Alumni

SUCCESS STORY

Senior Mobile Software Engineer (Android) in Style Theory.

Elroy Y. Setiabudi, UPH School of Information Science & Technology alumni (2011), works as a Product Manager at Bridestory, one of the largest wedding platforms in the world. His job is to design one of the products from Bridestory, which is a mobile application (iOS and Android). For Elroy, UPH is the choice not only to get academic knowledge but also softskills, with complete campus facilities to support the learning process.


Research Assistant at Mochtar Riady Institute for Nanotechnology ( MRIN).

After graduating from the UPH Biotechnology program in 2010, Diana Priyatno worked as a research assistant at Mochtar Riady Institute for Nanotechnology (MRIN). Currently, he is placed in the proteomic division, and handles the cancer cell project in the large intestine. For her, UPH, supported by very adequate research facilities, provides a learning process with tutorials in which students were given independent studies with cases related to lecture materials.

Founder, CEO of Credens Strategic Branding.

Richie Wirjan, UPH Communications Science alumni (2011), became the founder & strategy director of Strategic Branding Credens. The focus is to direct and change the vision and goals of the clients regarding their brand of business by providing brand management strategies to tactical ideas. He learned many things related to IMC through the UPH Communication Studies Program, which made him trusted in the creative and marketing industries.

Business Manager at PT Firmenich Indonesia.

Jacqueline Karina, UPH Food Technology alumni (2003), worked at PT Firmenich Indonesia, the number 2 flavor & fragrance company in the world. Because of her hard work and contribution to the company, she was appointed as an account manager for the Flavor Division. Then she decided to build his own business. This cum laude graduate acknowledges that the knowledge taught during college, highly supportive learning facilities, and a good campus community at UPH, are very helpful in preparing to enter the workplace.

Audit Manager at Ernst & Young.

Renaldi Widjanarko, UPH Accounting alumni (2000), who now serves as an assistant manager assurance at Ernst & Young. While studying at UPH, he admits that his logical thinking is shaped while UPH lecturers is giving the lecture, and humble attitude were also formed; namely, willing to learn from various sources and conduct research.
Hukum harus menjadi sarana pembangunan masyarakat untuk lebih baik, terutama dalam hal kesejahteraan masyarakat. Ini penting karena manusia harus bermanfaat bagi orang lain
Edy Wibowo
Hakim/Asisten Koordinator Kamar Pembinaan Mahkamah Agung Main Campus

Berkomitmen Membangun Peradaban Manusia Melalui Hukum Indonesia


Edy Wibowo, S.H., M.H., Alumni angkatan pertama dari Fakultas Hukum (FH) UPH 1996 dapat dikatakan pantas menjadi role model profil lulusan FH UPH khususnya dalam pencapaian kariernya di bidang hukum. Merintis karir pertama sebagai lawyer pada sebuah law firm, di Kawasan segitiga emas Jakarta, Gatot Subroto. Atas dorongan orang tua Edy mendaftar sebagai calon hakim pada tahun 2001. Kariernya terus menanjak tidak hanya sebagai calon hakim, tetapi juga pernah merambah ke law firm dan perusahaan minyak asing. Pada akhirnya kembali menekuni profesi sebagai hakim, hingga dipercaya sebagai hakim di Pengadilan Negeri Tasikmalaya. Sejak 2015 menjabat di Mahkamah Agung (MA) Indonesia, dan saat ini dipercaya sebagai Asisten Koordinator Kamar Pembinaan MA.

Edy berkomitmen untuk terus berkarya di dunia hukum, dan membangun peradaban manusia. Dalam proses pencapaian karirnya, Edy juga selalu bangga menjadi lulusan angkatan pertama FH UPH.

Perjalanan karier saya tidak terlepas dari pembekalan yang diperoleh di Fakultas Hukum UPH. Dalam pandangan saya, hukum harus mampu membangun peradaban manusia. Artinya kalo kita melihat dari teori hukum yang ada maka hukum harus menjadi sarana pembangunan masyarakat untuk lebih baik, terutama dalam hal kesejahteraan masyarakat, ungkap Eddy.

Berangkat dari pandangan tersebut, Edy berkomitmen mendukung reformasi hukum dalam peradilan di Indonesia.

MA sebagai lembaga hukum memiliki proses reformasi terdepan. Dalam prosesnya ini, MA sudah banyak melakukan beragam hal untuk membenahi diri dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Contoh, MA banyak menerbitkan berbagai peraturan yang bertujuan untuk memeudahkan akses masyarakat dalam pengadilan. Misalnya peraturan MA terhadap gugatan sederhana tertentu yang nilainya dibawah 30 juta, tidak ada hukum banding. Semua selesai di tingkat pertama, dengan demikian masyarakat akan cepat memperoleh keadilan. MA juga telah mengeluarkan peraturan terkait mediasi untuk semua perkara yang masuk kategori perkara perdata. Mediasi ini lagi-lagi bertujuan untuk keadilan masyarakat, jelas Edy. Edy juga menambahkan bahwa baru-baru ini MA mengeluarkan peraturan no 3 tahun 2018 terkait dengan proses pemeriksaan perkara dan penyelenggaran peradilan secara elektronik atau online. Menurut Edy dengan adanya peraturan ini maka akan menghemat waktu dan biaya, memperluas akses, sehingga keadilan dapat ditegakkan dengan lebih mudah.

