30/06/2026 Medical Sciences
Penyakit kardiovaskular atau penyakit jantung dan pembuluh darah masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di dunia, termasuk di Indonesia. Berdasarkan statistik kesehatan dunia dari World Health Organization (WHO) tahun 2022, penyakit ini menyebabkan sekitar 19,8 juta kematian, atau setara dengan 32% dari seluruh angka kematian global. Sementara itu, di Indonesia, prevalensi penyakit jantung pada tahun 2023 mencapai 1,08% atau sekitar 2,29 juta penduduk. Tingginya angka tersebut menunjukkan bahwa upaya pencegahan, diagnosis, dan penanganan penyakit jantung perlu terus diperkuat, termasuk melalui peningkatan jumlah dan kualitas dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.
Menjawab kebutuhan tersebut, Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) menghadirkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Jantung dan Pembuluh Darah. Program ini telah resmi memperoleh izin operasional dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) melalui SK Nomor 840/B/O/2025.
Prof. Dr. dr. Antonia Anna Lukito, Sp.JP(K), FIHA, FAPSIC, FAsCC, FSCAI., selaku Ketua Program Studi Pendidikan Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah FK UPH, mengatakan bahwa pendirian program ini merupakan bentuk kontribusi nyata FK UPH dalam mendukung peningkatan kualitas layanan kesehatan kardiovaskular di Indonesia. Selain itu, pembukaan program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam meningkatkan kapasitas pendidikan dokter spesialis dan pemerataan tenaga kesehatan di berbagai daerah.
“Penyakit kardiovaskular di Indonesia hingga saat ini masih menjadi beban kesehatan utama dan prioritas nasional. Di sisi lain, kebutuhan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, meningkatnya angka harapan hidup, serta berkembangnya layanan kardiovaskular modern. FK UPH berkomitmen untuk turut berkontribusi menghasilkan dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang kompeten, profesional, dan siap menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia,” jelas Prof. Antonia.
Hadirnya PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FK UPH merupakan hasil dari proses persiapan yang panjang dan komprehensif, mulai dari penyusunan kurikulum, penyiapan tenaga pendidik, pengembangan fasilitas pendidikan, hingga pembentukan jejaring rumah sakit pendidikan. Prof. Antonia menjelaskan bahwa seluruh proses tersebut dilakukan melalui koordinasi dan evaluasi bersama berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kemdiktisaintek, Kementerian Kesehatan, Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia (KJPDI), serta berbagai institusi terkait guna memastikan program ini memenuhi standar mutu pendidikan spesialis yang berlaku secara nasional.
“Seluruh proses dilakukan untuk memastikan bahwa program yang dibuka memenuhi standar mutu pendidikan spesialis yang berlaku secara nasional,” tambahnya.
Fokus pada Pencegahan Penyakit Kardiovaskular
Sebagai program spesialis yang baru dibuka, PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FK UPH memiliki visi menjadi program studi berstandar internasional yang menghasilkan dokter spesialis yang kompeten, profesional, berintegritas, serta unggul dalam pelayanan, pendidikan, dan penelitian. Salah satu ciri khas yang menjadi pembeda program ini adalah fokus kuat pada aspek pencegahan penyakit kardiovaskular.
“Keunggulan yang menjadi benang merah visi dan misi kami adalah penguatan aspek prevensi kardiovaskular, tanpa mengurangi kompetensi klinis dan berbagai prosedur penanganan penyakit jantung yang menjadi standar pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah,” kata Prof. Antonia.
Melalui pendekatan tersebut, peserta didik tidak hanya dipersiapkan untuk menangani pasien dengan penyakit jantung, tetapi juga dibekali kemampuan mengidentifikasi faktor risiko, mendeteksi gejala sejak dini, dan menerapkan strategi pencegahan untuk membantu menurunkan angka kejadian penyakit kardiovaskular di masyarakat.
Kurikulum Modern dengan Dukungan Teknologi dan Jejaring Rumah Sakit Terintegrasi
Untuk memastikan lulusan siap menghadapi tantangan layanan kardiovaskular yang terus berkembang, PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FK UPH menerapkan kurikulum yang mengacu pada standar kompetensi nasional dari Kolegium Jantung dan Pembuluh Darah Indonesia (KJPDI), serta mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kardiovaskular terkini. Proses pembelajaran dilakukan melalui berbagai metode, yakni pendidikan klinis berbasis kompetensi, diskusi kasus, simulasi keterampilan, penelitian ilmiah, hingga praktik langsung di rumah sakit pendidikan dan rumah sakit jejaring.
