NEWS & PUBLICATION

UPH Gelar Career Talk 2026, Bekali Mahasiswa Bangun Jejaring dan Siap Hadapi Dunia Kerja

06/04/2026 Alumni, Pekerjaan & Karir

UPH Gelar Career Talk 2026, Bekali Mahasiswa Bangun Jejaring dan Siap Hadapi Dunia Kerja

Memasuki dunia kerja, kemampuan akademik saja tidak selalu cukup. Di tengah persaingan yang semakin dinamis, jejaring profesional dan kualitas relasi kerap menjadi faktor penentu dalam membuka peluang karier. Menjawab kebutuhan tersebut, Alumni Relations & Career Center Universitas Pelita Harapan (UPH) menggelar ‘Career Talk 2026: Where Your Professional Network Begin’ pada 31 Maret 2026 di Auditorium MYC-MPR, UPH Kampus Lippo Village, Karawaci, Tangerang.

Kegiatan ini diikuti oleh lebih dari 80 peserta, baik secara daring maupun luring. Melalui Career Talk, mahasiswa tidak hanya memperoleh wawasan praktis seputar dunia kerja, tetapi juga memahami pentingnya membangun jejaring sejak masa perkuliahan sebagai bekal memasuki dunia profesional.

Dalam sambutannya Andry M. Panjaitan, S.T., M.T., CPHCM., selaku Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relations UPH,  menegaskan bahwa kesiapan karier perlu dipersiapkan sejak dini. Ia menekankan bahwa UPH hadir bukan hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai ekosistem yang mendampingi mahasiswa hingga siap memasuki dunia kerja.

“Kami percaya setiap mahasiswa pada akhirnya akan lulus. Pertanyaannya, apa yang perlu dipersiapkan agar mereka tidak hanya lulus, tetapi juga benar-benar siap? Melalui Career Talk ini, mahasiswa diharapkan dapat memperluas jejaring, belajar langsung dari pengalaman alumni, dan memperoleh gambaran nyata tentang dunia profesional,” ujarnya.

Belajar dari Alumni, Bangun Perspektif Karier

Career Talk menghadirkan lima alumni inspiratif dari berbagai industri, yakni William Ndut (Ilmu Komunikasi 2008), Head of PR & Corporate Communication Bibit.id & Stockbit; Wella Christie (Ilmu Komunikasi 2009), Founder sekaligus Chief Marketing Officer (CMO) Eyelovin; Astrid Saerong (Magister Manajemen  2015), Netflix Production Management untuk Indonesia dan Filipina; Veliana Lim (Teknologi Pangan  2010), Senior Brand Manager PT Mayora Indah Tbk; serta Giorrando Grissandy (Desain Produk 2014), Founder Garis Temu.

Melalui kisah mereka, mahasiswa diajak melihat bahwa perjalanan karier tidak selalu linear. Keberanian mencoba, ketangguhan dalam proses, serta kemampuan membangun relasi menjadi faktor penting yang melengkapi kompetensi akademik.

William Ndut membuka diskusi dengan menyoroti peran lingkungan kampus dalam membentuk karakter dan kemampuan berkolaborasi. Ia menilai UPH sebagai ruang yang mempertemukan beragam latar belakang dan menjadi fondasi awal dalam membangun jejaring profesional.

“UPH terasa seperti ‘mini Indonesia’. Di sinilah saya belajar berkolaborasi. Keseimbangan antara sports, arts, dan spiritual juga membentuk cara saya berkembang, termasuk melalui keterlibatan di Ikatan Alumni,” ujarnya.

Berbeda dengan perspektif tersebut, Wella Christie membagikan perjalanan kewirausahaan yang penuh dinamika sejak masa kuliah. Ia bercerita di tengah kesibukan kuliahnya, Wella mulai merintis usaha softlens sebagai reseller dan dropshipper. Hal ini sempat membuatnya kehilangan fokus kuliah. Namun, kesadaran akan masa depan menjadi titik balik yang mendorongnya aktif di organisasi kampus pada dua semester terakhir. Pengalaman tersebut membantu membangun kepercayaan diri serta kemampuan interpersonal yang ia nilai sangat berguna dalam dunia kerja.

“Setelah berbagai pengalaman, saya akhirnya memutuskan untuk fokus membangun Eyelovin. Perjalanannya tentu tidak selalu mulus, ada banyak fase up and down. Namun justru di situlah saya belajar dan bertumbuh. Pengalaman selama di UPH juga banyak membentuk cara saya berpikir, mulai dari berani mencoba, belajar dari kegagalan, hingga membangun relasi yang mendukung perjalanan bisnis saya,” kata Wella.