Pengalamannya dalam bidang hukum tentu dapat menjadi pembelajaran sekaligus inspirasi bagi para mahasiswa yang mengambil program studi hukum. Ia pun beberapa kali hadir memberikan kuliah umum kepada mahasiswa di FH UPH . Dalam kesempatannya berbicara di kuliah tamu yang diselenggarakan oleh FH UPH, pada 29 Juni 2018 Edy membagikan wawasan mengenai etika dan profesi yang dipegang dirinya sebagai hakim.

Bagaimana dan apa pun profesi kita, ketika dijalani sesuai dengan etika maka akan membawa pemanfaatan yang besar bagi masyarakat. Ini penting karena, manusia dalam hidupnya harus bermanfaat bagi orang lain. Hakim mempunyai kewenanagan yang luar biasa, kewenangan mencabut nyawa seseorang, mengambil uang orang, mengambil milik orang. Sehingga kewenangan yang luas ini harus dijaga dengan kode etik. Ini penting untuk dipahami para mahasiswa FH UPH sebagai calon pendekar hukum kelak, ungkap Edy.

Graduated Year: June 2000
Dalam dunia desain, kita perlu mendengarkan customer. Sama halnya dengan berbisnis, membangun networking yang baik adalah hal yang penting
Willy Kartawidjaja
Director of PT Pracom Mitrajaya Main Campus

Mahasiswa UPH adalah Seorang Pemimpin, Bukan Follower


Keterampilannya dalam berinteraksi dengan customer membuat Willy Kartawidjaja sangat menikmati pekerjaannya sebagai seorang Sales & Marketing Director di PT. Pracom Mitrajaya. Siapa yang sangka kemampuannya dalam membangun relasi yang baik dengan customer ini diperolehnya pada saat berkuliah di Desain Komunikasi Visual, UPH.

Alumni DKV UPH, angkatan 1999 ini mengaku mendapatkan banyak ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat dalam dunia kerja. Ia menceritakan pengalamannya pada saat UPH Alumni Golf Event yang diadakan pada 7 November 2014, di Imperial Klub Golf.

Saat memutuskan akan berkuliah dimana, Willy mendapatkan referensi dari temannya yang sudah berkuliah di DKV UPH. Saya mendapatkan rekomendasi dari teman saya yang berkuliah di DKV UPH. Pada zaman saya, Kajur DKV UPH adalah Pak Yongki Safanayong. Beliau sudah tidak asing lagi lah di dunia desain, bisa dibilang sesepuh ya. Jadi menurut saya, waktu itu universitas dengan jurusan desain tebaik itu di UPH. Akhirnya saya bergabung dengan DKV UPH di semester genap, ujar Willy.

Selama berkuliah di DKV UPH, Willy belajar mengenai pentingnya membangun hubungan yang baik dengan customer. Dalam dunia desain, kita perlu mendengarkan customer. Sama halnya dengan berbisnis, membangun networking yang baik dengan customer adalah hal yang penting. Ini yang saya terapkan dalam dunia kerja, jelas Willy.

Ia juga mengaku bahwa di UPH mahasiswa dibentuk untuk menjadi seorang pemimpin, UPH memberikan pembekalan yang berbeda dengan universitas lain. Terutama di DKV UPH, dimana mahasiswa UPH dituntut menjadi seorang pemimpin, bukan menjadi follower. Disamping menguasai skill desain, kita juga dituntut untuk bisa me-manage orang dan menjadi creator. Selain itu, mahasiswa UPH yang terdiri dari berbagai macam budaya membuat selera desain mahasiswa DKV UPH sangat variatif.

Hasil belajar menjadi seorang pemimpin dan membangun networking dengan customer inilah yang Willy terapkan dalam menjalani profesinya sebagai Sales & Marketing Director. Meski profesi yang digeluti Willy sekarang ini bergerak di bidang marketing, Willy dan istri masih merangkap menjadi freelance designer karena kecintaannya terhadap dunia desain.

Sebagai alumni, Willy memberikan pesannya kepada mahasiswa yang masih bekuliah, Saat sudah kerja kita akan sadar betapa pentingnya ilmu yang didapatkan di perkuliahan. Kita tidak harus menjadi yang terhebat dan terpintar, tapi belajar menjalin hubungan yang baik dengan orang itu jauh lebih penting dalam menjalani dunia kerja nanti.

Graduated Year: June 2003
Karena lulus bukan sekedar mendapat title, tetapi harus mengenal baik dunia pekerjaan yang akan dimasuki
Renaldi Anggara Widjanarko
Audit Manager at Ernst & Young Main Campus

Belajar Logical Thinking dan Rendah Hati dari Dosen


Logical thinking sangat diperlukan dalam kehidupan dan pengambilan keputusan. Dengan memiliki keterampilan tersebut dapat meningkatkan kemampuan individu dalam berpikir logis dan sistematis. Bagi seorang profesional keterampilan ini sangat membantu untuk mengorganisir informasi dan mengolahnya secara sistematis dalam menghasilkan berbagai terobosan kreatif. Itulah yang dialami profesional muda Renaldi Widjanarko, alumni Business School UPH jurusan Akuntansi angkatan 2000, yang sekarang menjabat sebagai Assistant Manager Assurance di Ernst & Young.