Selama menjalani pendidikan, peserta didik akan mengembangkan berbagai kompetensi penting, termasuk kemampuan promotif dan preventif, diagnosis penyakit jantung dan pembuluh darah, tata laksana berbasis bukti, interpretasi pemeriksaan penunjang, tindakan intervensi sesuai jenjang kompetensi, hingga keterampilan kepemimpinan dan kolaborasi multidisiplin.
Salah satu kekuatan utama program ini terletak pada pengalaman klinis yang luas melalui jejaring rumah sakit pendidikan yang terintegrasi. Selain menjalani pendidikan di rumah sakit pendidikan utama, yaitu Siloam Hospitals Lippo Village, peserta didik juga akan belajar di berbagai rumah sakit jejaring Siloam Hospitals yang memiliki layanan kardiovaskular komprehensif.
Menurut Prof. Antonia, keberadaan jejaring tersebut memungkinkan peserta didik memperoleh paparan kasus yang beragam, mulai dari upaya pencegahan, proses diagnosis, penanganan melalui terapi obat, hingga berbagai tindakan intervensi jantung dan pembuluh darah dengan teknologi modern.
“Peserta didik akan mendapatkan variasi kasus yang luas berkaitan dengan interaksi banyak spesialis lainnya di Siloam Hospitals, sehingga diharapkan lulusannya siap bekerja dalam kondisi riil saat praktik nantinya,” jelasnya.
Untuk mendukung proses pendidikan, program ini juga dilengkapi berbagai fasilitas unggulan, seperti cardiac catheterization laboratory, echocardiography laboratory, MRI cardiac, intensive cardiac care unit, ruang simulasi keterampilan klinis, fasilitas penelitian, sistem pembelajaran digital berbasis AI, serta akses ke literatur internasional terkini.
Mempersiapkan Dokter Spesialis yang Kompeten dan Berdampak
Komitmen menghadirkan pendidikan berkualitas diwujudkan melalui dukungan tenaga pengajar yang terdiri dari dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan dari berbagai subspesialisasi, akademisi FK UPH, serta para dokter berpengalaman yang aktif dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, penelitian, dan organisasi profesi di tingkat nasional maupun internasional.
Dukungan tersebut menjadi fondasi bagi PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FK UPH dalam mempersiapkan dokter spesialis yang berintegritas, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap menjawab kebutuhan layanan kardiovaskular yang terus berkembang. Dalam jangka panjang, FK UPH menargetkan program ini menjadi pusat pendidikan spesialis jantung dan pembuluh darah yang diakui secara nasional maupun internasional, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas layanan kesehatan di Indonesia.
“Melalui program ini, kami ingin turut memperkuat layanan kardiovaskular Indonesia melalui pendidikan, penelitian, dan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Kami berharap para lulusan memiliki keunggulan klinis, kompetensi dalam prevensi kardiovaskular, integritas, etika profesi yang kuat, serta kemampuan memberikan pelayanan berkualitas bagi masyarakat,” ujar Prof. Antonia.
Mendorong Budaya Riset dan Inovasi Kardiovaskular
Selain membentuk kompetensi klinis yang unggul, PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FK UPH juga menempatkan penelitian sebagai salah satu pilar utama pendidikan. Peserta didik didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir ilmiah, melakukan penelitian yang berkualitas, serta menghasilkan publikasi yang berkontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik kardiovaskular berbasis bukti.
Melalui kolaborasi dengan jejaring rumah sakit pendidikan, institusi akademik, dan mitra nasional maupun internasional, peserta didik memperoleh kesempatan untuk terlibat dalam berbagai penelitian klinis, registri, studi epidemiologi, hingga implementasi teknologi kesehatan dan kecerdasan artifisial (AI) di bidang kardiovaskular.
“Kami ingin melahirkan dokter spesialis yang tidak hanya unggul dalam pelayanan klinis, tetapi juga mampu menjadi peneliti, pendidik, dan inovator yang berkontribusi terhadap kemajuan ilmu pengetahuan serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kardiovaskular di Indonesia,” ujar Prof. Antonia.
Hadirnya PPDS Jantung dan Pembuluh Darah FK UPH merupakan wujud nyata komitmen UPH dalam menjawab kebutuhan layanan kardiovaskular Indonesia. Melalui pendidikan unggul dan pembentukan karakter berlandaskan nilai Kristiani, UPH mempersiapkan dokter spesialis dan pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi kesehatan masyarakat Indonesia.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communications@uph.edu