Kemajuan kecerdasan buatan telah memperkenalkan lanskap baru dalam bidang komunikasi, di mana AI sekarang tidak lagi hanya alat, tapi mulai muncul sebagai rekan interaksi yang memengaruhi cara manusia berpikir, merasakan, dan membangun hubungan di ruang digital. Meski begitu, AI tetap bukan pusat komunikasi, melainkan bagian dari ekosistem yang memperluas dinamika komunikasi manusia. Oleh karena itu, pemahaman yang komprehensif tentang interaksi, kognisi, afeksi, dan hubungan manusia dengan AI sangat penting, yang harus selalu didasarkan pada etika komunikasi yang kuat. Peminatan ini menjawab kebutuhan itu, membekali mahasiswa dengan kemampuan untuk mengelola komunikasi manusia–AI secara kritis, reflektif, dan bertanggung jawab.