Untuk memenangkan persaingan di dunia kerja tidak hanya diperlukan yang pintar tapi yang paling penting adalah the way of thinking nya dalam melihat suatu persoalan, kata Renaldi menceritakan pengalamannya ketika pertama kali mengikuti interview di Ernst & Young tahun 2006. Saya tidak takut bersaing dengan alumni dari universitas lain, sekalipun itu universitas terkenal. Karena saya memiliki pengetahuan yang sesuai dengan bidang pekerjaan yang saya lamar dan yang membuat saya lebih percaya diri adalah logical thinking skill yang saya dapatkan dari dosen, tegasnya. Menurutnya logical thinking tidak ada dalam kurikulum di bangku kuliah. Tetapi keterampilan itu justru didapatkan dari para dosen ketika mengajar di kelas. Cara mereka mengajar dan menyampaikan materi, membentuk pola berfikir saya. Bagi saya dosen yang baik bukan di lihat dari apakah kita mendapatkan nilai tertinggi pada matakuliah yang diberikan. Tetapi dari cara dosen tersebut mengajar dan menyampaikan materi, cara berpikir, dan sikap mereka. Saya juga diajarkan supaya rendah hati, mau belajar dari berbagai sumber dan melakukan research. Itulah yang masih saya ingat dan pakai sampai sekarang, katanya.

UPH tidak hanya memiliki fasilitas dan lingkungan belajar yang lengkap dan nyaman, tetapi didukung dosen-dosen yang berkualitas. Sampai saat ini saya masih aktif berkomunikasi dengan mantan dosen-dosen saya, biasanya untuk update trend terbaru atau info-info terkait dengan bidang accounting. Untuk adik-adik kelas saya juga memberikan kesempatan untuk mereka yang berminat masuk ke bidang assurance dan memberikan gambaran tentang dunia auditor. Karena lulus bukan sekedar mendapat title, tetapi harus mengenal baik dunia pekerjaan yang akan dimasuki, katanya.

Terbukti Renaldi berhasil menyisihkan pelamar lainnya dan dipercaya mengerjakan multi project sejak awal kariernya sebagai auditor. Tidak jarang saya harus mengorbankan waktu pribadi untuk mempelajari pola menyelesaikan project supaya efisien. Buat saya ini investasi, papar Auditor yang dipercaya untuk menangani beberapa client oil and gas company besar seperti CNOOC, Beyond Petroleum (BP), Conoco Phillips, Inpex, PERTAMINA E&P, dan beberapa perusahaan lainnya.(rh)

Graduated Year: June 2005
Passion harus kita gali sehingga dapat menentukan jurusan yang tepat guna mendukung karir. Kalau kita berangkat dari passion yang jelas, usai kuliah kita akan tahu mau jadi apa
Wahyu Wiwoho
News Anchor & Producer at Metro TV Main Campus

Menjadi Jurnalis Sukses yang Sesuai Passion


UPH berperan besar dalam membentuk karakter saya dan ini sangat penting dalam menjalani karir saya. Sesuai dengan motto UPH Responsibility begins with me, saya belajar mandiri dan bertanggungjawab. Nilai ini yang saya pegang, baik saat masih jadi mahasiswa dan sampai sekarang di dunia karir. Buat saya passion harus kita gali lebih dalam sehingga dapat menentukan jurusan yang tepat dan dapat mendukung karir kita nanti. Ilmu Public Relations yang saya dapat di FISIP UPH sangat relevan dan mendukung karir saya saat ini. Tidak ada istilah salah jurusan. Kalau kita berangkat dari passion yang jelas, usai kuliah kita akan tahu mau jadi apa. Ilmu Public Relations yang saya dapat di FISIP UPH sangat relevan dan mendukung karir saya saat ini. Karena meskipun mengambil konsentrasi Public Relations, kita bisa mengambil mata kuliah pilihan jurnalistik seperti produksi siaran TV dan produksi siaran Radio. Sehingga ilmu yang didapat lebih lengkap."

Universitas Pelita Harapan patut berbangga dengan salah satu alumninya yang merupakan presenter muda Metro TV, Wahyu Wiwoho, lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, dengan mengambil konsentrasi Public Relations, angkatan 2000. Berawal dari kecintaannya menulis dan membaca, Wahyu memutuskan untuk terjun ke dunia jurnalistik. Menurutnya, ilmu dari Public Relations masih relevan dan mendukung karirnya saat ini. Karena meskipun mengambil konsentrasi PR ia bisa mengambil mata kuliah pilihan jurnalistik seperti produksi siaran TV dan produksi siaran Radio. Sehingga ilmu yang didapat lebih lengkap.

