26/05/2026 Alumni, Pariwisata & Perhotelan
Industri hospitality merupakan dunia yang bergerak cepat dan terus berkembang. Di balik ritme tersebut, kemampuan beradaptasi, membangun relasi, dan memimpin tim menjadi bekal penting untuk bertahan sekaligus berkembang. Hal inilah yang dirasakan oleh Andy Ghozali, alumni Manajemen Perhotelan Universitas Pelita Harapan (UPH) angkatan 2011, yang kini berkarier sebagai Sous Chef di The Crown by Kirk Westaway, Fairmont Jakarta, sekaligus Co-Founder bisnis kuliner Burnt.id di Kelapa Gading.
Bagi Andy, ketertarikannya pada dunia hospitality sudah muncul sejak lama. Saat memilih kampus, ia mencari lingkungan belajar yang tidak hanya kuat secara teori, tetapi juga mampu memberikan pengalaman praktik yang dekat dengan dunia industri. Setelah mempertimbangkan beberapa pilihan, ia akhirnya memilih UPH karena fasilitas praktik yang lengkap serta para dosen yang dinilainya memiliki pengalaman mendalam di bidang hospitality.
“Pada waktu itu saya sempat membandingkan beberapa pilihan kampus. Namun setelah melihat fasilitas praktik yang lengkap dan berbicara langsung dengan dosen-dosen yang sangat memahami bidang hospitality, saya merasa UPH menjadi pilihan yang tepat,” ujar Andy.
Bukan hanya memperoleh pembelajaran akademik, Alumni UPH ini juga mendapatkan pengalaman yang membentuk kemampuan leadership dan kerja sama tim selama menjalani perkuliahan di UPH. Andy pernah menjadi Ketua Kitchen Production dalam acara tahunan Fakultas Hospitality dan Pariwisata (FHospar) yakni HOSPITOUR pada tahun 2014. Pengalaman tersebut menjadi titik awal dalam memimpin tim dan memahami tanggung jawab di lingkungan kerja profesional.
“Waktu itu pertama kalinya saya dipercaya memimpin tim kitchen production dalam sebuah acara besar, yaitu HOSPITOUR UPH. Saya belajar banyak tentang mengatur alur kerja tim, berkomunikasi di bawah tekanan, hingga memastikan setiap detail berjalan dengan baik. Saya juga belajar bahwa keberhasilan sebuah tim sangat ditentukan oleh kerja sama dan rasa tanggung jawab setiap anggotanya Sampai sekarang, pengalaman tersebut menjadi salah satu fondasi penting yang membentuk cara saya memimpin dan menjalani karier profesional,” jelasnya.
Selain itu, Andy juga aktif di Himpunan Mahasiswa Manajemen Perhotelan (HMMP) selama dua tahun berturut-turut. Dari pengalaman organisasi tersebut, ia semakin memahami pentingnya kerja sama tim dan keberanian dalam menyampaikan ide.
“Dari organisasi, saya belajar bagaimana bekerja dalam tim dan bagaimana mewujudkan sebuah ide menjadi sesuatu yang nyata. Pengalaman itu sangat membantu ketika saya mulai terjun ke dunia kerja,” tambahnya.
Beradaptasi dengan Perkembangan Industri Hospitality
Kini, di tengah kesibukannya sebagai chef sekaligus entrepreneur, Andy melihat dunia hospitality lebih dari sekadar menciptakan makanan. Baginya, hospitality adalah tentang menghadirkan pengalaman dan memberi dampak positif bagi orang lain. Melalui bidang food production, ia ingin dikenal lewat kualitas produk yang diberikan kepada konsumen, sekaligus membantu tim yang bekerja bersamanya agar terus berkembang, baik dalam karier maupun kualitas hidup mereka.
Di sisi lain, perkembangan industri yang semakin cepat juga menghadirkan tantangan baru. Menurut Andy, kehadiran media sosial hingga teknologi seperti Artificial Intelligence (AI) turut mengubah cara industri hospitality berkembang dan berinteraksi dengan konsumen.
“Sekarang perkembangan tren di hospitality berjalan sangat cepat, apalagi dengan adanya media sosial dan AI. Kita dituntut untuk terus belajar dan mengikuti perubahan supaya tidak tertinggal. Menurut saya, kemampuan untuk beradaptasi menjadi salah satu hal yang paling penting di industri ini,” jelasnya.
Dalam perjalanan kariernya, meski menghadapi dinamika industri, Andy merasakan bahwa relasi yang dibangun sejak masa kuliah memiliki peran besar dalam membuka peluang profesional. Baginya, jaringan pertemanan dan koneksi di industri menjadi ruang untuk saling mendukung, belajar, dan berkembang bersama.
“Jejaring yang saya bangun sejak kuliah sangat membantu sampai sekarang. Saya jadi bisa bertemu dan bekerja sama dengan banyak orang di bidang yang sama, sehingga kami bisa saling support dan berbagi insight,” ungkap Andy.
Bagi Andy, masa perkuliahan menjadi fase penting untuk membangun relasi, menambah pengalaman, dan mengembangkan kemampuan interpersonal yang akan berguna di dunia profesional. Karena itu, ia mendorong mahasiswa untuk aktif mengikuti organisasi dan memanfaatkan berbagai kesempatan selama kuliah sebagai ruang belajar di luar kelas.
“Empat tahun mungkin terasa lama, tapi sebenarnya berjalan sangat cepat. Jadi manfaatkan waktu sebaik mungkin, aktif ikut organisasi, dan bangun relasi dengan sebanyak mungkin orang selama kuliah. Pengalaman itu nantinya akan sangat membantu di dunia kerja,” pesannya.
Perjalanan karier Andy menunjukkan bahwa pengalaman akademik, organisasi, dan pengembangan diri selama masa kuliah menjadi fondasi penting dalam membentuk leadership, kemampuan beradaptasi, dan relasi profesional. Kisah ini mencerminkan komitmen UPH dalam menghadirkan pendidikan holistis untuk mempersiapkan mahasiswa menjadi pemimpin masa depan berkualitas unggul yang takut akan Tuhan dan berdampak bagi masyarakat.
————————
Corporate Communications Universitas Pelita Harapan
corporate.communication@uph.edu