20/01/2026 Education
Di tengah dunia yang semakin terhubung, peran guru yang melampaui ruang kelas dan memiliki wawasan global serta kemampuan komunikasi lintas budaya menjadi sangat krusial. Menjawab tantangan tersebut, Universitas Pelita Harapan (UPH) menghadirkan pengalaman belajar kontekstual melalui field trip Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) atau Teachers College (TC) UPH ke MyAmerica Jakarta pada 5 Desember 2025, pusat diplomasi publik di lingkungan Kedutaan Besar Amerika Serikat (Kedubes AS), Jakarta Pusat. Kunjungan ini merupakan salah satu upaya dari UPH untuk menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perspektif global.
Michael Recard Sihombing, S.S., M.Hum., dosen pendamping kegiatan, menjelaskan bahwa field trip yang diikuti oleh 19 mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2024 ini dirancang sebagai pengalaman belajar langsung di luar kelas.
“Kunjungan ke MyAmerica Jakarta memberi kesempatan bagi mahasiswa melihat langsung penggunaan bahasa Inggris dalam konteks global. Bukan hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga dalam diplomasi dan kerja sama lintas budaya. Melalui kegiatan ini, kami ingin mahasiswa memiliki wawasan internasional yang kuat sebagai bekal menjadi pendidik di masa depan,” ujar Michael.
Salah satu sesi utama dalam kunjungan ini adalah Ask the Diplomat bersama Stephanie Burk, yang merupakan perwakilan dari Kedubes AS. Dalam sesi ini, mahasiswa tidak hanya belajar menggunakan bahasa Inggris secara formal, tetapi juga memahami perannya sebagai alat diplomasi untuk menyampaikan ide dengan jelas, membangun komunikasi yang saling menghormati, serta menjembatani perbedaan budaya dalam hubungan internasional. Melalui pemaparannya, Stephanie menekankan bahwa kemampuan berbahasa harus selalu disertai dengan kepekaan budaya. Hal inilah yang menjadi fondasi penting dalam diplomasi global.
“Saat kita berkunjung ke tempat baru, penting untuk peka terhadap kebiasaan dan cara hidup masyarakat setempat, meskipun berbeda dengan yang biasa kita lakukan. Meluangkan waktu untuk memahami budaya mereka dan berani bertanya adalah bentuk nyata dari sikap saling menghormati,” ucap Stephanie.
Selain itu, kegiatan ini juga dilengkapi dengan pengenalan berbagai program yang mendukung pengembangan akademik dan profesional mahasiswa, seperti EducationUSA, Regional English Language Office (RELO), dan eLibraryUSA. Melalui sesi ini, mahasiswa mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai peluang melanjutkan studi ke AS, akses ke berbagai sumber pembelajaran berkualitas, serta beragam bentuk dukungan bagi pengajar dan pembelajar bahasa Inggris di tingkat internasional.
Kunjungan ke MyAmerica Jakarta menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi para mahasiswa, termasuk Hanna Gracia Talita Putri Sondakh. Baginya kunjungan ini memberikan kesempatan baginya untuk memperoleh berbagai materi edukatif, mulai dari majalah hingga alat bantu mengajar.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat sebagai bekal saya kelak menjadi seorang pendidik. Saya juga merasakan peningkatan kepercayaan diri dalam berbicara bahasa Inggris karena mendapat kesempatan berdialog langsung dengan diplomat serta memahami budaya Amerika Serikat. Menurut saya, pengalaman seperti ini penting bagi calon guru untuk menambah wawasan global dan pengalaman nyata yang dapat dibagikan kepada siswa,” ujar Hanna.
Melalui pengalaman ini, UPH berharap mahasiswa semakin siap menjadi calon pendidik yang adaptif, berwawasan global, dan memiliki kepekaan lintas budaya. Beragam program pengembangan diri di luar kampus ini menegaskan komitmen UPH dalam melahirkan lulusan yang takut akan Tuhan, profesional, dan berdampak hingga tingkat global.