05/05/2026 Alumni
Kariyanto Hardjosoemarto, alumni Program Studi Manajemen Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 1995, menunjukkan bahwa perjalanan besar dapat tumbuh dari keberanian mengambil setiap kesempatan dan komitmen untuk terus berkembang. Berawal sebagai penerima beasiswa, ia kini dipercaya sebagai Country CEO VinFast Indonesia, memimpin pengembangan perusahaan kendaraan listrik asal Vietnam tersebut di pasar nasional. Perjalanannya menjadi relevan di tengah dinamika dunia kerja saat ini, ketika banyak generasi muda tengah mencari dan membentuk arah masa depan mereka.
“Saya dulu ingin menjadi polisi. Tapi setelah gagal seleksi, saya mencoba berbagai peluang lain dan akhirnya mendapatkan beasiswa ke UPH. Dari situ saya belajar bahwa jalan hidup tidak selalu sesuai rencana, tapi bisa membawa kita ke arah yang lebih baik,” ungkap pria yang akrab disapa Kerry.
Langkah tersebut bermula pada 1995, ketika ia memperoleh beasiswa penuh dari Lippo Group untuk menempuh pendidikan di UPH. Kesempatan itu datang di momen yang tidak terduga, namun justru menjadi titik balik yang mengarahkan perjalanan hidupnya.
Berasal dari latar belakang sederhana di Magetan, pengalaman pertamanya di lingkungan kampus UPH Karawaci menghadirkan perubahan perspektif yang signifikan. Perpindahan dari kehidupan sederhana ke lingkungan kampus modern membuka wawasannya terhadap dunia yang lebih luas, bahkan melalui pengalaman sederhana.
“Di UPH, saya pertama kali merasakan pengalaman menggunakan fasilitas kampus modern seperti lift. Mungkin terdengar sederhana, tapi bagi saya itu momen yang cukup berkesan karena semuanya terasa baru dan membuka wawasan saya,” kenangnya.
Sebagai bagian dari angkatan awal, Kerry menjalani masa studi di tengah fasilitas yang masih berkembang. Namun, situasi tersebut justru membentuk kedekatan dengan sesama mahasiswa sekaligus mengasah kemampuan beradaptasi.
Ia aktif dalam berbagai organisasi, mulai dari Ketua Serikat Mahasiswa Manajemen, anggota Senat Mahasiswa Universitas, hingga keterlibatan dalam organisasi kepemudaan anti narkoba. Ia juga dipercaya memimpin penyelenggaraan Malam Amal Universitas, yang memperkuat kemampuan kepemimpinan dan tanggung jawabnya. Komitmennya sebagai penerima beasiswa pun ia buktikan dengan konsistensi mempertahankan prestasi akademik selama empat tahun masa studi.
Menapaki Karier dengan Disiplin dan Semangat Melampaui Batas
Bekal pengalaman, nilai disiplin, dan semangat untuk terus berkembang inilah yang kemudian menjadi fondasi dalam perjalanan profesionalnya pasca lulus dari UPH. Karier Kerry dimulai dari peran sebagai sales di industri otomotif. Seiring waktu, ia terus mengambil tanggung jawab yang lebih besar dan strategis di berbagai perusahaan global, termasuk General Motors, Ford Indonesia, serta pengembangan jaringan Piaggio di Indonesia.
Perjalanannya semakin matang saat bergabung dengan Mercedes-Benz Indonesia, di mana ia mengemban berbagai posisi direktur selama lebih dari satu dekade dan turut mendorong pertumbuhan bisnis di segmen kendaraan premium.
Rangkaian pengalaman tersebut akhirnya mengantarkannya pada peran sebagai Country CEO VinFast Indonesia. Di posisi ini, Kerry tidak hanya membawa pengalaman panjangnya di industri otomotif, tetapi juga nilai-nilai yang telah ia bangun sejak masa kuliah, yaitu untuk disiplin, kerja keras, dan berani melangkah lebih jauh dari yang diharapkan.
“Saya selalu percaya pentingnya disiplin dan kemauan untuk go the extra mile. Banyak orang hanya fokus pada job description-nya, tapi saya justru mencari peluang untuk melakukan lebih. Jangan berhenti pada apa yang menjadi tugas kita, tetapi cari cara untuk memberikan nilai tambah. Dari situ kita bisa berkembang, dikenal, dan pada akhirnya stand out karena yang membedakan adalah usaha kita,” ujar Kerry.
Membangun Relasi, Memberi Dampak
Selain kompetensi dan etos kerja, Kerry juga menyoroti pentingnya membangun relasi sejak masa kuliah. Ia melihat jaringan pertemanan di kampus sebagai salah satu aset berharga yang dapat membuka berbagai peluang di masa depan.
Menurutnya, masa kuliah merupakan waktu yang tepat untuk memperluas koneksi, memahami beragam karakter, serta belajar bekerja sama dengan orang lain dari latar belakang yang berbeda.
“Teman-teman kuliah kita nantinya akan berada di berbagai bidang. Networking itu sangat penting karena sering kali membuka peluang yang tidak kita duga,” jelas Kerry.
Sebagai alumni, ia juga berharap dapat berkontribusi kembali bagi UPH melalui berbagi pengalaman dengan mahasiswa, khususnya dalam memberikan gambaran nyata tentang tantangan dan peluang di dunia kerja agar mereka semakin siap.
“Saya percaya bahwa perjalanan karier tidak hanya tentang pencapaian pribadi, tetapi juga tentang bagaimana pengalaman yang kita miliki bisa dibagikan dan menjadi pembelajaran bagi generasi berikutnya,” ungkap Kerry.
Perjalanan Kerry menunjukkan bahwa arah hidup tidak selalu ditentukan oleh rencana awal, melainkan oleh keberanian untuk melangkah dan kesiapan dalam merespons setiap kesempatan. Dari masa kuliah hingga memimpin perusahaan, setiap proses yang dijalani dengan tekun menjadi bagian penting yang membentuk langkahnya hari ini.
Kisah ini menjadi gambaran nyata bagaimana UPH, melalui pendidikan holistis dan beragam pengalaman pengembangan diri dari para alumninya, turut membantu proses pembentukan mahasiswa untuk bertumbuh tidak hanya secara akademik, tetapi juga dalam karakter dan integritas. Dengan bekal tersebut, mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.