Karir di dunia jurnalis menurutnya sangat sesuai dengan passionnya yaitu menulis, baca dan educate people. Lewat media kita bisa mengedukasi orang dari semua kalangan dan usia. Melalui program-program acara di tv tersebut, tidak hanya menghibur tapi pasti ada knowledge yang bisa mengedukasi orang. Sebagai seorang jurnalis, tentu tidak jauh dari tantangan. Baginya, bukan jurnalis namanya jika tidak ada tantangannya. Tantangan dalam menjalankan karir tentu banyak, kita dekat dengan bahaya, dekat dengan banyak orang mulai dari tukang sampah sampai ke pejabat dan politisi. Tantangan ini yang mendorong saya untuk meningkatakan level saya sebagai jurnalis, ujarnya. Walaupun banyak tantangan yang dihadapi, baginya itu semua bukan merupakan hambatan. Menurut saya jika kita kerja sesuai dengan passion, kita akan kerja dengan hati dan tidak money oriented. Sehingga hambatan yang saya alami akan saya hadapi bukan dihindari, jelas Wahyu.

Wahyu mengakui bahwa UPH berperan besar dalam membentuk karakter dan ini sangat penting dalam menjalani karirnya. Sesuai dengan motto UPH Responsibility begins with me, saya belajar mandiri dan bertanggungjawab. Nilai ini sangat mengena untuk diri saya, menjadi orang yang bertanggung jawab, baik saat masih jadi mahasiswa dan sampai sekarang di dunia karir."

Satu pesan penting dari Wahyu kepada teman-teman UPH yaitu untuk mencari dan menggali passion nya mulai dari masa perkuliahan, Buat saya passion harus kita gali lebih dalam sehingga dapat menentukan jurusan yang tepat dan guna mendukung karir kita nanti. Tidak ada istilah salah jurusan. Kalau kita berangkat dari passion yang jelas, usai kuliah kita akan tahu mau jadi apa."

Wahyu juga akan sangat senang jika bisa berkumpul lagi dengan alumni-alumni UPH untuk bisa membangun kebersamaan dan bernostalgia kembali. (ca)

Graduated Year: June 2004
Untuk dapat berhasil kita perlu effort tersendiri, apalagi sebagai jurnalis. Tapi kalau memang memiliki passion pasti bisa melalui semua tantangan tersebut
Andini Effendi
Presenter berita dan jurnalis Main Campus

Pentingnya Membuka Cakrawala Pikiran Seluas-luasnya


UPH mengalami banyak sekali perubahan ya, sekarang jauh lebih modern dari segi infrastrukturnya, benar-benar merepresentasikan universitas yang bonafide. Nilai yang saya pegang selama saya berkuliah di UPH adalah pentingnya menjalin networking. Di UPH kita tidak hanya belajar di kelas tetapi juga ke dunia luar. Kita bisa tahu bagaimana menjalin networking untuk karir kita kedepan. Setelah kita bekerja nanti, kita akan sadar betapa pentingnya networking dan UPH mengajarkan serta memberi saya modal itu. Gunakanlah UPH sebagai pintu masuk untuk membuka dunia pengalaman dan cakrawala kita seluas-luasnya. UPH merupakan sarana dan modal utama untuk mempersiapkan kita terjun ke dunia nyata nanti. Kita sebagai alumni diharapkan bisa lebih kuat ikatannya karena melalui alumni inilah orang bisa melihat kesuksesan UPH.

Pengakuan itulah yang disampaikan Andini Effendi, presenter acara Lawan Bicara Metro TV ketika berkunjung ke kampus UPH pada 19 Maret 2014. Keinginan untuk menjadi presenter TV sudah ada sejak lulus SMA. Pilihan untuk melanjutkan studi di jurusan jurnalistik menjadi tujuannya dalam menunjang cita-citanya terjun ke dunia TV. Saya memilih Ilmu Komunikasi UPH karena menawarkan jurusan jurnalistik broadcasting yang benar-benar sesuai dengan karier path saya. Pada saat itu, tahun 2000, belum ada universitas yang benar-benar bagus dibidang jurnalistik dan UPH lah yang menjadi modal saya terjun ke dunia jurnalistik serta membantu saya untuk fokus kepada karir saya sekarang ini. tegasnya.

Kebanggaannya pada kampus almamaternya juga diungkapkan saat melihat kampus yang terus berkembang. UPH kini jauh lebih modern dan semakin berkembang. UPH mengalami banyak sekali perubahan ya, sekarang jauh lebih modern dan infrastrukturnya jauh lebih baik. Benar-benar merepresentasikan universitas yang bonafide.

Selama belajar di UPH, Andiny mendapatkan banyak hal yang sangat membantu mempersiapkan karirnya di dunia jurnalistik. Bukan hanya melalui Ilmu yang diajarkan di kelas, tetapi juga melalui networking yang diperolehnya di luar kelas. Nilai yang saya pegang selama saya berkuliah di UPH adalah pentingnya menjalin networking. Di UPH kita tidak hanya belajar di kelas tetapi juga ke dunia luar. Kita bisa tahu bagaimana menjalin networking untuk karir kita kedepan. Setelah kita bekerja nanti, kita akan sadar betapa pentingnya networking dan UPH mengajarkan serta memberi saya modal itu, ujar Andiny.

Dalam menjalani karirnya sebagai jurnalis tentu banyak sekali tantangan yang dialaminya, banyak senior membuatnya sebagai jurnalis muda harus bisa unjuk gigi kelebihan apa yang dimiliki dan dituntut untuk mengetahui tentang segala hal yang terjadi di negeri ini dengan terjun ke lapangan langsung.