Pengalaman selanjutnya dibagikan Astrid Saerong yang menekankan bagaimana relasi yang dibangun secara konsisten dapat membuka peluang hingga ke tingkat global. Ketertarikannya pada industri film mendorongnya melanjutkan studi Magister Manajemen di UPH untuk memperkuat kemampuan manajerial.

Lebih lanjut ia juga bercerita bahwa pengalaman sebagai asisten dosen dan keterlibatan di industri sejak masa kuliah, menjadi awal terbentuknya jaringan profesional yang membawanya bergabung dengan Netflix.

“Saya dihubungi oleh HR Netflix karena beberapa dosen dan rekan kerja merekomendasikan saya. Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa industri film sangat bergantung pada trust dan network. Selama berkuliah di UPH, saya juga belajar pentingnya membangun koneksi yang sehat, profesionalisme, serta menjaga reputasi dalam setiap kesempatan,” jelasnya.

Selain relasi, keberanian dalam mengambil peluang juga menjadi faktor penting dalam membentuk karier, sebagaimana disampaikan oleh Veliana Lim. Ketertarikannya pada inovasi produk sejak masa kuliah membawanya memulai karier sebagai formulator di industri produk konsumen.

Seiring waktu, ia mengeksplorasi peran yang lebih strategis hingga akhirnya bergabung dengan Mayora dan terlibat dalam pengembangan brand secara menyeluruh, mulai dari riset hingga strategi pemasaran.

“Sejak awal saya memiliki keinginan sederhana, yaitu menciptakan sesuatu yang berdampak melalui industri produk konsumen. Perjalanan di UPH banyak membentuk saya, mulai dari keberanian mencoba, kemampuan berkolaborasi, hingga melihat masalah secara strategis. Sekarang saya bisa memahami bagaimana sebuah brand dibangun, dari pengembangan produk hingga strategi membawanya ke pasar,” ucapnya.

Melengkapi beragam perspektif tersebut, Giorrando Grissandy membagikan perjalanan yang penuh dinamika. Sejak awal kuliah, ia memilih mandiri secara finansial, termasuk berjualan untuk membantu biaya pendidikan, sekaligus aktif mencari peluang magang di lingkungan kampus hingga terlibat dalam berbagai proyek kreatif.

Perjalanan hidupnya sempat mengalami perubahan arah. Ia pernah bercita-cita menjadi atlet, kemudian melanjutkan ke sekolah teologi, hingga akhirnya memilih fokus membangun usaha. Proses tersebut membentuk ketangguhan serta keberanian dalam mengambil Keputusan. Pengalaman hidupnya juga membawa ia untuk melihat peluang di era digital dan mendirikan Garis Temu.

“Dari banyak diskusi dengan alumni UPH, saya menyadari bahwa dunia bergerak ke arah digital. Dari situlah saya mendirikan Garis Temu. UPH bagi saya adalah platform yang tepat karena di sini saya belajar bukan hanya teori, tetapi juga networking, kolaborasi, dan keberanian mengambil langkah. Ekosistem di UPH memberi ruang bagi saya untuk berkembang dan terus mengejar mimpi,” katanya.

Networking with Alumni

Usai talkshow, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi Networking with Alumni. Dalam sesi ini, para mahasiswa dibagi ke dalam kelompok kecil dan mendapatkan kesempatan untuk berdiskusi secara langsung dengan alumni yang telah ditentukan sesuai bidang karier masing-masing. Sesi ini memberikan ruang interaksi lebih personal sekaligus kesempatan memahami realitas dunia kerja secara langsung.

Salah satu peserta, Steven Ignatius Chandra, mahasiswa Program Studi Hukum UPH angkatan 2023, mengaku mendapatkan banyak pelajaran setelah berdiskusi dengan Giorrando. Ia mengatakan, “Kita harus berani stand out melalui personal branding dan benar-benar mengenal diri sendiri. Dunia profesional itu penuh pengorbanan, jadi kita harus siap berproses dan terus berkembang,” ungkapnya.

Career Talk 2026 menjadi bukti komitmen UPH dalam mempersiapkan mahasiswa tidak hanya untuk lulus secara akademik, tetapi juga siap melangkah ke dunia profesional dengan keterampilan, wawasan, dan jejaring yang kuat. Melalui inspirasi, pengalaman nyata, serta interaksi langsung dengan para alumni, mahasiswa diajak memahami bahwa perjalanan karier merupakan proses panjang yang membutuhkan keberanian, ketekunan, serta kemauan untuk terus belajar dan beradaptasi. UPH senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan pendidikan unggul, guna mencetak pemimpin masa depan unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak positif bagi masyarakat.

————————

Corporate Communications Universitas Pelita Harapan

corporate.communication@uph.edu