09/01/2026 Social & Humaniora
Di tengah meningkatnya isu kesehatan mental, dinamika relasi, dan perubahan perilaku di era digital, mahasiswa psikologi dituntut menjadi lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tetapi mampu menghadirkan solusi berbasis riset yang berdampak bagi masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan (UPH) menyelenggarakan The 3rd Research & Psychoeducation Expo pada 4 Desember 2025 sebagai ruang strategis untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan riset, komunikasi ilmiah, dan edukasi publik sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Gedung D lantai 5 (D-502), UPH Kampus Lippo Village Tangerang ini melibatkan 329 mahasiswa Psikologi UPH dari angkatan 2022, 2023, dan 2025. Para mahasiswa tersebut menampilkan 209 poster penelitian yang dipamerkan dan dikelompokkan ke dalam tiga tema utama, yakni Relationship & Attachment; Well-being, Resilience, & Meaning in Life; serta Digital Media, AI, & Online Behavior. Ketiga tema ini merefleksikan beragam isu psikologi yang berkaitan erat dengan tantangan sosial yang dihadapi masyarakat saat ini.
Karel Karsten Himawan, S.Psi., M.Psi., Ph.D., Ketua Program Studi Psikologi UPH sekaligus Ketua Acara menjelaskan bahwa expo ini dirancang sebagai ruang pembelajaran strategis bagi mahasiswa untuk mengembangkan riset sejak tahap awal. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya mempresentasikan gagasan akademik kepada komunitas psikologi, tetapi juga belajar menerjemahkan dan mengemas hasil riset ke dalam media yang mudah dipahami masyarakat umum, sekaligus memperoleh masukan sejak dini.
“Dengan pendekatan ini, mahasiswa dipersiapkan menjadi profesional yang mampu mengomunikasikan gagasan ilmiah secara jelas, kontekstual, dan relevan bagi masyarakat. Kompetensi tersebut tercermin dari kemampuan mahasiswa menghasilkan poster penelitian berstandar presentasi internasional, sebagaimana lazim ditemui dalam forum konferensi. Analisis yang disajikan pun dekat dengan realitas kehidupan sehari-hari. Saya berharap, seluruh masukan yang diperoleh melalui expo ini dapat semakin mengasah kemampuan mahasiswa dalam menghasilkan penelitian yang tepat sasaran dan berdampak,” jelas Karel.
Riset Mahasiswa UPH Angkat Isu Relasi dan Kesehatan Mental
Salah satu karya yang dipresentasikan dalam expo ini datang dari Chrisvia Victory Masinambow, mahasiswi Psikologi UPH angkatan 2023. Melalui poster penelitian berjudul “When Love Starts Within: How Self-Compassion Predicts Marital Satisfaction”, Chrisvia mengangkat isu relasi pernikahan yang kerap diwarnai konflik berkepanjangan dan berkontribusi terhadap meningkatnya angka perceraian di Indonesia.
Dalam penelitiannya, Chrisvia menekankan bahwa kemampuan mengasihi pasangan berakar pada kemampuan mengasihi diri sendiri. Oleh karena itu, ia menyoroti pentingnya self-compassion sebagai fondasi dalam membangun hubungan pernikahan yang sehat dan berkelanjutan.
“Self-compassion mencakup kemampuan memaafkan diri sendiri (self-kindness vs self-judgement), memandang masalah sebagai pengalaman yang wajar dialami setiap orang (common humanity vs isolation), serta mengelola emosi negatif secara sadar (mindfulness vs overidentification). Sikap ini memengaruhi cara pasangan berinteraksi, saling memahami, dan membangun rasa aman yang pada akhirnya berdampak pada kepuasan pernikahan,” jelasnya.
Melalui proses riset yang dijalaninya, Chrisvia menilai pentingnya ruang pembelajaran yang memungkinkan penelitian mahasiswa menjangkau dampak sosial yang lebih luas. Ia pun mengapresiasi peran Fakultas Psikologi UPH dalam menghadirkan wadah seperti expo ini, sekaligus berharap temuannya dapat membantu masyarakat memahami bahwa mengasihi diri sendiri merupakan fondasi dalam membangun relasi yang sehat.
“Expo ini membantu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap isu-isu psikologi yang sedang berkembang dan relevan, dan mendorong kita untuk mencari solusinya bersama. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat, baik bagi peneliti maupun masyarakat yang tertarik memahami permasalahan psikologi,” ujarnya.
Antusiasme terhadap kegiatan ini tercermin dari kehadiran lebih dari 400 pengunjung. Salah satunya, Vincent Hendryan, mahasiswa Program Studi Akuntansi UPH angkatan 2023, menilai expo ini relevan dan informatif. “Menurut saya, acara ini sangat bermanfaat. Topiknya menarik dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Secara keseluruhan, acaranya seru dan sangat informatif,” katanya.
Melalui The 3rd Research & Psychoeducation Expo, Fakultas Psikologi UPH menegaskan komitmennya menghadirkan pendidikan yang tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi mendorong mahasiswa memproduksi riset yang relevan dan berdampak, serta mengomunikasikan hasilnya secara luas. Sebagai kampus dengan visi yang berpusat kepada Kristus, UPH berkomitmen untuk mempersiapkan lulusan yang takut akan Tuhan, profesional, serta siap menghadirkan karya berdampak bagi sesama.