Menurut saya, untuk dapat berhasil kita perlu effort tersendiri, apa lagi sebagai jurnalis. Tetapi seiring waktu dan karena passion saya memang di bidang jurnalistik jadi saya dapat melalui tantangan tersebut Semakin lama kita menjalani karir kita tentu ekspektasi akan semakin besar dan itu menuntut usaha yang lebih besar juga.

Karenanya selagi menjalani studi Andiny mengingatkan kepada rekan-rekan mahasiswa agar menggunakan kesempatan yang ada untuk belajar banyak guna melengkapi kapasitas kita. Gunakanlah UPH sebagai pintu masuk untuk membuka dunia pengalaman dan cakrawala kita seluas-luasnya. UPH merupakan sarana dan modal utama untuk mempersiapkan kita terjun ke dunia nyata nanti. Saya bangga menjadi bagian dari UPH. Kita sebagai alumni diharapkan bisa lebih kuat ikatannya karena melalui alumni inilah orang bisa melihat kesuksesan UPH. (ca)

Graduated Year: June 2004
UPH membuat saya nyaman belajar. Apalagi dari kecil saya hobi masak, jadi talenta saya bisa dikembangkan di sini. Selanjutnya tinggal mengasah talenta itu menjadi kunci sukses
Mellisa Sugianto
Founder Nanny's Pavillon Main Campus

Mengembangkan Talenta dengan Membuka Restoran


Pernah dengar nama resto Nanny's Pavillon? Resto ala western dengan menu utama pancake ini hadir dengan konsep yang unik di setiap gerainya. Sesuai namanya, resto ini menawarkan suasana kehangatan rumah. Siapa sangka kalau founder dan ownernya adalah ibu muda, 32 tahun, lulusan Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan. Kisah suksesnya tentu menarik untuk dibagikan kepada para alumni. Berikut bincang-bincang Alumni Relations UPH dengan Mellisa Saputra Winata, Menejemen Perhotelan 2001 STPPH. Berawal dari hobi masak yang diturunkan ibunya, Mellisa memilih masuk sekolah kejuruan tata boga. Sang ibu juga yang mencarikan sekolah lanjutan yang tepat untuknya, Sekolah Kejuruan Tata Boga Santa Maria. Di sekolah inilah keterampilan memasaknya mulai diasah. Lulus dari SMK ia memilih untuk melanjutkan ke perguruan tinggi yang spesifik di bidang kuliner. Awalnya saya tidak tahu STPPH. Saya mencari sekolah yang benar-benar fokus ke bidang yang saya suka. Waktu mama saya mengusulkan STPPH, saya coba mendaftar. Saya diterima dan diinterview dengan Pak Dewanta dosen pastry. Ternyata dosen yang mewawancara, langsung menawarkan untuk menjadi asistennya di kelas praktek. Kesempatan ini saya terima, karena praktek pastry sudah saya kuasai sejak di SMK, kisahnya. Melihat kemampuannya di bidang pastry, membuat dosen di STPPH mengajukannya untuk ikut ke ajang kompetisi. Pak Dewanta dan Mam Ames dua dosen yang disebutnya aktif mendorong ia mengikuti berbagai kompetisi kuliner. ASEAN Skill Competition 2002 merupakan kompetisi tingkat ASEAN yang pertama kali diikutinya dan tanpa disangka ia bisa masuk 3 besar. Sayangnya yang ikut ke tingkat internasional hanya 1 dan 2 besar. Tapi ini pengalaman pertama yang membuat saya lebih pede ikut ke kompetisi berikutnya seperti Lomba Masak Cipta dan Kreasi Bogasari, Black Box Culinary Challenge dan lomba dekorasi kue, semuanya berhasil juara 1, kenangnya.

Sejak itu ia makin serius belajar di STPPH. Meskipun ada beberapa mata kuliah yang menurutnya kurang relevan dan tidak disukainya saat kuliah, tetapi ternyata ia akui ilmu tersebut terpakai juga di bisnisnya. Lulus dari STPPH ia ditanya dosen mengenai rencananya ke depan. Waktu itu ia sudah punya rencana untuk terjun ke dunia bisnis restoran sendiri yang bisa di-franchise. Meski demikian, sebelum terjun ke bisnis resto, beberapa pekerjaan pernah ia jalani mulai dari menjadi food stylist untuk majalah terbitan Gramedia hingga mengajar pastry privat untuk teman, dan bekerjasama dengan murid privatnya mendirikan bisnis kuliner. Resto Pancious di bilangan Permata Hijau menjadi bisnis kuliner pertama Mellisa. Tidak disangka respon customer sangat bagus. Bahkan ia sempat kebingungan karena pesanan mengalir terus sementara juru masak yang kurang. Area yang aku tangani dalam bisnis resto ini mulai dari konsep resto, development menu, resep, hingga training tukang masak. Dari yang tidak bisa masak sampai bisa.Pancious waktu pertama dibuka sempet bikin saya stress karena order datang terus, sementara yang masak kurang, katanya.

