23/04/2026 Olahraga, Pencapaian
Di tengah dinamika pendidikan kedokteran yang intens dan penuh tantangan, Volney Blance Lambert menunjukkan bahwa batas bukan untuk diterima, melainkan untuk ditembus. Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Pelita Harapan (FK UPH) angkatan 2022 ini tidak hanya berfokus pada studinya, tetapi juga konsisten berprestasi sebagai atlet renang di berbagai kejuaraan nasional.
Kisah Volney menjadi relevan di tengah banyaknya mahasiswa yang dihadapkan pada pilihan antara fokus pada satu jalur atau mengembangkan berbagai potensi diri. Ia membuktikan bahwa dengan disiplin dan ketekunan, keduanya dapat dijalani secara bersamaan, bahkan saling menguatkan. Bagi Volney, dunia akademik dan kolam renang bukan sekadar aktivitas, melainkan bagian dari identitas yang telah terbentuk sejak lama.
“Kalau orang tanya saya lagi di mana, jawabannya sebenarnya cukup sederhana. Kalau saya tidak di kelas atau di rumah, pasti saya ada di kolam. Itu sudah jadi rutinitas yang tidak bisa dipisahkan dari keseharian saya,” ungkapnya.
Dua Peran: Atlet dan Mahasiswa Kedokteran
Perjalanan Volney sebagai atlet dimulai sejak usia empat tahun. Awalnya diperkenalkan untuk menjaga kesehatan, namun pengalaman mengikuti kompetisi sejak sekolah dasar menumbuhkan kecintaan sekaligus mentalitas kompetitif yang kuat. Momen pertamanya meraih medali menjadi titik awal yang memperkuat komitmennya di dunia renang.
Seiring waktu, rutinitas latihan yang disiplin menjadi bagian dari kesehariannya, mulai dari latihan pagi sebelum sekolah hingga kembali ke kolam di sore hari. Pola ini membentuk daya tahan, fokus, serta kemampuan mengelola tekanan sejak dini.
“Dari kecil saya memang sudah terbiasa dengan jadwal yang sangat padat. Pagi latihan, lanjut sekolah, sore latihan lagi. Jadi sebenarnya ritme seperti itu bukan hal baru buat saya, justru sudah seperti bagian dari hidup,” ungkapnya.
Kebiasaan inilah yang membentuk kesiapan Volney untuk melangkah ke fase berikutnya, yaitu memilih Fakultas Kedokteran. Bidang yang dinamis dan menantang ini tidak ia lihat sebagai beban tambahan, melainkan sebagai ruang yang saling melengkapi dengan perannya sebagai atlet.
“Saya memang tipe orang yang suka mengeksplorasi banyak hal, dan dunia kedokteran itu menarik karena menuntut kita untuk terus belajar dan beradaptasi. Di sisi lain, apa yang saya pelajari juga sangat membantu saya sebagai atlet. Mulai dari memahami tubuh, teknik, nutrisi, sampai proses recovery. Sebaliknya, disiplin dan mental yang saya bangun di kolam renang membantu saya tetap fokus menjalani kehidupan sebagai mahasiswa,” tambahnya.
Titik Balik dan Refleksi dalam Perjalanan Atletik
Perjalanan Volney tidak selalu mulus. Ia sempat vakum dan hampir meninggalkan dunia renang, hingga akhirnya menemukan titik balik pada 2022 saat mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Jawa Barat.
Meski sempat ragu setelah lama tidak berlatih, ia berhasil meraih medali perak yang menjadi momentum kebangkitannya. Sejak saat itu, Volney kembali aktif berkompetisi dan menunjukkan konsistensi di berbagai ajang, baik tingkat daerah, nasional, maupun antarperguruan tinggi.
Selain itu, salah satu momen reflektif terjadi pada KRASSI 2026 di Yogyakarta. Meski meraih medali perak, catatan waktunya tidak sesuai ekspektasi. Namun, pengalaman tersebut justru memberinya perspektif baru bahwa ia tetap menikmati setiap proses di dalam air.
“Kalau dilihat dari catatan waktu, saat itu sebenarnya bukan yang terbaik. Tapi justru di situ saya sadar bahwa saya menikmati setiap prosesnya dan tidak lagi terlalu terpaku pada hasil. Di momen itu saya benar-benar merasa bahwa swimming just makes me happy. Pengalaman itu juga menyadarkan saya betapa besarnya kecintaan saya pada olahraga ini, yang akhirnya membuat saya mengurungkan niat untuk pensiun sebagai atlet,” ujarnya.
Menghadapi dinamika tersebut, Volney berpegang pada prinsip untuk hadir sepenuhnya dalam setiap peran. Ia belajar memisahkan fokus antara dunia akademik dan olahraga, sehingga keduanya dapat dijalani secara optimal. Pendekatan ini menjadi kunci konsistensinya dalam menjaga performa di dua bidang sekaligus.
Di tengah ritme yang padat, Volney juga terdorong untuk memberi dampak lebih luas dengan melatih atlet junior. Peran ini yang semula terasa dilematis, justru membuka perspektif baru tentang arti pencapaian.
“Awalnya ada rasa gengsi karena saya masih aktif sebagai atlet. Tapi ternyata, melihat adik-adik berkembang itu memberikan kebahagiaan yang berbeda. Ada kepuasan yang tidak bisa saya dapatkan hanya dari medali,” ungkapnya.
Ke depan, Volney berkomitmen untuk menyelesaikan pendidikan kedokterannya hingga menjadi dokter spesialis, sembari tetap aktif sebagai atlet.
“Saya tahu jalannya tidak mudah, tapi saya ingin mencoba dan membuktikan bahwa ini bisa dilakukan,” tegasnya.
Deretan Prestasi Volney Blance Lambert
Selama menjalani perannya sebagai mahasiswa dan atlet, Volney telah mengukir berbagai prestasi, di antaranya:
Mewakili UPH:
Mewakili daerah/klub:
Perjalanan Volney Blance Lambert menjadi bukti bahwa proses pembelajaran, baik di ruang kelas maupun di arena kompetisi, dapat berjalan beriringan dan saling memperkaya. Ketekunan, disiplin, serta keberanian untuk melangkah dengan konsisten menjadi kunci dalam menjawab setiap dinamika yang dihadapi.
Melampaui deretan prestasi, melalui kisah ini UPH menegaskan visinya untuk melahirkan pemimpin masa depan yang tidak hanya kompeten, tapi juga memiliki integritas dan takut akan Tuhan.