31/07/2025 Article, Pariwisata & Perhotelan
Urban tourism — atau pariwisata perkotaan — adalah bentuk kegiatan wisata yang berpusat di kawasan perkotaan, memanfaatkan kekayaan kota sebagai daya tarik utama: arsitektur bersejarah, museum, galeri seni, distrik kuliner, kehidupan malam, pusat perbelanjaan, hingga festival budaya.
Menurut UNWTO (UN Tourism), urban tourism adalah aktivitas wisata yang berlokasi di kota dengan menawarkan pengalaman budaya, arsitektur, gastronomi, belanja, dan hiburan yang unik dan beragam. Berbeda dengan wisata alam atau wisata bahari, urban tourism justru menempatkan dinamika kota sebagai produk wisata itu sendiri.
Singkatnya, jika seseorang mengunjungi Jakarta untuk menikmati kuliner Glodok, berfoto di Museum Nasional, berbelanja di Pasar Santa, atau menyaksikan pertunjukan seni di Taman Ismail Marzuki — itulah urban tourism dalam praktiknya.
Mengapa Urban Tourism Sedang Naik Daun?
Selama dekade terakhir, urban tourism mengalami pertumbuhan yang signifikan secara global. Beberapa faktor pendorong utamanya:
1. Urbanisasi Global yang Pesat
Lebih dari 55% populasi dunia kini tinggal di kota, dan angka ini terus meningkat. Kota-kota tumbuh menjadi pusat kebudayaan, ekonomi, dan inovasi — sekaligus menjadi destinasi wisata yang semakin diminati.
2. Tren Experience-Based Tourism
Wisatawan modern, terutama generasi milenial dan Gen Z, tidak lagi puas sekadar berfoto di landmark populer. Mereka mencari autentisitas: mencicipi makanan lokal di pasar tradisional, belajar kerajinan tangan, mengikuti tur sejarah tersembunyi, atau menginap di penginapan butik berkarakter. Urban tourism menjawab kebutuhan ini secara sempurna.
3. Kemudahan Aksesibilitas
Pertumbuhan penerbangan berbiaya rendah, jaringan kereta cepat, dan platform pemesanan digital membuat perjalanan ke kota-kota besar menjadi lebih mudah dan terjangkau dari sebelumnya.
4. City Branding yang Semakin Agresif
Kota-kota besar berlomba membangun identitas wisata yang kuat. Dari “Wonderful Indonesia” hingga kampanye pariwisata kota-kota seperti Surabaya, Medan, dan Yogyakarta — investasi dalam branding destinasi perkotaan terus meningkat.
5. Pariwisata Berkelanjutan Berbasis Komunitas
Urban tourism yang dirancang dengan baik berkontribusi langsung pada ekonomi lokal: UMKM kuliner, pengrajin, pemandu wisata lokal, seniman, dan komunitas budaya. Inilah yang membuat urban tourism menjadi instrumen pembangunan ekonomi inklusif.
Komponen Utama Urban Tourism
Urban tourism bukan sekadar “wisata ke kota.” Ini adalah ekosistem yang terdiri dari berbagai elemen yang saling terhubung:
| Komponen | Contoh |
| Warisan Budaya & Sejarah | Museum, situs bersejarah, kawasan kota tua |
| Seni & Hiburan | Galeri seni, teater, festival musik, street art |
| Gastronomi & Kuliner | Wisata kuliner, food tour, pasar tradisional |
| Arsitektur & Desain | Tur bangunan ikonik, kawasan heritage |
| Belanja & Gaya Hidup | Pasar lokal, kawasan kreatif, butik independen |
| Konvensi & MICE | Pameran, konferensi internasional, event korporat |
| Ekologi Perkotaan | Taman kota, urban farming, ruang hijau publik |
Keberhasilan sebuah destinasi urban tourism bergantung pada bagaimana semua komponen ini dikelola secara terpadu — dan di sinilah peran para profesional pariwisata yang terampil menjadi sangat krusial.
Urban Tourism di Indonesia: Potensi yang Belum Sepenuhnya Tergali {#urban-tourism-di-indonesia}
Indonesia adalah negara kepulauan dengan kota-kota yang menyimpan kekayaan budaya luar biasa. Namun, potensi urban tourism Indonesia masih jauh dari optimal.
Jakarta, sebagai ibu kota sekaligus pusat ekonomi, menyimpan lapisan sejarah kolonial, kekayaan kuliner Nusantara, dan kehidupan urban yang dinamis. Yogyakarta memadukan heritage keraton dengan geliat seni kontemporer. Surabaya dengan kawasan Ampelnya, Bandung dengan distrik kreatifnya, hingga Medan dengan kekayaan multikulturalnya — semua menawarkan potensi urban tourism yang luar biasa.
Menurut Indonesia Tourism Outlook 2025–2026 yang diterbitkan Bank Indonesia, sektor pariwisata nasional telah menciptakan lebih dari 1,2 juta lapangan kerja baru dan melahirkan 84 ribu tenaga profesional bersertifikasi sepanjang 2018–2024. Angka ini akan terus tumbuh seiring dengan meningkatnya investasi pemerintah dan swasta di sektor pariwisata perkotaan.
