28/08/2026 UPH Fest
UPH Festival 2026 yang digelar pada 13–15 Agustus 2026 di Kampus Utama UPH Lippo Village, Tangerang, dan 10–12 Agustus 2026 di UPH Kampus Medan menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru Tahun Akademik 2026/2027 dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Selama rangkaian festival, mahasiswa tidak hanya diperkenalkan dengan lingkungan kampus dan komunitas Universitas Pelita Harapan (UPH), tetapi juga diajak memperluas wawasan, membangun relasi, dan memaknai perjalanan baru sebagai mahasiswa.
Beragam sesi dan aktivitas menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi setiap mahasiswa, mulai dari bertemu teman baru, keluar dari zona nyaman, hingga mengenal potensi diri. Lima mahasiswa baru pun berbagi cerita tentang momen berkesan serta harapan mereka dalam memulai kehidupan di UPH.
Membangun Koneksi dan Menemukan Rumah Baru
Bagi Su Latt Hnin, atau yang akrab disapa Jenny, mahasiswi baru asal Myanmar dari Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP)/International Teachers College (ITC), UPH Festival membuka pandangan baru tentang kehidupan universitas. Melalui sesi What Is a University For?, ia melihat bahwa masa kuliah bukan hanya tentang belajar dan mengejar nilai, tetapi juga kesempatan untuk membangun relasi dan mengenal berbagai budaya.
“Saya belajar bahwa universitas bukan hanya tentang akademik, belajar, atau mendapatkan nilai. Universitas juga merupakan tempat untuk membangun koneksi, belajar membangun kebersamaan, mengenal berbagai budaya, berelasi dengan orang lain, dan tentunya juga bersenang-senang,” katanya.
Sebagai mahasiswa internasional yang baru pertama kali bepergian ke luar negeri, Jenny sempat khawatir akan kesulitan beradaptasi. Namun, sambutan hangat komunitas UPH membuat kekhawatiran tersebut perlahan teratasi.
“Sejak pertama kali datang ke sini, saya merasa seperti menemukan rumah di negara ini. Saya merasa sangat diterima karena semua orang sangat ramah dan menyambut saya dengan tangan terbuka,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut menjadi langkah awal bagi Jenny untuk lebih percaya diri menjalani kehidupan barunya. Ke depan, ia ingin menjadi pribadi yang dapat diandalkan sekaligus berani keluar dari zona nyaman untuk terus berkembang.
Bertumbuh Bersama Mentor
Pengalaman membangun koneksi juga dirasakan Jocelyn Marcia Bella, mahasiswi baru Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP). Baginya, kedekatan dengan teman dan mentor melalui berbagai aktivitas selama UPH Festival menjadi salah satu pengalaman yang paling berkesan.
“Lewat fellowship dan bonding bersama mentor, kita jadi lebih dekat dengan teman-teman, bahkan dengan kakak-kakak mentor. Dari situ, saya juga mendapat gambaran tentang bagaimana nantinya di dunia perkuliahan,” ujar Jocelyn.
Interaksi tersebut tidak hanya membantunya mengenal lingkungan kampus, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kehidupan yang akan ia jalani selama kuliah. Jocelyn pun ingin memanfaatkan masa kuliah untuk aktif mengembangkan diri sekaligus memberikan manfaat bagi orang lain.
“Saya mau jadi mahasiswa yang aktif, yang bisa melayani sesama. Saya memang suka berorganisasi dan saya berharap bisa melayani sesama lewat potensi yang sudah Tuhan titipkan kepada saya,” tuturnya
Kehangatan di Tengah Keberagaman
Sementara itu, Ali Amori, mahasiswa asal Iran dari Fakultas Hotel and Business Management, menemukan pengalaman berkesan ketika berani tampil di hadapan mahasiswa baru lainnya.
“Saat MC meminta dua orang untuk maju ke depan, saya memberanikan diri untuk maju. Saya merasa bisa menghibur dan membuat suasana menjadi lebih seru bagi semua orang yang hadir,” ujarnya.
