lebih percaya diri. Padahal, kesempatan melayani hari ini adalah ruang belajar terbesar. Pemimpin yang efektif adalah mereka yang berani melangkah dan belajar sambil berjalan.

Selain membagikan prinsip kepemimpinan, Dr. Skip juga mengingatkan bahwa menjadi pemimpin mahasiswa tidak lepas dari berbagai tantangan. Tekanan akademik, padatnya kegiatan organisasi, hingga tuntutan untuk selalu tampil mampu sering kali membuat pemimpin merasa kewalahan.

“Karena itu, penting untuk memiliki komunitas yang dapat dipercaya sebagai tempat berbagi pergumulan. Milikilah sekelompok orang yang benar-benar kalian percayai, tempat di mana kalian dapat terbuka sepenuhnya,” pesan Dr. Skip.

Ia juga menyoroti bahwa kerendahan hati merupakan bagian penting dari pertumbuhan seorang pemimpin. Mengakui kesalahan bukanlah kelemahan, melainkan proses belajar yang menunjukkan kedewasaan dalam memimpin. Dengan menjaga kesehatan spiritual, mental, dan emosional, seorang pemimpin akan mampu menjalankan perannya dengan lebih bijaksana dan tulus.

Dr. Skip juga menegaskan bahwa kerendahan hati adalah kunci pertumbuhan seorang pemimpin. Ia mengingatkan bahwa mengakui kesalahan bukan tanda kelemahan, melainkan bukti kedewasaan dan kemauan untuk terus belajar. Dengan menjaga kesehatan spiritual, mental, dan emosional, seorang pemimpin akan mampu melayani dengan bijaksana, tulus, dan berdampak.

Merespons kegiatan ini, Yogi Saputra, Manager of Student Services FIP UPH, menyampaikan apresiasinya atas pembekalan yang diberikan kepada para pemimpin mahasiswa.

“Perjalanan kepemimpinan di lingkungan kampus bukan hanya soal menjalankan program kerja, tetapi juga tentang pembentukan karakter dan pertumbuhan iman. Saya bersyukur Dr. Skip Trudeau boleh membekali TC Student Leaders, baik yang melayani di Himpunan maupun Mentoring. Mereka adalah bagian penting dalam menghidupi visi dan misi FIP UPH. Harapan kami, mereka tetap berdiri teguh sebagai pemimpin yang berpusat pada Kristus dan menyatakan iman melalui setiap program yang dijalankan,” ungkap Yogi.

Melalui sesi ini, mahasiswa UPH diingatkan kembali bahwa organisasi bukan sekadar wadah kegiatan, tetapi ruang pembentukan diri untuk bertumbuh sebagai pemimpin yang berkarakter Kristus. Sejalan dengan visi UPH, setiap mahasiswa dipanggil untuk menjadi pribadi yang takut akan Tuhan, unggul, dan berdampak bagi Sesama—dimulai dari langkah kecil dalam pelayanan dan tanggung jawab yang dijalani hari ini.