Karakter mudah bosan dan selalu ingin mencoba yang baru membuatnya berani memutuskan untuk menjual sahamnya di Pancious dan beralih membangun bisnis resto yang lain. Bisnis resto berikutnya pun sempat gagal. Sampai suatu ketika Mellisa diperkenalkan oleh ibunya dengan mitra yang mau menginvestasikan ruang usaha untuk dipakainya. Kesempat itu diambil untuk mewujudkan impian membuka resto dengan konsepnya sendiri. Muncullah ide resto dengan konsep keluarga bernama Nanny's Pavillon di kota Bandung. Restoran yang dibuka tahun 2010 ini memang masih sepi pada saat tiga bulan pertama namun tanpa disangka selanjutnya respon customer luar biasa. Yang membuat orang suka berkunjung ke Nanny's Pavillon tidak lain karena konsepnya yang unik. Satu lagi tips yang didapat dari kesuksesannya mengusung konsep Nanny's Pavillon adalah cermat melihat pasar. Dari pengamatan Mellisa, orang Indonesia masih berorientasi pada brand luar. Ini terbukti ketika orang melihat restonya, orang pikir ini franchise dari luar. Bahkan mereka kira ownernya lulusan dari Amerika. Padahal ini semua merupakan produk lokal. Bisnis restoran buat saya harus punya konsep. Makanya waktu diberikan tempat yang berlokasi di Bandung, saya puter otak mau dibikin apa ruang sekecil ini. Sampai akhirnya saya dapatkan konsep homey. Saya mengambil nama nanny=pelayan dan pavillon= rumah sederhana, kata Mellisa saat ditemui di resto Nanny's Pavillon (NP) cabang Plaza Indonesia. Hingga sekarang NP sudah memiliki 14 gerai dan masing- masing hadir dengan konsep yang berbeda. Konsep yang diusung di gerai Plaza Indonesia ini adalah Kimberly Room yang menghadirkan desain interior ala kamar seorang remaja putri lengkap dengan pernak-perniknya. Konsep ini berbeda lagi pada gerai NP yang berlokasi di Gandaria City, Pacific Place dan 11 gerai lainnya di Jakarta, Bandung dan Bali. Bahkan dalam waktu dekat, NP akan buka di Kuala Lumpur International Airport (KLIA). Dalam membangun bisnisnya, Mellisa berprinsip untuk mengerjakan apa yang ia suka. Karna passionnya di bidang kuliner maka memikirkan dan mengerjakan bisnis kuliner tidak pernah membuatnya bosan dan lelah. Iapun mengaku bisa berfikir lama untuk sebuah ide dan ia asik dengan dunianya.

Dalam berbisnis, uang bukan segala-galanya. Kita harus punya ide (kreatif red). Sekolah juga bukan segala-galanya. Lewat ilmu yang dipejari kita asah talent kita. Jadi yang terpenting harus punya ide dan talenta dalam diri. Setiap orang punya emas di dalam dirinya, dan itu harus terus di asah. Selanjutnya kerjakan apa yang anda suka.

Pendidikan itu harus fokus. Kalau tujuannya mau bisnis kuliner, ya dalami ilmu yang diperlukan untuk bidang kuliner. Selanjutnya pelajari juga how to running business dan maintain the business. Belajar tidak melulu di sekolah. Saya banyak mendapat ilmu dari pengalaman. Sejak terjun ke dunia bisnis saya banyak bergaul dan belajar dari orang yang lebih senior, para pengusaha yang secara usia jauh lebih tua dan sudah lebih dulu sukses, kata Mellisa. Prinsipnya pergaulan yang baik dapat meningkatkan kapasitas kita. Kalau kita tidak pernah keluar dan ketemu dengan orang sukses lain kita tidak akan bisa berkembang. Banyak pelajaran yang tidak didapatkan di bangku kuliah. Sementara di dunia bisnis kita akan menemui situasi yang menantang untuk selalu kreatif dan antisipatif. Kreativitas yang dimiliki Mellisa tidak terlepas dari karakter haus akan pengetahuan. Menurutnya setiap orang harus haus akan pengetahuan. Seperti dirinya yang selalu merasa bosan. Selalu memikirkan dan mencari hal-hal yang baru. Karenanya bahaya kalau kita ada dititik nyaman dan berhenti disitu. Sukses bagi saya tidak ada ujungnya. Seperti ambisi, selalu mau lebih tinggi lagi. Kalau ditanya apakah saya sudah sukses, ya masih belum. Sukses saya kalau saya bisa memiliki bisnis franchise, tegas Mellisa. (rh)

Graduated Year: June 2004
Saya akan selalu setia untuk melayani menjadi dokter, karena itu adalah pelayanan
dr. Riny Sari Bachtiar
Pemegang proyek Dokter Terbang, Papua Main Campus

Mengasah Keterampilan untuk Membangun Usaha


Berkuliah di UPH dengan mengambil dua program studi yang berbeda tidak menghalangi Vina dan Irvan untuk terjun dalam dunia usaha. Berangkat dari kecintaan pada cake decoration, mereka mendirikan Mionette Cakes bersama. Malah lewat beragam keterampilan yang didapatkan selama kuliah, mereka jadi bisa membangun usaha tersebut dari nol.