Bagi Ali, kesempatan tersebut menjadi bagian dari proses beradaptasi, berani keluar dari zona nyaman, sekaligus membangun relasi di lingkungan baru. Sebagai mahasiswa internasional, ia juga merasakan keramahan komunitas UPH yang mempertemukannya dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang.
Pengalaman tersebut semakin memperkuat pemahamannya mengenai Imago Dei, tema UPH Festival 2026, yang menegaskan bahwa setiap manusia diciptakan menurut gambar dan rupa Allah. Baginya, nilai tersebut dapat diwujudkan melalui sikap saling menerima, menghargai, dan memperlakukan orang lain dengan baik.
“Saya ingin menjadi mahasiswa yang mudah didekati dan diajak berbicara oleh siapa pun. Bagi saya, menjadi baik kepada orang lain adalah salah satu tujuan utama dalam hidup,” ucapnya.
Menemukan Ruang untuk Berdampak
Sementara itu, El Sean Matthew Kodrata, mahasiswa baru Fakultas Artificial Intelligence and Data Science (FAIDAS) UPH, menemukan kesan tersendiri dari berbagai aktivitas selama festival, salah satunya Founder’s 5K Run.
“UPH Festival begitu berkesan karena saya bisa bertemu dengan teman-teman baru di lingkungan yang baru juga. Termasuk saat Founder’s 5K Run, menurut saya seru karena bisa berkenalan dengan lebih banyak teman sambil berolahraga,” ujar Sean.
Pengalaman tersebut membuat Sean melihat kehidupan perkuliahan sebagai kesempatan untuk terus mengembangkan diri, tidak hanya melalui kegiatan akademik, tetapi juga berbagai aktivitas di luar kelas. Ia pun ingin aktif mengikuti kegiatan kampus dan menggunakan potensinya untuk berkontribusi bagi orang lain.
Memaknai Perjalanan melalui Relasi dan Iman
Sama seperti Sean, Yosef Tukan Daen Korebima atau Junior, mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), juga menjadikan Founder’s 5K Run sebagai salah satu momen paling berkesan.
“Kita lari bareng satu angkatan, terus ada acara joget bersama, itu seru banget. Namun, di balik keseruan itu, UPH Festival mengingatkan saya bahwa sebagai mahasiswa, tujuan saya bukan hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun hubungan baik dengan dosen, kakak tingkat, teman-teman, dan yang terpenting dengan Tuhan,” ungkap Junior.
Pemahaman tersebut turut membentuk harapannya dalam menjalani kehidupan kampus. Junior ingin menjadi mahasiswa yang aktif, suportif, dan dapat diandalkan, baik di dalam maupun di luar ruang kelas.
“Saya ingin menjadi mahasiswa yang punya dampak positif, bisa suportif bagi teman-teman, dan menjadi mahasiswa yang bisa diandalkan. Bukan hanya datang kuliah dan pulang, melainkan mahasiswa yang aktif di bidang yang bisa saya tekuni,” katanya.
Memulai Langkah, Menemukan Arah
Cerita Jenny, Jocelyn, Ali, Sean, dan Junior menunjukkan bahwa UPH Festival 2026 menjadi lebih dari sekadar acara penyambutan mahasiswa baru. Melalui berbagai perjumpaan dan pengalaman, mereka mulai mengenal lingkungan baru, mengembangkan diri, dan memaknai langkah awal sebagai mahasiswa UPH. Hal ini sejalan dengan tema UPH Festival 2026, ‘Imago Dei: Created by God, Restored in Christ, Called to Transform’, yang mengajak mahasiswa memahami identitasnya sebagai manusia yang diciptakan menurut gambar dan rupa Allah serta memiliki panggilan untuk menjalani hidup dengan tujuan.
Bagi UPH, masa perkuliahan menjadi proses untuk membangun kompetensi sekaligus membentuk karakter, mengembangkan talenta, membangun relasi, dan menemukan panggilan hidup. Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu