28/08/2026 UPH Fest
Memasuki dunia perkuliahan merupakan langkah baru bagi mahasiswa sekaligus fase bagi orang tua untuk menyesuaikan cara mendampingi anak. Ketika mahasiswa mulai belajar mengambil keputusan dan bertanggung jawab atas pilihannya, dukungan keluarga tetap menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Melalui Parents Gathering sebagai bagian dari rangkaian UPH Festival 2026 di Auditorium Grand Chapel, Kampus Utama UPH Lippo Village, Universitas Pelita Harapan (UPH) mempertemukan orang tua dan pimpinan universitas untuk membangun sinergi dalam mendampingi mahasiswa menjalani perjalanan pendidikan dan mempersiapkan mereka menjadi pribadi berkarakter dan berdampak.
Mengawali acara, Dr. (Hon.) Jonathan L. Parapak, M.Eng.Sc., Rektor UPH, menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa di UPH menjadi awal dari hubungan yang lebih luas antara universitas dan keluarga. UPH berkomitmen memberikan pendidikan yang tidak hanya membangun kompetensi akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa sebagai pribadi yang utuh.
“Ketika putra-putri Bapak dan Ibu bergabung dengan UPH, kita menjadi satu keluarga. Oleh karena itu, kami berkomitmen memberikan pendidikan sebaik-baiknya berdasarkan ilmu yang setinggi-tingginya, iman kepada Kristus, dan karakter yang mulia. Kami berharap kerja sama antara UPH dan keluarga dapat menjadi berkat bagi putra-putri kita,” ucap Rektor UPH.
Rangkaian acara dilanjutkan dengan pengenalan jajaran pimpinan universitas, mulai dari Presiden UPH, Wakil Rektor, Wakil Rektor Madya, hingga Dekan Eksekutif. Para Dekan Eksekutif kemudian memperkenalkan jajaran pimpinan di masing-masing fakultas. Pengenalan ini memberikan gambaran kepada orang tua mengenai para pemimpin akademik yang akan turut mendampingi mahasiswa selama menjalani pendidikan di UPH.
Peran Orang Tua di Masa Perkuliahan
Memasuki masa perkuliahan, hubungan orang tua dan anak turut mengalami perubahan. Dr. Velliana Tanaya, S.H., M.H., Executive Dean of College of Arts and Social Sciences UPH sekaligus Dekan Fakultas Hukum UPH, menekankan pentingnya kemitraan antara keluarga dan universitas dalam proses tersebut.
“Universitas tidak dapat membentuk anak muda sendirian. Mahasiswa tetap membutuhkan suara dan doa orang tua yang mengenal mereka jauh sebelum menjadi mahasiswa. Karena itu, peran orang tua perlu bergeser, dari yang mengatur setiap keputusan menjadi mentor yang tahu kapan harus berbicara, mendengarkan, dan memberi ruang bagi anak untuk bertumbuh,” ungkap Dr. Velliana.
Menurutnya, pendidikan juga perlu membentuk mahasiswa menjadi pribadi yang bertanggung jawab, bijaksana, berani, dewasa, penuh kasih, dan setia di hadapan Allah. Karena itu, dukungan orang tua dan pendampingan universitas perlu berjalan beriringan agar mahasiswa memiliki ruang untuk berkembang sekaligus tetap mendapatkan arahan dalam menghadapi berbagai tantangan
Pendidikan UPH Mempersiapkan Mahasiswa di Tengah Kemajuan Teknologi
Selain pembentukan karakter, tantangan masa depan juga menjadi perhatian dalam Parents Gathering. Dr. (H.C.) James T. Riady, Founder and Trustee Chair UPH, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan orang tua yang memilih UPH sebagai tempat putra-putri mereka bertumbuh.
Ia menyoroti perkembangan teknologi, khususnya artificial intelligence (AI) dan robotika, yang semakin memengaruhi cara manusia belajar dan bekerja. Menurutnya, perubahan tersebut mendorong perguruan tinggi untuk terus berinovasi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia yang terus berkembang.
“Di tengah perkembangan AI dan robotika, pendidikan justru menjadi semakin penting. UPH ingin mahasiswa memiliki keunggulan akademis dan menjadi profesional yang unggul di bidangnya, tetapi itu tidak cukup. Mereka juga perlu memahami siapa diri mereka, apa tujuan dan panggilan hidup mereka, serta menggunakan AI dan teknologi sebagai alat untuk berkarya dan membawa dampak bagi masyarakat,” ungkapnya.
Melihat Kualitas UPH dari Perspektif Orang Tua
Pandangan mengenai pentingnya pendidikan yang membekali mahasiswa untuk menghadapi masa depan juga dirasakan oleh para orang tua. David Martandi, ayah dari Gabriella Anastasia Jade Sutanto (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, 2026), melihat kualitas pendidikan perlu berjalan beriringan dengan lingkungan yang memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
“Sebagai orang tua, saya memilih UPH karena melihat pendidikan yang diberikan tidak hanya berhenti pada akademik. Ada lingkungan yang mendorong anak untuk berkembang, membangun networking, dan mendapatkan pengalaman yang relevan dengan dunia kerja. Bagi saya, kombinasi antara pendidikan dan kesempatan untuk berkembang itulah yang penting sebagai bekal mereka ke depan,” ungkapnya.
Sementara itu, Uliya Ariani, ibu dari Anza Danuliya Putrama (Fakultas Hukum, 2026), kualitas pendidikan UPH juga terlihat dari perhatian terhadap pembentukan pribadi mahasiswa. Menurutnya, pengalaman selama kuliah seharusnya menjadi bekal yang melampaui ruang kelas.
“Saya memilih UPH karena melihat pendidikannya tidak hanya mengajarkan ilmu, tetapi juga membentuk karakter dan mendidik manusianya. Saya berharap putra saya dan seluruh mahasiswa baru UPH dapat menemukan jati dirinya, menimba ilmu dengan baik, mampu membawa diri dalam berbagai situasi, menghargai orang lain dan lingkungannya, serta tumbuh menjadi pribadi yang dapat memberikan dampak kepada masyarakat,” ujarnya.
Parents Gathering menjadi awal dari sinergi antara keluarga dan UPH dalam mendukung mahasiswa menjalani perjalanan perkuliahan. Lebih dari sekadar membangun kompetensi akademik, perjalanan ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal diri, membentuk karakter, mengembangkan potensi, dan mempersiapkan diri menghadapi perubahan zaman. Melalui pendidikan holistis dan berbagai pengalaman pengembangan diri, UPH mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan mampu berdampak positif bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu
Written by: Karin Angelica Putri Lay (Mahasiswa S1 Manajemen, 2024)