Vina yang kuliah di Desain Produk mendapat keterampilan crafting lewat banyak workshop yang diikuti. Bertemu dengan Irvan membuatnya semakin yakin untuk benar-benar mendirikan usaha bersama. Keahlian leadership yang didapatkan selama di UPH dinilai cukup menunjang dalam mambangun bisnis.

Graduated Year: June 2006
Saya yakin berada di bidang yang tepat, dan menjadi lulusan UPH adalah kebanggan tersendiri. Terlebih karena UPH memiliki nilai kekristenan yang kuat dan ini yang selalu jadi prinsip saya
Edwin lau
Professional Chef & Culinary Consultant Main Campus

Compassion Menjadi Nilai dari UPH yang Melekat Dalam Diri Edwin Lau


Edwin Lau, alumni Sekolah Tinggi Pariwisata Pelita Harapan (STPPH) 2000, yang kini lebih dikenal sebagai Healthy Chef, memiliki banyak pengalaman, dimulai dari menjadi Chef, model, penulis, hingga menjadi konsultan kesehatan dan inspirator di Indonesia.

Berbekal pengetahuan di bidang Manjemen Perhotelan, Edwin mengaku pengalaman kuliah di STPPH sangat berguna dalam mempersiapkan dia mengembangkan profesinya. Meskipun saat berkuliah dulu fasilitas STPPH belum seluar biasa seperti sekarang ini, namun Edwin mengaku bangga menjadi alumni STPPH. Baginya kebanggan pada almamaternya bukan hanya karena fasilitas yang dimiliki, tetapi karena UPH memiliki nilai-nilai yang kuat dan dia pegang hingga saat ini.

Nilai yang saya pegang sejak saya kuliah dan melekat hingga saat ini adalah Compassion. Terutama yang saya rasakan dari para dosen di STPPH. Mereka bukan hanya sebatas menjadi inspirator dan pengajar, tapi juga memiliki belas kasih kepada murid-muridnya dan membangun hubungan person to person. Meskipun para dosen memiliki kemampuan dan pengalaman kaliber tinggi, tapi mereka sangat berdedikasi, ungkap Edwin.

Melalui pengalaman kuliah di STPPH, dan pengalaman selama bekerja, Edwin banyak belajar menjadi seorang yang disiplin. Kedisiplinan juga yang mengantar Edwin dapat menjalankan beberapa pekerjaan secara profesional tidak hanya sebagai seorang Chef, tetapi juga sebagai model, hingga masuk ke dunia Entertainment. Ia kerap tampil di beberapa stasiun TV dan salah satunya Metro TV. Singkat cerita, pengalaman ini membawa Edwin lebih dikenal publik melalui program Healthy Chef dan menjadi salah satu pioneer munculnya istilah Celebrity Chef.

Usahanya untuk mengejar Karier sebagai seorang Healthy Chef ini tidak terlepas dari passion nya sejak kuliah. Karenanya sejak kuliah Edwin memang sudah meyakini dan mempersiapkan diri untuk memenuhi calling nya tersebut. Hingga kini usahanya terbukti dan diakui oleh publik.

Semangatnya untuk terus mengembangkan karier tidak pernah padam. Didukung dengan nilai Compassion yang dia dapatkan dari para dosen-dosennya di STPPH, Edwin juga ingin berbagi pengetahuan dan pengalamannya melalui Healthy Kingdom Community, yaitu sebuah media untuk dirinya dapat mengajar secara gratis kepada orang-orang yang tertarik dengan dunia Healthy cook. Tidak hanya itu, jiwanya yang tertarik dengan dunia pendidikan menjadikan Edwin memiliki harapan kedepannya untuk membangun sekolah berstandar Internasional.

Edwin merasa apa yang telah ia kerjakan saat ini sudah berada pada jalan yang tepat. tahun 2050, penduduk dunia akan menjadi delapan milyar, ini artinya makanan akan berkurang, sementara jumlah orang meningkat, jadi kesehatan akan jadi faktor nomor pertama untuk diperhatikan, karena akan banyak orang sakit dan juga kebutuhan akan makanan tentunya menjadi hal penting. Untuk itu pekerjaan chef akan mendapatkan demand yang tinggi, jadi saya yakin saya ada di track yang benar, jelas Edwin.

Kedekatannya dengan para dosen STPPH, sebagai almamaternya, hingga kini terus terjalin. Ia berharap kelak STPPH dapat mengembangkan program-program kurikulumnya sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan di bidangnya dengan standard internasional.

Graduated Year: June 2004
Don't take it too seriously, maksudnya selama berkuliah banyak-banyaklah bergaul dan perluas networking. Tetapi juga don't take it for granted
Jacqueline Karina
Business Manager at PT Firmenich Indonesia Main Campus

Perluas Networking Demi Melakukan Passion


Sukses berkarir di industri pangan di usia dini, Jacqueline Karina, alumni Jurusan Teknologi Pangan 2003 UPH, mengawali karier sebagai Koordinator Pemasaran di PT Symrise, perusahaan flavor nomor 4 dunia. Selama 1,5 tahun bekerja di Symrise, ia berhasil menyumbang 20% dari total pertumbuhan perusahaan itu. Ia pun kemudian diangkat menjadi Manajer Proyek sebelum akhirnya memutuskan bergabung dengan PT Firmenich Indonesia, perusahaan flavor & fragrance nomor 2 di dunia. Di Firmenich, berkat kerja keras dan kontribusinya pada perusahaan ia kembali diangkat menjadi Manajer Account Divisi Flavor. Kemudian Jacqueline memutuskan untuk membangun usahanya sendiri dimulai dengan membangun cafe Sumoboo, smoothie and juice bar, hingga merambah ke beberapa rumah makan seperti Warung Tekko dan Ikkudo Ichi.