Namun tantangan nyata tetap ada: Indonesia membutuhkan SDM pariwisata yang tidak hanya mahir secara operasional, tapi juga mampu berpikir strategis, memahami perilaku wisatawan modern, menguasai teknologi digital, dan merancang pengalaman wisata yang berkelanjutan. Di sinilah pendidikan tinggi di bidang pariwisata memainkan peran yang tidak tergantikan.
Prospek Karir di Bidang Urban Tourism
Lulusan yang memiliki spesialisasi dalam urban tourism dan manajemen destinasi memiliki peluang karir yang luas dan terus berkembang, di antaranya:
Selain itu, pemerintah Indonesia terus meningkatkan investasi dalam infrastruktur pariwisata, membuka lebih banyak peluang bagi profesional pariwisata di berbagai tingkatan — dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga sektor swasta dan wirausaha mandiri.
Apa yang Dipelajari di Jurusan Urban Tourism?
Jurusan urban tourism — atau yang secara akademik sering disebut Jurusan Pariwisata dengan peminatan Destinasi — membekali mahasiswa dengan kombinasi pengetahuan teoritis dan keterampilan praktis yang komprehensif:
Fondasi Keilmuan
Keterampilan Bisnis & Manajemen
Teknologi & Digital
Bahasa & Komunikasi
Pengalaman Langsung
Kurikulum yang baik tidak hanya mengajarkan apa yang ada di industri, tetapi mempersiapkan mahasiswa untuk memimpin dan mengubah industri tersebut.
Jurusan Urban Tourism di UPH: Pilihan Tepat untuk Pemimpin Pariwisata Masa Depan {#jurusan-urban-tourism-di-uph}
Di antara perguruan tinggi yang menawarkan program pariwisata berkualitas di Indonesia, Universitas Pelita Harapan (UPH) berdiri sebagai pilihan yang menonjol — bukan hanya karena reputasinya, tetapi karena pendekatan pendidikannya yang menyeluruh dan berorientasi global.
Fakultas Hospitality dan Pariwisata UPH
UPH memiliki Fakultas Hospitality dan Pariwisata dengan pengalaman lebih dari 30 tahun dalam mencetak profesional perhotelan dan pariwisata kelas dunia. Program S1 Pariwisata dengan Peminatan Destinasi di UPH secara khusus dirancang untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai pemimpin di industri pariwisata, termasuk urban tourism.
Kurikulum Berbasis Industri dan Berkelanjutan
Program ini menitikberatkan:
Keunggulan UPH sebagai Pilihan Jurusan Urban Tourism
Pengalaman Lebih dari 30 Tahun
Fakultas Hospitality dan Pariwisata UPH telah terbukti menghasilkan profesional yang diakui industri, dengan jaringan alumni yang kuat di berbagai lini bisnis pariwisata Indonesia dan internasional.
Instruktur Berpengalaman
Pengajar UPH tidak hanya akademisi — mereka adalah praktisi industri dengan rekam jejak nyata, memastikan mahasiswa mendapatkan wawasan terkini dari lapangan.
Jaringan Industri yang Luas
UPH memiliki koneksi dengan perusahaan perhotelan dan pariwisata terkemuka di Indonesia maupun mancanegara, membuka akses magang dan penempatan kerja yang berkualitas.
Pembelajaran Hybrid yang Fleksibel
Program tersedia dalam format hybrid, memadukan pembelajaran di kampus dengan fleksibilitas digital — relevan untuk generasi yang terbiasa dengan dunia digital.
Landasan Karakter dan Kepemimpinan
Di UPH, pendidikan pariwisata tidak berhenti di kompetensi teknis. Mahasiswa dibentuk menjadi pemimpin berkarakter — memadukan kecakapan profesional dengan integritas dan kepedulian terhadap masyarakat. Ini adalah fondasi yang mempersiapkan lulusan tidak sekadar bekerja di industri, tetapi memimpin dan mentransformasi industri pariwisata Indonesia.
Akreditasi dan Pengakuan Internasional
UPH telah meraih sertifikasi dari UN Tourism (United Nations World Tourism Organization) — pengakuan internasional atas standar kualitas pendidikan pariwisata yang dijalankan UPH.
Jenjang dan Format Program
| Detail Program | Keterangan |
| Jenjang | Sarjana (S1) |
| Gelar Akademik | Sarjana Pariwisata |
| Durasi | 3,5 tahun |
| Format | Hybrid |
| Lokasi | UPH Lippo Village, Tangerang |
Mulai Perjalananmu di UPH {#cta}
Urban tourism adalah masa depan industri pariwisata Indonesia — dan para profesionalnya dibutuhkan sekarang. Jika kamu memiliki passion terhadap kota, budaya, dan dunia pariwisata, ini adalah momen yang tepat untuk mengambil langkah pertama menuju karir yang bermakna dan berdampak.
Jurusan Pariwisata (Peminatan Destinasi) di Fakultas Hospitality dan Pariwisata UPH hadir untuk menjawab tantangan itu. Di sini, kamu tidak hanya belajar tentang pariwisata — kamu dibentuk menjadi pemimpin yang akan shaping the future of Indonesian tourism.
Pelajari selengkapnya tentang program dan kurikulum Jurusan Urban Tourism di UPH, dan mulai wujudkan ambisimu hari ini.