NEWS & PUBLICATION

Bahas Etika hingga Perlindungan Data Esports, Tim Mahasiswa Hukum UPH Raih Juara 3 Kompetisi Debat Nasional, DCLC VI, 2025

10/02/2026 Hukum, Pencapaian

Bahas Etika hingga Perlindungan Data Esports, Tim Mahasiswa Hukum UPH Raih Juara 3 Kompetisi Debat Nasional, DCLC VI, 2025

Pesatnya pertumbuhan industri esports (olahraga elektronik) di Indonesia membawa peluang besar sekaligus tantangan serius, mulai dari etika berkompetisi, perlindungan data pribadi, hingga kesehatan mental para pemain. Kondisi ini menunjukkan krusialnya peran hukum yang adaptif dan relevan di tengah perkembangan teknologi dan olahraga digital.

Isu inilah yang menjadi fokus dalam lomba debat Darma Cendika Law Competition (DCLC) VI 2025, kompetisi hukum nasional yang digelar oleh Universitas Katolik Darma Cendika pada Oktober 2025. Mengusung tema “Keseimbangan antara Teknologi, Lingkungan, dan Kesehatan Mental dalam Perspektif Hukum”, lomba ini memberi ruang bagi mahasiswa hukum untuk menelaah peran hukum dalam menghadapi tantangan industri esports secara kritis dan konstruktif.

Dalam kompetisi ini, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Pelita Harapan (FH UPH) berhasil meraih Juara III. Tim delegasi FH UPH, yang terdiri dari Danishel Subiran (2023), Lathifah (2023), Bambang Priyatna Kusuma (2024), dan Lauren Angel Gunawan (2023), menunjukkan kemampuan argumentasi yang tajam dan relevan, sekaligus menegaskan pentingnya pemahaman hukum di era esports yang berkembang pesat.

“Pencapaian ini lebih dari sekadar prestasi. Setiap tahapannya membuat kami belajar untuk mampu bekerja sama di bawah tekanan, mengasah cara berpikir kreatif dalam menghadapi berbagai tantangan,” jelas Danishel Subiran selaku Ketua Tim

Kompetisi ini digelar melalui sejumlah tahapan, mulai dari babak penyisihan hingga final. Pada setiap tahap, peserta dihadapkan pada mosi (topik dasar perdebatan) yang menuntut kemampuan berpikir kritis dan penyampaian argumen yang sistematis, mendalam, dan mudah dipahami. Hingga di babak final pada 23 Oktober 2025, Tim Delegasi FH UPH berhasil meraih Juara III.

“Setiap tahap kompetisi melatih kami untuk menyusun argumen sistematis yang berbasis data, dan berpikir cepat. Ajang ini juga melatih kemampuan analisis dan mengasah kemampuan komunikasi kami agar lebih efektif. Kami bersyukur atas penyertaan Tuhan,” tambah Danishel.

Pengalaman serupa juga dirasakan Lathifah. Ia menuturkan bahwa tantangan terbesar muncul pada babak perebutan Juara III, ketika tingkat kesulitan mosi meningkat secara signifikan. Namun, situasi tersebut justru memperkuat ketangguhan, fokus, dan kerja sama tim

“Riset yang matang, koordinasi yang solid, dan rasa saling percaya menjadi kunci kami melewati setiap tantangan. Kebersamaan dan kerja sama tim menjadi hal yang membuat setiap tantangan terasa lebih ringan, sekaligus meninggalkan kesan yang tak terlupakan,” ucap Lathifah.

Bambang Priyatna Kusuma menambahkan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja kolektif yang didukung oleh ekosistem akademik di FH UPH, khususnya melalui komunitas Debate and Research Community (DARE). Komunitas ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk dapat berkembang secara terarah dan berkelanjutan, sehingga siap bersaing di berbagai kompetisi.

“Prestasi ini adalah bukti dedikasi dan semangat, bukan hanya dari tim delegasi, tetapi juga dari para pembimbing dan rekan-rekan yang selalu mendukung. Harapannya, DARE UPH dapat terus melahirkan prestasi-prestasi baru ke depannya,” kata Bambang

Keberhasilan Tim Delegasi FH UPH juga tidak terlepas dari pendampingan para dosen pembimbing, yakni Dr. Franciscus Xaverius Wartoyo, S.H., M.Pd., M.H. dan Dr. Ir. Andreas Teddy Mulyono, S.H., M.H.

Merespons pencapaian ini, Dr. Andreas mengatakan, “Keikutsertaan mahasiswa dalam Lomba DCLC ini merupakan proses pembelajaran yang sangat baik. Delegasi menunjukkan konsistensi latihan, kemampuan analisis yang matang, serta kerja tim yang solid hingga akhirnya meraih Juara 3. Capaian ini diharapkan menjadi motivasi untuk peningkatan prestasi di kompetisi berikutnya.”

Prestasi ini mencerminkan komitmen UPH dalam membina mahasiswa agar tidak hanya unggul di dalam kelas, tetapi juga berprestasi dan mampu bersaing di berbagai ajang di luar kampus. Melalui pendekatan pendidikan holistis, UPH mendorong mahasiswa untuk terus mengasah kemampuan dan keterampilannya, sehingga menjadi lulusan unggul yang siap memimpin dengan takut akan Tuhan, profesional, serta siap memberikan dampak.