Jacqueline Karina, mengakui bahwa keberhasilannya tidak lepas dari pengaruh ilmu yang ia dapatkan selama kuliah selama 3,5 tahun di Universitas Pelita Harapan (UPH). Lulusan cum laude ini mengakui ilmu yang diajarkan selama kuliah, fasilitas belajar yang sangat mendukung serta komunitas kampus yang baik di UPH, sangat mendukungnya dalam mempersiapkan diri untuk memasuki dunia kerja. Melalui aktivitas organisasi kemahasiswaan yang dia ikuti ia mendapatkan lifeskill yang sangat berguna diantaranya melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ). Hal yang paling berkesan baginya adalah pengalaman melakukan community service untuk membantu pendidikan anak-anak kurang mampu di desa di daerah Tangerang. Pengalaman ini melatih kepedulian terhadap sesama dan ini sangat berguna dalam menjalankan usahanya.

Seperti motto yang ia pegang, Do your passion, Jacqueline berpesan kepada mahasiswa UPH, untuk lebih menikmati masa-masa kuliah, menemukan hal yang disukai namun tetap sungguh-sungguh. Dalam berkarir selalu ikuti passion kita. Kenali passion kita sejak masa kuliah. Selain itu, nikmati masa-masa perkuliahanmu. Kuliah adalah masa yang paling bahagia karena belum ada tekanan. Don't take it too seriously, maksudnya selama berkuliah banyak-banyaklah bergaul dan perluas networking, ini sangat diperlukan di dunia kerja. Tetapi juga don't take it for granted, maksudnya jangan jadikan ini sebagai kesempatan untuk malas kuliah begitu ujarnya.

Graduated Year: June 2006

RECENT NEWS

Alumni's Contribution.

Being the owner of a company does not make Richie Wirjan, an UPH Communications Science alumni (2011), forget to contribute for his alma mater in UPH. His evident contribution was shown by providing a huge opportunity of employment for UPH graduates to work in his company, Credens Strategic Planning.


An Entrepreneur or a Professional?.

In order to help final year students choosing their career paths, the Executive Student Board of UPH (BEM UPH) worked together with the Career Center Department of UPH to held a series of events. One of them is a seminar entitled “Entrepreneur or Professional?’, held on February 8, 2019. The guest speakers are the alumni who have succeeded their career in the professional as well entrepreneur world.

On Campus Recruitment by PwC.

UPH did another collaboration with PT PricewaterhouseCoopers (PwC) as one of the biggest auditors in the world by conducting an On Campus Recruitment (OCR) on Friday, October 19, 2018 . This event was attended by dozens of UPH students who are very enthusiastic to follow this event which includes a company profile presentation up to a written test to apply as employee.

NEWS AND EVENTS

BECOME A MEMBER

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

ENJOY YOUR BENEFITS HERE

10%

at TAKANA JIMARESTO

10%

at TAKANA JIMARESTO

10%

at TAKANA JIMARESTO

10%

at TAKANA JIMARESTO

10%

at TAKANA JIMARESTO

10%

at TAKANA JIMARESTO

10%

at TAKANA JIMARESTO

10%

at TAKANA JIMARESTO

10%

at TAKANA JIMARESTO

CONTACT INFO

Phone Number : +628 3828 7792
Email : aisyah.zalika@uph.co.id
Line : aisyahzalika

GIVING BACK

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

CONTRIBUTION STORIES.

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Doloribus, expedita reprehenderit accusamus hic architecto possimus nemo ut quo sunt veniam ipsa nam pariatur ea fugit omnis doloremque esse quam quas! Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Doloribus, expedita reprehenderit accusamus hic architecto possimus nemo ut quo sunt veniam ipsa nam pariatur ea fugit omnis doloremque esse quam quas!

CONTRIBUTION STORIES.

Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Doloribus, expedita reprehenderit accusamus hic architecto possimus nemo ut quo sunt veniam ipsa nam pariatur ea fugit omnis doloremque esse quam quas! Lorem ipsum dolor sit amet consectetur adipisicing elit. Doloribus, expedita reprehenderit accusamus hic architecto possimus nemo ut quo sunt veniam ipsa nam pariatur ea fugit omnis doloremque esse quam quas!

CONTACT INFO

Phone Number : +628 3828 7792
Email : aisyah.zalika@uph.co.id
Line : aisyahzalika

CONTACT INFO

Location : Building C, 1st Floor
Phone Number : 021-5460901 ext. 2534, 2551
Email : alumni.relations@uph.edu
Twitter : @uphalumnicenter
Facebook : UPH Alumni Center
Instagram : @uphalumnicenter
Linkedin : UPH Alumni Center